KICK OFF
Peran City dan Liverpool bagi Brasil
04 July 2019 04:03 WIB
berita
ADA peran Liverpool dan Manchester City dalam kemenangan Brasil atas Argentina pada semifinal Piala Amerika 2019, Selasa (2/7) atau Rabu pagi WIB. Ada peran Juergen Klopp dan Josep Guardiola karena dua gol Tim Samba berasal dari dua pemain klub Liga Primer tersebut. Gol pertama dari Gabriel Jesus, penyerang The Citizens, sedangkan  gol kedua dari Roberto Firmino, bintang The Reds. Yang menarik, kedua gol tersebut pun tercipta dari kerja sama keduanya. Gol Jesus assist Firmino dan gol Firmino juga dari umpan rekannya tersebut.

Keduanya bersaing pada musim lalu di Liga Primer namun dari situasi tersebut baik Jesus dan Firmino berhasil mengambil sesuatu yang berharga dan diterapkan dalam timnas Brasil. Jesus harus bersaing dengan Sergio Aguero di Man. City. Kondisi tersebut membuat penyerang 22 tahun ini harus terus memacu dirinya. Jesus dituntut untuk mampu mempertahankan predikat “pesaing” terkuat bagi Aguero di klub asal Manchester tersebut. Kondisi inilah yang membuatnya dalam posisi siap.


Baca Juga :
- Magnet Besar Maguire dan De Ligt
- Griezmann Lebih Loyal dibanding Neymar




Kalau saja dia menyerah terhadap kondisi yang dialaminya di City, boleh jadi Jesus tidak akan berada dalam performa seperti di Piala Amerika 2019 ini. Tentu, dia membutuhkan keberuntungan. Namun, keberuntungan bisa terjadi jika didukung dengan semua syarat tersebut: semangat, tidak menyerah, dan kemampuan individu yang terus terasah. Guardiola dan The Citizens membantu Jesus menjaga dan memiliki kondisi tersebut.

Situasi yang dialami Firmino di Liverpool berbeda dengan rekannya tersebut. Firmino tidak dalam posisi harus mencari starter di tim asuhan Klopp. Tantangannya sejak kali pertama datang ke Merseyside adalah mewujudkan sistem atau cara bermain yang diinginkan sang pelatih: setengah penyerang dan setengah fantasista yang bermain di lini depan. The Reds asuhan Klopp dalam dua musim terakhir tidak bermain menggunakan penyerang murni melainkan mengandalkan fleksibilitas Firmino sebagai penyerang tengah dalam pola 4-3-3.


Baca Juga :
- Inter Bukan Hanya Icardi
- Griezmann Melengkapi Barcelona


Lalu, absennya Neymar dalam Piala Amerika 2019 ini pun membuka jalan bagi kedua pemain ini dalam memanfaatkan kondisi yang ada. Tite bukan hanya memahami situasi tersebut melainkan juga menggunakannya dengan sangat baik. Dia menempatkan Firmino dalam posisi seperti di Liverpool. Cukup dengan “menambah” Philippe Coutinho di belakang, Everton yang bermain di sayap kiri (seperti Sadio Mane) dan agresivitas dan semangat Jesus di kanan (seperti Mohamed Salah).

Cara tersebut sejauh ini berhasil. Tanpa Neymar, disadari atau tidak, Brasil justru terdiri dari pemain yang tertantang untuk membuktikan diri bahwa mereka adalah yang terbaik dalam kemampuannya masing-masing. Ada misi tersendiri di antara mereka. Faktor inilah yang tampaknya tidak ada di Argentina.*Irfan Sudrajat

n
Penulis
nana sumarna
news