news
TOP FEATURE FOOTBALL
Pasang Target 1.000, Fakhri Husani Dapat 1.200
02 July 2019 12:56 WIB
berita
Pelatih timnas U-19 Fakhri Husaini rutin melakukan juggling bola - Foto TopSkor Sumargo Pangestu
SENIN (1/7) pagi, tepatnya di tengah Stadion Wibawa Mukti, Cikarang terlihat seorang lelaki berkumis, mengenakan topi, kaus pendek serta celana training panjang dan sepatu model running tengah serius melakukan juggling bola. Bola ditatapnya dengan penuh konsentrasi sembari menggoyangkan kakinya naik turun. Kelihatannya lelaki tersebut sedang menjalani sebuah misi.

Ya betul saja, dia adalah Fakhri Husaini, pelatih kepala timnas Indonesia U-19. Fakhri sedang menyelesaikan misinya menimang bola sesuai jumlah yang ia targetkan biasanya mencapai angka ribuan.




Baca Juga :
- Akira Nishino Coba Selamatkan Pelatih Timnas U-19 Thailand yang Sedang Hancur
- Hancurnya Mimpi Thailand Wujudkan Mimpi Lolos ke Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia




Jika dilihat secara langsung kemampuan olah bola lelaki 53 tahun itu tetap sama saat dirinya masih berstatus sebagai pesepak bola profesional ketika menghuni PKT Bontang ataupun Petrokimia.

Menimang-nimang bola bisa dibilang menjadi kegiatan wajib yang Fakhri lakukan saat memimpin latihan Rendy Juliansyah dan kawan-kawan. Tentu ia melakukan hal tersebut ketika mempunyai waktu senggang.


Baca Juga :
- Undian Grup Piala Asia U-19 2020, Indonesia Masuk Pot 2
- Berlangsung di Uzbekistan, Ini Jadwal Piala Asia U-19 2020


Walaupun waktunya tidak cukup lama ia dapat menimang lebih dari seribu sentuhan. Meski sesekali bola itu jatuh ke tanah dan sedikit melirik anak asuhnya yang tengah menjalani perintahnya. Mungkin itu siasatnya untuk mengambil nafas.

“Saya setiap hari latihan itu (juggling bola), target saya adalah 1.000 juggling setiap hari. Kalau anak-anak sedang cooling down ataupun pemanasan. Total saya harapkan dapat 1.000, tadi saya dapat 1.200 juggling, ya lumayanlah,” ucap pelatih yang pernah membawa timnas U-16 menjadi jawara Piala AFF U-16 2018 itu.

Bisa dibiliang ini merupakan satu dari beberapa rangkaian kegiatan Fakhri untuk menjaga kondisi tubuhnya agar tetap prima saat memimpin latihan. Seperti diketahui, Fakhri sempat jatuh sakit ketika memimpin seleksi timnas U-19 tahap kedua lalu. Kala itu ia sempat dirawat di rumah sakit selama tiga hari. 

“Ya mungkin waktu itu karena makannya tidak terkontrol sehingga perut saya itu kayak begah atau penuh gitu. Tapi sekarang sudah aman, saya sudah baik,” kata Fakhri. Saat memimpin latihan ia berusaha membuat badannya terus bergerak sehingga dapat mengeluarkan keringat.

Seusai melakuan juggling, ia ditemani asisten pelatih timnas U-19 Mahruzar Nasution berjalan memutari bagian dalam lapangan Stadion Wibawa Mukti selama 30 menit. Ini yang menjadi kunci pelatih kelahiran Lhokseumawe, Aceh itu supaya terlihat energik dan segar di hadapan Amirrudin Bagas Kahfa dan kawan-kawan.

Sejatinya bukan hanya Fakhri, pelatih timnas U-23 Indra Sjafri juga melakukan kegiatan serupa. Indra biasa melakukan joging pendek sambil menunggu bus yang mengantar pemain datang ke lapangan.

Bima Sakti Tukiman yang kala itu menjabat sebagai pelatih kepala timnas senior juga demikian. Mulai berangkat hingga kembali, Bima lebih memilih untuk berlari dari Hotel Sultan Senayan tempat tim menginap menuju lapangan latihan yang kala itu dilakukan di Stadion Madya, Senayan.*SUMARGO PANGESTU

 

R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news