news
ONE CHAMPIONSHIP
Atlet MMA Indonesia dan Hari Harganas
29 June 2019 21:11 WIB
berita
JAKARTA - Hari Keluarga Berencana Nasional (HARGANAS) diperingati setiap 29 Juni. Sebuah gerakan nasional berawal dari kesadaran masyarakat akan pentingnya membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera.

Program Keluarga Berencana di Indonesia terlebih dahulu digagas pada 23 Desember 1957 oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia atau PKBI. Dalam masa pemerintahan almarhum presiden Soeharto, program Keluarga Berencana (KB) mulai mendapat pengakuan dan dimasukkan dalam program pemerintah.




Baca Juga :
- Putri Indonesia Ini Tantang Petarung Populer AS
- Prediksi Stefer Terkait Pertarungan Amir Khan




Beberapa atlet mixed martial arts (MMA) Indonesia yang bernaung di bawah ONE Championship juga berbagi soal keluarga dan pandangan mereka tentang program KB. Kali ini, seorang atlet divisi flyweight ONE, Rudy “The Golden Boy” Agustian, serta Adrian “Papua Badboy” Mattheis dan Egi Rozten dari divisi strawweight mengungkapkan pemikiran mereka.

Apakah program Keluarga Berencana ini diterapkan dalam keluarga Anda?


Baca Juga :
- Anthony Engelen Kenang Sosok Pahlawan Dalam Kehidupan Pribadinya
- Bagaimana Anthony Engelen Membaca Ruang Ketika Berlaga di ONE Championship


Rudy Agustian (RA): Saya hanya ingin satu anak aja. Karena biaya dan kesibukan, saya rasa satu saja cukup. Biaya hidup dan biaya sekolah semakin mahal. Lagipula, saya tidak mau membagi cinta; cukup satu saja, putri saya.

Adrian Mattheis (AM): Rasanya ayah dan ibu saya tidak menerapkan KB karena saya lahir sebagai salah satu dari lima bersaudara.

Egi Rozten (ER): Kedua orang tua saya sepertinya menerapkan KB, karena saya adalah salah satu dari dua bersaudara.

Menurut Anda program KB masih akan bermanfaat untuk masyakarat Indonesia?

RA: Saya pikir hal ini akan sangat bermanfaat, agar kehidupan anak ini juga akan lebih terfokus dan memiliki kualitas. Bayangkan jika ada keluarga sederhana dengan empat orang anak. Biaya untuk anak akan terbagi menjadi empat, dan belum tentu mereka dapat bersekolah di tempat yang berkualitas. Pemenuhan kebutuhannya juga akan jadi seadanya, ekonomi keluarga pun akan tersedot untuk kebutuhan keempat anak tersebut.

AM: Mungkin masih kurang bermanfaat atau kurang sosialisasi, karena di tempat asal saya, banyak keluarga yang jumlah anaknya lebih dari keluarga kami; bahkan ada yang sampai memiliki delapan anak.

ER: Saya pribadi berpikir bahwa program KB sangat bermanfaat untuk masyarakat Indonesia, demi mensejahterakan rakyat dan mengendalikan kelahiran serta pertambahan penduduk.

Apakah Anda sudah berkeluarga? Maukah Anda menerapkan program KB jika berkeluarga?

RA: Saya sudah berkeluarga dan mengikuti program KB. Kami memiliki satu putri, dan saya rasa itu sudah cukup. ‘KB is the way’.

AM: Saat ini saya belum berkeluarga, tapi mungkin kalau sudah waktunya, saya akan mencoba program KB ini.

ER: Jika saya sudah memiliki keluarga sendiri, pastinya saya akan terapkan KB untuk kesejahteraan keluarga saya.*

loading...
news
Penulis
Suryansyah
news
news