LIGA 1
Dua Pilar PSIS Semarang "Tumbang" Akibat Jadwal Padat
05 July 2019 13:49 WIB
berita
Dua pemain andalan PSIS, Septian David Maulana (kiri) dan Hari Nur Yulianto/Foto: Istimewa
SEMARANG – Padatnya jadwal Liga 1 2019 harus dijalani oleh klub-klub kontestan usai libur momen Lebaran lalu. Untuk pemain, kondisi ini benar-benar harus dicermati agar kondisi tubuh selalu dalam posisi siap ketika menjalani pertandingan demi pertandingan.

Sebab, jika tidak dicermati benar, sangat mungkin pemain akan terkapar alias jatuh sakit. Dua pemain PSIS Semarang menjadi contoh konkret. Mereka adalah andalan lini depan, Septian David Maulana dan Hari Nur Yulianto.




Baca Juga :
- Prediksi PSIS Vs Tira Kabo, Misi Suci Tuan Rumah
- Hari Nur Yulianto Bikin Persebaya Waswas




Menariknya, meski dalam waktu berbeda, keduanya mendapat serangan penyakit yang sama yakni demam berdarah dan tifus. Akibat sakitnya ini Septian harus absen dalam laga PSIS melawan Barito Putera lalu.

Andalan timnas Indonesia itu bahkan harus dirawat di rumah sakit selama sekitar lima hari. Kini mantan bintang Mitra Kukar tersebut kembali pulih kendati masih berjuang meningkatkan kebugarannya. 


Baca Juga :
- PSIS Semarang Taklukkan Persibat Batang di Leg Pertama 32 Besar Piala Indonesia
- PSIS Wajib Waspada


Pelatih fisik PSIS, Budi Kurnia menuturkan Septian sudah mengikuti latihan bersama tim sejak beberapa hari lalu setelah pulih dari sakit. “Kondisi Septian sudah kembali pada level kebugaran yang bagus. Memang setelah sembuh, ia berjuang keras mengembalikan kebugarannya dengan materi latihan tambahan yang dimintanya,” kata Budi.

Mantan bintang timnas U-19 itu dikatakan Budi sudah direkomendasikan untuk diturunkan lawan Persela Lamongan di Magelang, Sabtu (6/7) besok.  Ia mengaku selalu memantau ketat kebugaran pemain termasuk kaitannya dengan waktu istirahat.

“Imbauan memaksimalkan waktu untuk istirahat juga terus ditekankan. Terlebih jadwal yang memang sangat padat dan pasti melelahkan,” ucap mantan pelatih fisik Persis Solo itu

Sedangkan Hari Nur, Kamis (4/7) baru saja keluar dari rumah sakit setelah dirawat tiga hari dengan sakit yang sama yakni demam berdarah dan tifus. “Jumat ini Hari Nur akan kembali berlatih untuk mengembalikan kebugarannya di bawah pengawasan pelatih fisik,” kata doker tim PSIS, Dwi Yoga Yulianto kepada TopSkor.

Dikatakannya, padatnya jadwal pertandingan memiliki andil akan terkaparnya kedua pemain PSIS tersebut. “Melakoni sembilan hari dengan tiga laga, dua diantaranya tandang dengan jarak yang jauh. Kelelahan menjadi faktor utama keduanya jatuh sakit,” ia menambahkan.

Pria yang akrab disapa Yoga itu menambahkan, perjalanan panjang dan kurangnya istirahat tentu sangat menyita tenaga. Tim medis PSIS dan pelatih fisik sebenarnya terus berkolaborasi untuk mencegah dan menjaga kondisi pemain. Namun memang, menurut Yoga, kondisi fisik pemain berbeda-beda satu dengan yang lain.

Pemberian nutrisi yang cukup dan pengaturan waktu istirahat yang ketat jadi salah satu langkah yang sudah dijalani. “Untuk pengaturan istirahat ini kami tidak bisa selalu memantau. Misalnya pemain memang ada di kamar masing-masing, namun ternyata tidak tidur melainkan malah nge-game.,” ujarnya.

“Namun yang pasti tidak ada masalah dengan perilaku para pemain karena selalu terus bersama-sama dengan tim,” Yoga menambahkan. Hari Nur saat dihubungi terpisah mengatakan jadwal yang ekstrapadat turut memengaruhi kondisinya. “Alhamdulillah kondisi saya sudah lumayan. Sudah keluar dari rumah sakit,” kata pemain dengan nomor punggung 22 itu.*Sri Nugroho

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id