news
LIGA ITALIA
Rabiot Menilai Level Juve Lebih Tinggi daripada PSG
03 July 2019 12:13 WIB
berita
Gelandang baru Juventus Adrien Rabiot berjalan ke dalam Allianz Stadium bersama Presiden Andrea Agnelli.-Topskor.id/istimewa-
TURIN – Bagi Adrien Rabiot, angka 25 sangat spesial. Dia lepas dari Paris Saint-Germain setelah melakoni 240 laga dan mencetak 25 gol. Senin (1/7), gelandang itu resmi menjadi pemain Prancis ke-25 dalam sejarah Juventus FC.

Sama seperti musim sebelumnya, Rabiot kembali memilih kostum nomor 25. Kebetulan setelah kiper Norberto Neto hengkang dua tahun silam, tak ada yang memakai angka tersebut. Kini dia siap mengarungi petualangan baru dan mengemban tanggung jawab sebagai motor baru tim.




Baca Juga :
- Ronaldo Bisa Diganjar Sanksi 2 Tahun, Rekan Setim Juventus Berharap Permohonan Maaf
- Vieira: Pentingnya Mengetahui Mengapa Ronaldo Tidak Bahagia di Juventus




Kemarin, di Allianz Stadium, pesepak bola yang didapatkan secara gratis tersebut mengungkapkan alasannya menerima pinangan I Bianconeri. “Di masa lalu, sering kontak dengan Juve, tapi saat itu adalah periode dan situasi lain bagi saya. Sekarang adalah momentum yang tepat. Prosesnya sangat cepat, tak ada masalah besar dalam menemukan kesepakatan. Juve satu tingkat di atas PSG, pastinya ini menginspirasi saya. Semoga bisa berkontribusi dalam sejarah klub ini,” katanya.

Rabiot tak memungkiri ada pengaruh Gianluigi Buffon dalam pengambilan keputusannya. Kiper veteran, yang kemungkinan besar akan bereuni lagi dengannya musim depan tersebut, sering membicarakan soal Juve. Mantan portiere nomor satu Italia itu juga menyarankan Rabiot agar  bergabung ke kubu Turin selama dua tahun kalau ingin meningkatkan kinerja.


Baca Juga :
- Ronaldo Ngambek Diganti Sarri, Juventus Tak Beri Sanksi
- Update Hasil dan Klasemen Liga Italia Serie A, Senin Dini Hari WIB


Nasihat Buffon itu cukup masuk akal sebab La Vecchia Signora diperkuat para pemain papan atas Eropa, salah satunya adalah Cristiano Ronaldo. Persaingan membuat Rabiot lebih tangguh. “Saya yakin dapat berkembang ketika bemain dengan para pesepak bola hebat. Ronaldo, seorang pemain juara, tapi ada juga yang lain. Relasi ruang ganti sangat positif. Bisa merasuk di antara mereka yang paling penting bagi saya,” pemuda 24 tahun tersebut mengungkapkan.

Setelah merampungkan rutinitas awal sebagai pemain: tes medis, tanda tangan kontrak dan perkenalan di hadapan para jurnalis, Rabiot akan melanjutkan liburannya. Dia kembali ke Continassa untuk menemui pelatih Maurizio Sarri dan rekan-rekan barunya pada 10 Juli.

“Saya belum berbicara dengan Sarri, tapi dari semua orang yang saya temui di sini memberi kesan baik tentangnya. Saya siap bermain untuknya. Posisi? Gelandang kiri, dalam formasi tiga atau dua pemain tengah. Namun saya dapat menyesuaikan dengan kebutuhan tim,” ujarnya.

Rabiot membenarkan telah bertemu calon partnernya Aaron Ramsey di J Medical. Namun, mereka tidak berbicang hanya saling menyapa sebab masing-masing sibuk dengan aktivitasnya. Duo “R” itu merupakan solusi murah tapi menjanjikan untuk sektor tengah, yang musim lalu sangat menderita.

Musim lalu, rata-rata usia barisan tengah 27,8 tahun. Kedatangan dua gelandang tersebut membuat angka itu menurun jadi 27,2. Seandainya Sami Khedira dan Blaise Matuidi dilego, maka rata-ratanya 25,4 tahun.

City Incar Bonucci

Setelah isu pendekatan PSG kepada Leonardo Bonucci menguap, kini muncul kabar burung lain. Manchester City FC mengincar bek sentral 32 tahun itu. Direktur Olahraga Fabio Paratici hanya bisa menunggu keputusan pemain. Pasalnya, sesuai dengan prinsip klub, mereka hanya akan menjual berdasarkan permintaan pemain.

Seandainya Bonucci mau berpetualangan ke daratan Inggris, maka Sarri akan lebih mudah mengatur jantung pertahanan. Apalagi kalau operasi transfer Matthijs De Ligt rampung. Penanggung jawab mercato masih menunggu kode dari Amsterdam.*** Dari Berbagai Sumber

 

 

X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news