LIGA INGGRIS
Tantangan Berat Liverpool Sudah Dimulai sejak Pramusim
02 July 2019 11:05 WIB
berita
Tiga penyerang Liverpool: Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah (ki-ka) dipastikan terlambat mengikuti pramusim/Istimewa
LIVERPOOL – Musim panas 2019 ini masuk tahun ganjil. Alias, tak ada turnamen seperti Piala Dunia atau Piala Eropa yang biasanya dilangsungkan tahun genap. Namun, tetap saja Liverpool FC terancam memiliki pemain yang kelelahan saat mengikuti pramusim. Sebab, lima di antaranya harus tampil di Piala Amerika 2019 dan Piala Afrika 2019.

Ironisnya, dua turnamen tersebut masih berlangsung. Final Piala Amerika 2019 dijadwalkan pada 7 Juli mendatang diikuti laga puncak Piala Afrika pada 19 Juli. Jelas, ini jadi masalah bagi Liverpool. Sebab, awal bulan ini skuat asuhan Juergen Klopp sudah harus berkumpul untuk mengikuti pramusim.


Baca Juga :
- Man. City Klub Terbaik, MU Justru Tidak Masuk Urutan 30 Besar
- Arsenal Segera Dapatkan Pahlawan Brasil di Piala Amerika 2019




Total, mereka melakoni tujuh uji coba yang dimulai saat meladeni Tranmere Rovers yang menghuni League One –divisi dua Inggris- pada 11 Juli mendatang. Itu mengapa, Robbie Fowler menilai, Liverpool mendapat masalah jelang dimulainya musim 2019/20. Sosok yang memperkuat The Reds pada 1993-2001 ini berharap, Klopp memiliki solusi untuk mengatasinya.

“Sudah cukup buruk. Piala Amerika tidak akan selesai hingga 7 Juli. Itu berarti, Roberto Firmino dan Alisson (Becker) mungkin tidak akan kembali berlatih hingga Agustus,” kata Fowler menyebut dua pemain yang memperkuat tim nasional (timnas) Brasil. Tim Samba sudah mencapai semifinal untuk menghadapi Argentina, malam nanti.


Baca Juga :
- Performa Debut Membuktikan Striker Baru Southampton Prospektif
- Aktivitas di Bursa Transfer Jadi Bukti Ambisi Besar Aston Villa


Jika menang, Brasil melaju ke final untuk menghadapi salah satu di antara Cile atau Peru (7/7). Andai kalah, mereka mengikuti perebutan tempat ketiga yang berlangsung sehari sebelumnya.

“Namun, Piala Afrika lebih gila lagi. Sebab, tidak berakhir hingga pekan ketiga Juli,” Fowler, menambahkan. “Ada peluang bagus bagi (Mohamed) Salah dan (Sadio) Mane yang akan melangkah ke perempat final. Hanya, itu berarti, mereka kehilangan waktu pada awal musim. Ini juga buruk bagi Liverpool. Sebab, Salah bermain untuk negaranya  yang tentu sangat diandalkan.”

Pernyataan sosok yang 23 April lalu menangani Brisbane Roar di Liga Australia ini beralasan. Piala Afrika telah menimbulkan korban bagi Liverpool dengan cederanya Naby Keita. Kapten Guinea ini harus absen saat menghadapi Burundi pada laga terakhir Grup B Piala Afrika 2019 (30/6).

“Meski tidak serius, cedera itu membuat Keita tidak bisa tampil. Menurut saya, para pemain butuh istirahat untuk menyegarkan diri setelah bermain begitu banyak sepanjang musim,” Fowler, mengungkapkan. Sayangnya, kekhawatiran itu sulit diredam. Sebab, bagi setiap pemain, tentu mendapat kehormatan untuk memperkuat negaranya di turnamen kontinental.

Rahasia di Jalan

Di sisi lain, pemain yang berasal dari Eropa justru menikmati libur sejak awal Juni. Termasuk, Virgil van Dijk yang bulan lalu hanya dua kali memperkuat Belanda di Liga Nasional Eropa. Bek 27 tahun ini pun akan kembali mengikuti pramusim Liverpool dengan bugar. Van Dijk tak sabar untuk melakoni musim keduanya berseragam The Reds.

“Saya mendapat banyak manfaat dari duel satu lawan satu dalam sepak bola jalanan,” kata Van Dijk yang dinobatkan UEFA sebagai pemain terbaik pada final Liga Champions 2018/19 saat Liverpool membungkam Tottenham Hotspur 2-0. Pria kelahiran Breda, 8 Juli 1991 ini pun mengisahkan rahasianya sebagai salah satu bek terbaik di Eropa.

“Sejak kecil, saya senang jadi striker. Dengan cara itu, saya memahami apa yang dipikirkan penyerang,” Van Dijk, mengungkapkan. “Saran apa yang bisa saya berikan untuk bek pada masa depan? Anda harus tetap rendah hati, bekerja keras, dan menikmati setiap perjalanan yang dilalui. Ini hal penting yang harus saya sampaikan kepada pemain muda.”*CHOIRUL HUDA

I
Penulis
I Gede Ardy E
news