news
LIGA ITALIA
Sarri Minta Ekspektasi kepada Juve Diturunkan
28 June 2019 12:26 WIB
berita
Pelatih Maurizio Sarri (kedua dari kiri) mendapat kebebasan dari direksi Juventus.-Topskor.id/istimewa-
TURIN – Liga Champions adalah ambisi Juventus FC dalam hampir tiga dekade terakhir. Meski diterpa rentetan kegagalan, Si Nyonya Tua tak pernah menyerah. Mereka akan terus mencoba sampai trofi kuping besar kembali berlabuh di Turin. Musim depan tak ada bedanya, rencana besar disusun demi jadi yang terbaik di Eropa.

Kendati demikian, pelatih Maurizio Sarri tak mau anak buahnya terbeban oleh harapan publik. Dia meminta tekanan dari mereka dikurangi.




Baca Juga :
- Ronaldo Bisa Diganjar Sanksi 2 Tahun, Rekan Setim Juventus Berharap Permohonan Maaf
- Peringatan Bagi CR7




“Kemenangan adalah buah dari kerja keras. Kami ingin memperpanjang rangkaian sukses dan menjalani pengalaman di Eropa. Juve berkuasa di Italia, membuat semua berpikir harus juara Liga Champions tapi tidak bisa begitu. Ada setidaknya 10 klub top, lima di antaranya dari Inggris. Tidak mudah. Ketika bangun pagi, target saya hanya satu: menang,” ujarnya seperti dilansir situs resmi I Bianconeri

Belajar dari tragedi musim lalu, ketika disingkirkan secara pahit oleh AFC Ajax, petinggi Juve berbenah. Mereka sadar, Cristiano Ronaldo saja tidak cukup untuk memenangkan turnamen elite Eropa. Butuh peningkatan signifikan dalam skuat, seorang pemimpin ruang ganti, juga pelatih anyar dengan ide segar.


Baca Juga :
- Vieira: Pentingnya Mengetahui Mengapa Ronaldo Tidak Bahagia di Juventus
- Ronaldo Ngambek Diganti Sarri, Juventus Tak Beri Sanksi


Sejauh ini, pergerakan Juve sangat nyata. Mereka sudah mendatangkan Aaron Ramsey buat lini tengah, juga hampir sepakat dengan US Sassuolo untuk memboyong bek Merih Demiral. Berikutnya, Adrien Rabiot akan menyusul setelah menyelesaikan persoalan kontrak dengan Paris Saint-Germain (SPG). Yang paling ditunggu, tentu saja kapten Ajax Matthijs De Ligt. Palang pintu rebutan klub-klub besar itu diyakini sudah sepakat dengan Juve.

Ketika berpisah dengan Massimiliano Allegri, bulan lalu, petinggi I Bianconeri bertekad mencari pelatih beda karakter. Inilah yang mendasari kedatangan Sarri, sosok yang memuja keindahan sepak bola dan permainan menyerang.

“Saya ingin kembali ke Italia setelah setahun di luar negeri. Juve mencari saya, sebuah klub dengan determinasi, meyakinkan dan kompak. Saya memutuskan dengan cepat, meski dua tahun lalu mereka adalah musuh bebuyutan. Kegigihan klub mencari saya, langsung membuat saya yakin,” tecnico tersebut mengisahkan awal keputusannya bergabung dengan si Nyonya Besar.

Seiring dengan datangnya Sarri, Juve berada dalam periode transisi. Untuk memperlancar prosesnya, dibutuhkan pesepak bola karismatik untuk membantu Sarri dan kapten Giogio Chiellini.

Inilah yang melatarbelakangi  kembalinya Gianluigi Buffon. Di lapangan, calon kiper kedua mungkin akan menjadi pelapis Wojciech Szczesny. Namun, dia menjelma sebagai pemimpin ruang ganti.

Masih ada satu bulan untuk membangun tim sebelum fokus pada musim baru, Juve akan terus bergerak di mercato. Bukan sekedar membeli, tapi juga membersihkan skuat dari para pemain yang tak dibutuhkan. Satu di antara Mario Mandzukic atau Gonzalo Higuain mungkin pergi, Moise Kean berbakat tapi perlu menit reguler, Sami Khedira juga bisa dilepas karena terlalu sering dibekap cedera. Penjualan Joao Cancelo ke Manchester City FC akan menghasilkan banyak uang, bisa dipakai mengejar Federico Chiesa.* Dari Berbagai Sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news