news
LIGA INTERNASIONAL
Spesialis Bola Mati
03 July 2019 07:55 WIB
berita
Penyerang timnas putri Belanda Vivianne Miedema tidak hanya piawai mencetak gol dari situasi open play. Itu akan dibuktikan saat melawan Swedia di semifinal Piala Dunia Wanita, Rabu (3/7).
LYON - Tim nasional putri Belanda menorehkan dua catatan baru usai mengalahkan Italia 2-0 pada perempat final Piala Dunia Wanita 2019 di Stadion Du Hainaut, Sabtu (29/6) lalu. Ini kali pertama Oranjeleeuwinnen lolos ke semifinal turnamen akbar tersebut. Sukses itu juga memastikan mereka lolos ke ajang Olimpiade untuk kali pertama.

Berdasarkan regulasi FIFA, tiga tim Eropa dengan pencapaian terbaik di Piala Dunia Wanita 2019 bakal otomatis meraih tiket ke Olimpade Tokyo 2020 di Jepang. Dengan demikian tiga semifinalis asal Benua Biru, Inggris, Belanda, dan Swedia, dipastikan lolos ke ajang multi event tersebut.




Baca Juga :
- Inilah Penyebab Tim Oranye Sulit Juara Grup di Kualifikasi Piala Eropa 2020
- Misi Koeman Tercapai




Terlepas dari dua pencapaian bersejarah tersebut, Belanda merasa puas. Pelatih Sarina Wiegman mematok target lolos ke final saat tim asuhannya berhadapan dengan Swedia pada semifinal di Stadion Parc Olympique Lyonnais (Groupama), Rabu (3/7). Ini bakal jadi pencapaian tertinggi Negeri Kincir Angin tersebut di bidang sepak bola, baik putra maupun putri.

“Kami telah lolos ke semifinal Piala Dunia Wanita dan merebut tiket ke Olimpiade untuk kali pertama. Itu rekor menyenangkan,” kata Wiegman. “Tapi, kami juga sangat ingin menang lawan Swedia. Itu akan menghasilkan sesuatu yang sangat indah.”


Baca Juga :
- Belanda Segera Hapus Periode Kelam
- Courtois Payah! Lebih Banyak Kebobolan daripada Penyelamatan, Statistik di Madrid Buruk


Keberhasilan Belanda menembus semifinal Piala Dunia Wanita 2019 tidak terlepas dari kepiawaian mereka mencetak gol dari set piece. Bahkan lima dari enam gol terakhir Oranjeleeuwinnen di turnamen ini dibuat dari bola-bola mati termasuk kedua gol lawan Italia di perempat final.

Gelandang Sherida Spitse punya peran yang sangat besar dalam situasi ini. Pemain 29 tahun ini bahkan jadi penyumbang assist terbanyak di turnamen ini (4) yang semuanya dibuat dari bola mati. Kedua tendangan bebasnya dikonversi jadi gol oleh Vivianne Miedema dan Stephanie Van Der Gragt pada laga lawan Italia.

Sebelumnya, Spitse juga mengeksekusi tendangan pojok yang diselesaikan menjadi gol oleh Anouk Dekker (lawan Kanada di fase grup) dan Lieke Martens (lawan Jepang di 16 besar). Satu gol Belanda lainnya yang dicetak dari bola mati adalah tendangan penalti Martens lawan Jepang. Biasanya, Spitse yang jadi eksekutor penalti Oranjeleeuwinnen, tapi kali ini dia menyerahkan tugas tersebut kepada sang striker.

“Situasi bola mati adalah peluang mencetak gol dan kami ahlinya,” ucap Spitse. “Saya tahu saya bisa menempatkan bola ke kotak penalti dan kami punya banyak pemain bagus di sana. Tapi, saya harus melakukannya dengan baik. Jika tendangan saya terlalu lemah atau timing-nya salah, set piece itu tidak akan membuahkan hasil.”

Dengan lima gol set piece dari total 10 gol yang dicetak di Piala Dunia Wanita 2019, Belanda jadi tim paling mematikan dalam situasi bola mati. Efektivitas mereka dalam memanfaatkan situasi ini hanya kalah dari tuan rumah Prancis yang mencetak enam gol set piece dari total 10 yang mereka buat di turnamen ini sebelum disingkirkan Amerika Serikat di perempat final.

Keahlian memanfaatkan bola-bola mati jadi salah satu faktor yang membuat Belanda lebih diunggulkan lawan Swedia. Apalagi, Oranjeleeuwinnen tidak pernah kalah dalam tiga pertemuan terakhir dengan Blagult. Terkini, tim asuhan Wiegman ini menang 2-0 atas Swedia di perempat final Piala Eropa Wanita 2017 sebelum akhirnya jadi juara.

Meski begitu, Wiegman menolak sesumbar. “Peluang pertarungan ini fifty fifty. Kami tidak bisa disebut sebagai favorit. Situasi ini juga tergambar lewat posisi yang hanya berbeda satu tingkat di peringkat FIFA. Belanda kedelapan dan Swedia kesembilan,” kata wanita 49 tahun itu.

Kewaspadaan Wiegman terhadap Swedia sangat beralasan. Keberhasilan Blagult mengalahkan tim favorit Jerman 2-1 di perempat final jadi salah satu bukti bahwa runner-up Piala Dunia Wanita 2003 itu tidak bisa dianggap enteng.

Di pihak lain, pelatih Swedia, Peter Gerhardsson, memberikan perhatian khusus pada kepiawaian Belanda memanfaatkan bola-bola mati. “Para staf akan menganalisis hal itu dan menyampaikan informasinya kepada para pemain. Tapi, terkadang Belanda juga melakukan hal berbeda. Jadi, para pemain sendiri yang harus memutuskan bagaimana merespons semua itu di lapangan,” ujarnya.***RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

Perkiraan Pemain
BELANDA - SWEDIA
Stadion:
Parc Olympique Lyonnais
Wasit: Marie-Soleil Beaudoin
Prediksi TopSkor: 60-40

BELANDA 4-3-3
Pelatih:
Sarina Wiegman

1 Van Veenendaal

2 Van Lunteren
3 Van Der Gragt
20 Bloodworth
4 Van Dongen

14 Groenen
10 Van De Donk
8 Spitse

7 Van De Sanden
9 Miedema
11 Martens

Cadangan: 23 Geurts, 6 Dekker, 13 R. Jansen, 15 Kaagman, 12 Pelova, 21 Beerensteyn, 19 Roord

SWEDIA 4-3-3
Pelatih:
Peter Gerhardsson

1 Lindahl

4 Glas
5 Fischer
3 Sembrant
6 Eriksson

23 Rubensson
9 Asllani
17 Seger

10 Jakobsson
11 Blackstenius
18 Rolfo

Cadangan: 21 Musovic, 2 Andersson, 15 Bjorn, 8 Hurtig, 13 Ilestedt, 20 Larsson, 22 Schough

Pertemuan Terakhir:
29/07/17       Piala Eropa    Belanda 2-0 Swedia
06/03/17       Algarve Cup   Swedia 0-1 Belanda

 

 

 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news