LIGA INTERNASIONAL
Kutukan Barradas
29 June 2019 14:25 WIB
berita
SALVADOR – Sebagian fan Uruguay khawatir terhadap Stadion Manuel Barradas, tempat Luis Suarez dan kawan-kawan melakukan latihan jelang menghadapi Peru dalam laga perempat final Piala Amerika 2019, Sabtu (29/6) atau Minggu dini hari WIB. Pasukan Oscar Tabarez memang mendapatkan jatah tempat latihan di stadion tersebut sedangkan Peru mendapat tempat latihan di Stadion Pituacu.

Mereka (pendukung) Uruguay mulai mengkaitkan kesulitan atau kegagalan sejumlah klub yang berlatih di stadion tersebut. Ya, kontestan yang pernah berlatih di Manuel Barradas justru mengalami kekalahan atau imbang. Sebaliknya, tim yang berlatih di Pituacu meraih kemenangan. Al Barradao, demikian fan Uruguay mulai menamakan stadion milik klub Vittoria tersebut.


Baca Juga :
- Target Banyak Klub
- Ditakuti!




Korban pertama Al Barradao adalah timnas Argentina yang mengalami kekalahan 0-2 dari Kolombia pada pertandingan pertama penyisihan grup. Sebelum pertandingan tersebut, Tim Tango memang berlatih di Stadion Manuel Barradas sedangkan Kolombia di Pituacu. Korban selanjutnya adalah Brasil. Tim tuan rumah bahkan tidak mampu meraih kemenangan saat lawan Venezuela (0-0) pada pertandingan kedua grup. Korban ketiga adalah Ekuador yang kalah 1-2 dari Cile.

Argentina, Brasil, dan Ekuador, mengalami kesulitan atau hasil buruk setelah sebelumnya berlatih di Stadion Manuel Barradas. Sedangkan Stadion Pituacu justru seperti memberikan keberuntungan bagi Kolombia, Venezuela, dan Cile. Benar atau tidak, keberuntungan sempat mendekati Paraguay dalam laga ketiga (penentuan lolos ke perempat final) lawan Kolombia.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Ney+Grizzi?
- INFOGRAFIS: Coutinho Kembali


Kolombia sendiri sudah memastikan tiket ke perempat final jelang laga tersebut. Dan, meski Paraguay kalah dari Kolombia, mereka tetap lolos ke perempat final sebagai predikat peringkat ketiga terbaik. Tim yang sepanjang penyisihan grup tidak pernah menang (dua kali imbang dan sekali kalah), tapi berhasil lolos. Ada yang meyakini bahwa kemujuran itu terjadi salah satunya karena Paraguay berlatih di Pituacu sebelum laga tersebut.

Benar atau tidak, sejumlah anggapan seperti itu memang seringkali muncul dalam ajang Piala Amerika. Namun, tentu semua itu bisa dipatahkan oleh Charrua—julukan timnas Uruguay. Suarez, Edinson Cavani dan kawan-kawan tentu tidak terpengaruh terhadap isu tersebut. Bagi mereka sederhana caranya: menguasai pertandingan, mencetak gol, dan menang untuk ke semifinal.

Sarat Gol
Uruguay adalah raja untuk Piala Amerika dengan koleksi 15 gelar yang mereka raih. Piala Amerika 2019 ini momentum bagi mereka untuk menegaskan kembali sebagai tim dengan tradisi juara. Suarez dan Cavani masing-masing telah menorehkan dua gol dalam ajang Piala Amerika kali ini. Dua gol lainnya diciptakan Jose Gimenez dan Nicolas Lodeiro.

Dalam pertandingan ini pula menjadi duel bagi dua mesin gol masing-masing tim. Uruguay memiliki Suarez dan Peru dengan Paolo Guerrero. Keduanya merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi masing-masing timnya. Guerrero telah menorehkan 37 gol dari 96 laga dan dia merupakan pemain di posisi kelima yang paling banyak tampil dengan timnas. Sedangkan Suarez telah menorehkan 58 gol bagi Uruguay dari 118 laga.

Guerrero telah bermain dalam lima edisi Piala Amerika dan salah satu pencetak gol Peru di ajang ini dengan 12 gol. Total, Guerrero telah bermain dalam 22 laga pada ajang Piala Amerika. Sebaliknya, Suarez telah tampil dalam tiga edisi Piala Amerika dan menorehkan enam gol dari sembilan pertandingan yang dia mainkan. Salah satu yang sukses adalah ketika membawa Uruguay juara Piala Amerika 2011 dan dia pun tampil sebagai pencetak gol terbanyak.* Irfan Sudrajat


 

n
Penulis
nana sumarna
news