KICK OFF
Buffon Belum Berhenti
05 July 2019 04:02 WIB
berita
USIA sudah 41 tahun namun Gianluigi Buffon belum mau berhenti. Mantan kiper timnas Italia, Gianluca Pagliuca, pernah menyarangkan agar Buffon pensiun. Tapi, saran tersebut tampaknya bukan menjadi pilihan yang diinginkan Gigi—panggilan Buffon. Sepertinya, Buffon tidak tahu harus pergi ke mana setelah meninggalkan Paris Saint Germain (PSG). Setiap kali ada kemungkinan ke klub tertentu, seperti pernah muncul isu ke Barcelona, kabar tersebut tidak pernah terwujud.

Hati Buffon memang masih di Juventus. Karena itu, setelah meninggalkan PSG, Buffon akhirnya memutuskan untuk kembali ke klub lamanya tersebut. Dengan demikian, hanya semusim Buffon meninggalkan Juventus untuk kemudian kembali lagi. Pada 30 Juni 2018, Buffon dan rekan setimnya di Juventus, serta tifosi si Nyonya Besar tentu masih ingat dengan kalimat perpisahan Buffon yang ditampilkan lewat media sosial pribadinya.


Baca Juga :
- Magnet Besar Maguire dan De Ligt
- Griezmann Lebih Loyal dibanding Neymar




“Tujuh belas tahun mengenakan hitam dan putih, telah berakhir hari ini. Tujuh belas tahun bersama teman-teman, rekan setim, ada air mata, kemenangan, kekalahan, trofi, kata-kata, kemarahan, kekecewaan, kebahagiaan, dan begitu banyak emosi. Saya tidak akan pernah melupakannya. Saya akan selalu memabwa semua itu.” demikianlah kata-kata perpisahan Buffon saat resmi meninggalkan Juventus untuk bermain di PSG.

Buffon ingin mencoba sekali lagi. Dan, mungkin saja kali ini beruntung. Kembalinya Buffon ke Juventus memang diiringi dengan sejumlah prediksi seperti soal rekor penampilan di Seri A dan lainnya. Yang pasti, Buffon akan bersedia bahwa untuk kali ini dia hanya akan menjadi kiper kedua (cadangan) setelah Wojciech Szczesny. Usianya memang tidak muda lagi dan dia menyadari hal tersebut. Namun, dengan bergabung ke Juventus, Buffon memiliki peluang untuk melengkapi trofi dalam kariernya: Liga Champions.


Baca Juga :
- Inter Bukan Hanya Icardi
- Griezmann Melengkapi Barcelona


Juventus memang menjadikan Liga Champions sebagai target utama pada 2019/20 nanti. Ambisi tersebut dapat dilihat dari kehadiran sejumlah bintang seperti Cristiano Ronaldo pada awal musim lalu. Ketika Ronaldo datang, Buffon justru pergi. Musim ini, klub asal Turin tersebut mencoba menambal kekurangan mereka yaitu dipertahanan dengan menghadirkan bek seperti Matthijs De Ligt. Lalu, ada gelandang Adrien Rabiot. Keinginan Buffon meraih gelar Liga Champions menjadi alasan utama mengapa dia kembali ke Juventus.

Meski demikian, tentu ada efek lain dari kehadiran Buffon. Mattia Perin, untuk kesekian kalinya harus menjadi korban. Penjaga gawang 26 tahun ini harus kembali menunggu untuk mendapatkan kesempatan sebagai kiper utama. Nahas, Perin sepertinya tidak akan pernah mendapatkan predikat tersebut dalam waktu dekat. Bahkan, bukan tidak mungkin, dia bakal dilepas Juventus.*Irfan Sudrajat
 

n
Penulis
nana sumarna
news