BULUTANGKIS
Bandung Harus Punya GOR Bulu Tangkis Internasional
01 July 2019 12:30 WIB
berita
GOR KONI saat menggelar Djarum Sirnas.
BANDUNG - Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Li-Ning Jawa Barat Terbuka 2019 diharapkan membuka mata Pemerintah Daerah untuk segera merealisasikan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) bulu tangkis berstandar internasional.

Bayangkan, dua dari tiga GOR yang dipergunakan, Pajajaran dan Tri Lomba Juang, bisa dikategorikan jauh dari layak. Sementara, GOR Bandung yang terletak di Jalan Jakarta, hanya megah namun tak bisa memberi kenyamanan untuk penonton.


Baca Juga :
- Hasil Semifinal Bulu Tangkis China Open 2019, Sabtu 21 September
- Angkat Besi dan Bulu Tangkis Sepakat Olahraga dan Kepemudaan Dipisah




Padahal, Djarum Sirnas Jawa Barat Terbuka tak hanya diikuti oleh peserta dalam negeri. Tercatat ada pemain dari Jepang, Malaysia, dan Denmark. Ironisnya, mereka harus berlaga di GOR yang bukan dikhususkan untuk bulu tangkis.

GOR Pajajaran dan Tri Lomba Juang sejatinya untuk bola basket yang disulap jadi arena badminton. Bahkan, sebelum digunakan, panitia harus bekerja ekstra menutupi kekurangan di dua bangunan yang terletak di Komplek Olahraga Pajajaran itu.


Baca Juga :
- Merayakan Ulang Tahun Tan Joe Hok, Pionir Bulu Tangkis Indonesia
- Baru 16 Menit Main di Barca, Griezmann Sudah Ditekel Keras Jorginho, Untung Tidak Cedera


“Misalnya, lampu, karena GOR Pajajaran dan Tri Lomba Juang ini sebenarnya untuk basket. Sudah saatnya Bandung memiliki GOR bulu tangkis berskala internasional,” kata Gianto Hartono, Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Harian Pengprov PBSI Jawa Barat.

Pria yang akrab disapa Ugi itu mengatakan, sudah menjadi tugas Pemerintah guna merealisasikan hal tersebut. “Kita semua tahu olahraga ini mendunia, negara harum berkat badminton. Jadi, saatnya kita punya gedung berstandar internasional,” ujarnya.

“Saya kira, sebagai insan olahraga, tinggal mendukung Pemerintah apakah jeli melihat kondisi ini. Lebih bagus jika para pimpinan di Jawa Barat menyukai olahraga bulu tangkis hingga harapan memiliki GOR internasional akan terwujud,” Ugi menambahkan.

Kendati demikian, Ugi mengapresiasi stakeholder khususnya sponsor yang sering memilih Jawa Barat, khususnya Bandung, sebagai tuan rumah berbagai turnamen bulu tangkis. Tidak terkecuali yang berskala internasional.

Hal itu menunjukkan Jawa Barat memiliki atmosfer yang bagus. Apalagi, banyak pemain-pemain dunia yang berasal dari Tanah Pasundan. “Butuh sinergi dari semua elemen untuk menuju ke arah sana,” ujar Ugi.

“Dalam hal ini, tak bisa hanya PBSI. Kalau seandainya Pemerintah tak mengapresiasi, bagaimana? Justru, kami sangat berterima kasih kepada sponsor apalagi turnamen yang baru saja berakhir ini berjalan sukses,” Ugi menuturkan.*ARIEF NUGRAHA KUSUMANINGRAT

 

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news