news
INFOGRAFIS
Pelatih Maroko Kerap Bawa Sial Pantai Gading
28 June 2019 07:50 WIB
berita
Winger Pantai Gading Nicolas Pepe (kanan) coba menahan gelandang Afrika Selatan Dean Furman pada laga pertama Grup D Piala Afrika di Stadion Al Salam, Kairo, Mesir, Senin (24/6) lalu.
KAIRO - Duel tim nasional Maroko melawan Pantai Gading di Stadion Al Salam, Kairo, Mesir, Jumat (28/6), bakal sangat menentukan dalam perebutan juara Grup D Piala Afrika. Kedua tim sama-sama membuat start positif dengan memenangi laga pertama. Maroko menekuk Namibia 1-0 dan Pantai Gading menang dengan skor serupa atas Afrika Selatan.

Maroko hanya pernah sekali jadi juara Piala Afrika, 1976. Tapi, The Atlas Lions diperhitungkan sebagai salah satu kandidat juara di Mesir ini. Salah satu alasannya adalah keberadaan Herve Renard di kursi pelatih.




Baca Juga :
- Ajax Tidak Boleh Tersandung
- Wenger Minta Arsenal Bersabar Terkait Adaptasi Pepe




Sejak ditangani pelatih asal Prancis itu, Maroko mengalami peningkatan pesat. Renard diangkat sebagai pelatih timnas Maroko pada Februari 2016, saat mereka tengah terpuruk lantaran gagal lolos ke Piala Afrika 2015. Di bawah asuhannya, The Atlas Lions langsung memulihkan reputasi sebagai salah satu kekuatan terbesar di pentas sepak bola Benua Hitam dengan menembus perempat final Piala Afrika 2017.

Pelatih 50 tahun ini melanjutkan suksesnya dengan membawa Maroko lolos ke putaran final Piala Dunia 2018, penampilan pertama mereka di turnamen akbar itu sejak 1998. Kepiawaian Renard sebagai pelatih bukan cerita baru. Dia pernah membawa Zambia meraih gelar Piala Afrika untuk kali pertama sepanjang sejarah pada 2012.


Baca Juga :
- Arsenal Kembali ke Komposisi Terbaik
- Arsenal Berusaha “Menyukai” Liga Europa


Renard kemudian mengulang sukses yang sama bersama Pantai Gading pada 2015. Ironisnya, mantan bek itu malah menjadi momok bagi The Elephants sejak dia menjabat sebagai pelatih timnas Maroko. Renard selalu menang dalam kedua pertemuan dengan bekas tim asuhannya tersebut.

Pada pertemuan di fase grup Piala Afrika 2017, Maroko asuhan Renard menekuk Pantai Gading 1-0 sehingga tim yang saat itu berstatus juara bertahan tersebut gagal lolos ke 16 besar. Dia lalu membawa The Atlas Lions menang 2-0 di kandang The Elephants pada kualifikasi Piala Dunia 2018. “Ini pertandingan yang istimewa buat saya,” kata Renard soal duel Maroko melawan Pantai Gading.

Selain faktor Renard, Maroko juga diperhitungkan lantaran memiliki sejumlah pemain yang berkibar di Eropa. Salah satunya winger AFC Ajax, Hakim Ziyech. Pemain 26 tahun ini jadi salah satu kunci sukses De Amsterdammers meraih double, Eredivisie dan Piala Belanda, musim lalu serta menembus semifinal Liga Champions.

Kendati demikian, Pantai Gading bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Meskipun tidak lagi memiliki striker sekaliber Didier Drogba, The Elephants kini diperkuat oleh sejumlah penyerang yang mulai menunjukkan ketajaman di depan gawang. Di antaranya winger Lille OSC, Nicolas Pepe.

Pemain 24 tahun ini merebut perhatian publik sepak bola Eropa musim lalu lantaran aksi impresifnya bersama Lille di Ligue 1 2018/19 lalu. Ia membukukan 22 gol dalam 38 laga di kompetisi elite Prancis itu untuk membawa Les Dogues finis sebagai runner-up, prestasi tertinggi sejak 2010/11. Koleksi gol Pepe juga hanya kalah dari bocah ajaib Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe, yang mencetak 33 gol.

Pantai Gading juga meyakinkan dalam laga pertama melawan Afrika Selatan. Meski hanya menang tipis, The Elephants mendominasi pertandingan dan seharusnya bisa membukukan lebih banyak gol.

Tapi, pelatih Ibrahim Kamara tetap bersyukur dengan hasil yang diraih pasukannya. “Hasil akhir lebih penting daripada performa di lapangan. Penting bagi kami untuk tidak gagal meraih poin penuh di laga pembuka,” ucapnya. “Kami melakukan sejumlah kesalahan, tapi kami akan mencoba memperbaikinya dalam laga-laga berikutnya. Tim kami masih mudah dan masih belajar. Kami punya 23 pemain bagus dan siapapun yang dimainkan akan menjalankan tugasnya dengan baik.”*** RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

 

 

 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news