news
LIGA INTERNASIONAL
Berani Bersinar
04 July 2019 07:50 WIB
berita
Selebrasi striker tim putri AS Alex Morgan saat merayakan gol ke gawang Inggris pada semifinal Piala Dunia Wanita di Lyon, Prancis, Selasa (2/7) malam, dikritik karena dinilai mengejek tradisi Inggris.
LYON - Pada hari ulang tahun yang ke-30, Selasa (2/7), striker tim nasional putri Amerika Serikat (AS), Alex Morgan, mendapatkan kado yang sangat istimewa. Kado itu adalah gol penentu kemenangan 2-1 The Stars and Stripes atas Inggris di semifinal Piala Dunia Wanita 2019 di Stadion Parc Olympique Lyonnais (Groupama) dan tiket ke final.

Bukan itu saja. Morgan juga mendapatkan ucapan selamat dari suporter dan rekan-rekan setimnya yang menyanyikan lagu Happy Birthday seusai pertandingan serta dinobatkan sebagai Player of the Match. Tapi, perempuan kelahiran Kalifornia, AS, itu merasa dirinya tidak sepenuhnya berhak atas penghargaan tersebut.




Baca Juga :
- Piala Dunia Wanita 2023 Rencananya Ditambah Jadi 32 Negara
- Lemah Sektor Bigman, AS Dipulangkan Prancis




“Alyssa Naeher, dialah yang seharusnya terpilih sebagai player of the match hari ini,” ujar Morgan menyebut nama kiper AS. “Dia telah menyelamatkan kami dalam pertandingan ini.”

Morgan bukan basa-basi. Naeher tampil heroik melawan Inggris dengan melakukan sejumlah penyelamatan dan salah satunya sangat krusial. Aksi itu terjadi pada menit ke-84 setelah Video Assistant Referee (VAR) memutuskan pelanggaran yang dilakukan bek AS, Becky Sauerbrunn, berbuah hadiah penalti buat Inggris.


Baca Juga :
- Timnas Wanita Amerika Serikat Pertimbangkan Tunjuk Phil Neville Sebagai Pelatih
- Forbes Rilis Top 15 Atlet Wanita dengan Pendapatan Tertinggi: 10 Besar Berasal dari Tenis


Kapten Inggris Steph Houghton maju sebagai eksekutor seraya berharap mampu mencetak gol penyeimbang buat Inggris untuk memaksakan pertandingan dilanjutkan dengan extra time. Tapi, tendangannya berhasil diblok Naeher. Ia pun menjadi kiper AS pertama yang menggagalkan eksekusi penalti di Piala Dunia Wanita.

Pujian terhadap Naeher juga dilontarkan pelatih AS Jill Ellis. Wanita 52 tahun ini bahkan menyebut kiper Chicago Red Stars itu sebagai pemain yang bersinar paling terang dalam laga semifinal.

Ellis memang mengaku terinspirasi dengan tema Piala Dunia Wanita 2019, Dare to Shine (Berani Bersinar) dan menambahnya menjadi Dare to Shine the Brightest (Berani Bersinar Paling Terang). “Saya bilang kepadanya seusai pertandingan bahwa dia telah bersinar malam ini, dia yang paling terang,” ujar Ellis.

Jika Naeher yang hanya dihujani komentar positif, Morgan mendapatkan “paket komplet”. Striker Orlando Pride ini bukan hanya dipuji tapi juga dikritik. Ini berkaitan dengan selebrasinya yang kontroversial. Usai mencetak gol kedua AS, Morgan berlari ke pinggir lapangan untuk kemudian berhenti dan berpura-pura meminum secangkir teh.

Striker timnas Inggris yang tidak masuk skuat Piala Dunia Wanita 2019, Lianne Sanderson, menyebut selebrasi Morgan sebagai “tindakan yang tidak menyenangkan”. Maklum, minum teh adalah tradisi bangsa Inggris sehingga selebrasi tersebut dinilai sebagai pelecehan.

“Saya sudah menyangka Alex bakal mencetak gol. Namun, saya tidak suka selebrasinya,” tutur Sanderson yang tampil sebagai komentator di televisi. “Saya mengagumi warga Amerika dan cara mereka melakukan selebrasi. Tapi, buat saya aksi itu sedikit tidak sopan. Saya mungkin keliru, tapi dia melakukannya saat melawan Inggris. Kami di Inggris menyukai teh. Saya bukan penikmat teh, tapi teh itu berhubungan erat dengan kami.”

Tapi, Morgan membantah selebrasi itu bertujuan melecehkan tradisi bangsa Inggris. “Saya hanya ingin membuat suasananya tetap menarik,” ucapnya. “Saya tahun Megan Rapinoe punya selebrasi terbaik. Saya hanya berusaha membuat sesuatu yang lebih menarik. Saya merasa tim ini telah melalui banyak hal. Saya merasa langkah kami di turnamen ini tidak mudah.”

Ini kali kelima AS lolos ke final Piala Dunia Wanita dan mereka telah tiga kali jadi juara termasuk pada edisi terakhir di Kanada. Sebaliknya, Inggris harus kembali mengubur impian menembus final untuk kali pertama.***RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

INGGRIS 1-2 AS
Stadion: Parc Olympique Lyonnais
Penonton: 53.512

INGGRIS 4-4-2
Pelatih: Phil Neville

13 Telford

2 Bronze
5 Houghton
6 Bright
12 Stokes

4 Walsh/16 Moore (71)
8 Scott
22 Mead/10 Kirby (58)
17 Daly/19 Stanway (89)

7 Parris
18 White

AS 4-3-3
Pelatih: Jill Ellis

1 Naeher

5 O’Hara/11 Krieger (87)
7 Dahlkemper
4 Sauerbrunn
19 Dunn

9 Horan
8 Ertz
16 Lavelle/3 Mewis (65)

17 Heath/10 Lloyd (80)
13 Morgan
23 Press

Gol: 0-1 (Christen Press, 10), 1-1 (Ellen White, 19), 1-2 (Alex Morgan, 31)
Wasit: Edina Alves Batista

Kartu kuning: Parris, Horan, Sauerbrunn
Kartu merah: Bright
Tembakan ke gawang: 4-4
Tembakan melebar: 3-7
Tendangan pojok: 2-2
Offside: 0-0
Pelanggaran: 14-8
Penguasaan bola: 49-51

 

 

 

 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news