LIGA INTERNASIONAL
Mesir Gagal Faktor Kutukan Tuan Rumah
08 July 2019 11:45 WIB
berita
Bintang timnas Mesir, Mohamed Salah (kiri), berduel dengan gelandang Afrika Selatan dalam 16 besar Piala Afrika, Sabtu (6/7).
ALEXANDRIA - Keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menunjuk Mesir sebagai “tuan rumah darurat” Piala Afrika 2019 pada 8 Januari lalu disambut gembira rakyat Negeri Cleopatra tersebut. Maklum, The Pharaohs pernah jadi juara saat menjadi tuan rumah turnamen itu pada 1986 dan 2006. Tapi, mimpi Mesir mengulang kedua sukses tersebut tak terwujud. The Pharaohs malah langsung tersingkir di babak 16 besar setelah kalah 0-1 dari Afrika Selatan di Cairo International Stadium, Sabtu (6/7).

Ironisnya, ini kali pertama skuat Javier Aguirre itu menelan kekalahan dan kebobolan pada turnamen ini. Mesir memang jadi tim yang paling difavoritkan bakal memenangi Piala Afrika 2019. Selain punya keuntungan sebagai tuan rumah, The Pharaohs juga diperkuat sejumlah bintang yang berkibar di Eropa. Khususnya Mohamed Salah yang baru saja membawa Liverpool FC menjuarai Liga Champions musim lalu.


Baca Juga :
- Daftar Juara Piala Afrika, Aljazair Akhiri Penantian 29 Tahun, Mesir Masih Terbanyak
- Calon Gelandang AC Milan Jadi Pemain Terbaik Piala Afrika 2019




Mesir juga membuat start yang sangat meyakinkan dengan memenangi ketiga laga di fase grup tanpa kebobolan satu gol pun. Wajar jika The Pharaohs diprediksi bisa dengan mudah mengatasi hadangan Afrsel di babak 16 besar. Apalagi, Bafana Bafana sempat dua kali kalah di fase grup dan hanya lolos sebagai tim peringkat ketiga terbaik. Di luar dugaan Afsel mampu memberikan perlawanan sengit.

Bafana Bafana beberapa kali memaksa kiper Mohamed El Shenawy jatuh bangun mengamankan gawang Mesir sebelum memastikan kemenangan lewat gol Thembinkosi Lorch lima menit menjelang bubaran. Mesir pun ikut terkena “kutukan” sebagai tuan rumah yang tersingkir di fase knock-out pertama. Tren ini berlaku sejak 1992 saat Piala Afrika diikuti 12 tim dan perempat final diperkenalkan sebagai fase knock-out pertama. Sejak itu hanya dua tuan rumah yang sukses jadi juara (Tunisia pada 2004 dan Mesir pada 2006).


Baca Juga :
- Gol Kilat Bounejah Bawa Aljazair Juara Piala Afrika 2019
- Nigeria Rebut Peringkat Ketiga Piala Afrika 2019 Usai Membekuk Tunisia


Sebaliknya, ada tujuh tuan rumah yang langsung tersingkir begitu lolos dari fase grup dan Mesir jadi yang pertama tersingkir di babak 16 besar. Tidak heran jika kemudian Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) mengambil keputusan radikal dengan memecat pelatih Aguirre hanya kurang dari tiga jam seusai pertandingan. Pada saat yang sama Presiden EFA, Hany Abou Rida, mengumumkan pengunduran dirinya.

Dia menyebut keputusannya itu sebagai kewajiban moral meski EFA telah memberikan dukungan penuh secara materi maupun moril. Terlepas dari pengunduran dirinya, Abou Rida akan melanjutkan tugas sebagai Ketua Panitia Piala Afrika 2019. Sebelumnya, Aguirre sempat menyebut dirinya sebagai satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan Mesir.

“Kami semua merasa sedih lantaran tersingkir lebih awal dan saya yang akan menanggung semua konsekuensinya karena sayalah yang memilih pemain dan formasi. Saya bangga dengan para pemain yang saya pilih ini,” ujar pelatih asal Meksiko tersebut. Kemenangan Afsel atas Mesir memang sangat mengejutkan. Pasalnya, Bafana Bafana hanya jadi underdog di turnamen ini setelah tidak lolos ke Piala Afrika 2017.

Mereka juga hanya mengais dua kemenangan dalam 12 laga terakhir di seluruh kompetisi serta dua kali kalah, dari Pantai Gading dan Maroko, dalam tiga laga di fase grup. Tim asuhan  Stuart Baxter ini bahkan menempati posisi terbawah dalam daftar empat tim peringkat ketiga terbaik yang lolos ke 16 besar.

“Kami punya tim yang berani dan bermain hebat. Kami kurang bagus dalam beberapa laga awal, tapi lambat laun jadi lebih baik. Saya harap rakyat Mesir tidak kecewa dan saya meminta mereka untuk tetap datang ke stadion dan mendukung kami pada laga-laga berikutnya,” ujar pelatih asal Inggris tersebut.

Keberhasilan menyingkirkan tim favorit Mesir membuat Afsel mulai bermimpi jadi juara Piala Afrika 2019. Apalagi, mereka hanya pernah sekali memenangi turnamen ini pada 1996. Tapi, bek Buhle Mkhwanazi memperingatkan rekan-rekannya agar tetap berpijak di bumi.

“Sejak kick-off, kami yakin bisa memenangi laga (lawan Mesir) ini,” kata pemain 29 tahun tersebut. “Sejujurnya, saya tidak bisa bilang kami akan bisa memenangi turnamen ini. Kami hanya akan berkonsentrasi pada pertandingan di depan mata.”

Tugas Afsel di perempat final tidak kalah berat karena mereka akan berhadapan dengan Nigeria yang mengalahkan juara bertahan Kamerun 3-2. Karenanya, Baxter bakal meminta pilar-pilar tim seperti Mkhwanazi dan kapten Thulani Hlatshwayo untuk lebih fokus di jantung pertahanan untuk meredam para penyerang Super Eagles yang sangat mematikan seperti Odion Ighalo dan Ahmed Musa.* Rizal Al Furqon

I
Penulis
Irfan Sudrajat
news