news
UMUM
PBVSI Pilih Korsel untuk Pelatih Timnas Putra
27 June 2019 14:00 WIB
berita
Rivan Nurmulki
JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) sudah memilih pelatih untuk menangani tim putra dan putri SEA Games XXX/2019 Filipina, 30 November-10 Desember. Meski belum mengumumkan, sosoknya sudah jelas.

Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo mengatakan, arsitek putra berasal dari Korea Selatan (Korsel). Pelatih asing memang dipilih agar Rivan Nurmulki dan kawan-kawan mampu menghancurkan dominasi Thailand di Asia Tenggara.




Baca Juga :
- Persaingan Menuju Calon Bintang Voli Indoor Dimulai
- Update Hasil dan Klasemen Piala Dunia U-17 2019, Kamis Pagi Hari WIB




Alasan dipilihnya Korsel karena Indonesia memiliki kerja sama dengan Federasi Voli Korea Selatan (KOVO). Selain itu, Negeri Ginseng juga punya prestasi mumpuni hingga para pevoli Merah Putih diharapkan bisa mengembangkan skill.

“Indonesia punya target emas di voli indoor putra. Oleh karena itu, pemilihan pelatih tak bisa main-main. Setelah melakukan kontak dengan beberapa federasi luar (negeri), kami memilih Korsel. Sosoknya cukup beprestasi,” ujar Imam.


Baca Juga :
- Menpora Yakin Cabor Voli Bisa Sumbang 3 Medali Emas di SEA Games 2019
- Hasil Final Bulu Tangkis French Open 2019, Indonesia dan Korsel Terbanyak


Sedangkan untuk tim putri, mengarah kepada Octavian. Sebelumnya, PP PBVSI sudah mewawancarai tiga pelatih asal Jawa Barat (Jabar). Tak hanya Octavian, ada pula nama Risco Herlambang dan Teddy Hidayat.

Indikasi dipilihnya Octavian karena menangani Jakarta PGN Popsivo Polwan dalam Piala Perdamaian 2019. Ia pun mengaku sudah diminta secara lisan untuk menangani Aprilia Santini Manganang dan kawan-kawan.

Namun, ia belum berani memastikan. “Yang jelas, proses pelatnas bakal terhambat karena ada Pra-PON, awal Juli. Lalu, 18 (Juli), Kejuaraan Asia. Oktober ada Livoli. Pertanyaannya, apakah timnas boleh main di Livoli?” katanya.

Meski begitu, Octavian pun mengaku siap memenuhi target perak yang dipancang PBVSI walau terkendala waktu. “Persiapan harus matang. Jika sudah resmi, perubahan juga akan saya lakukan. Harus berani kembangkan junior,” ujarnya.

Saat ditanya soal kuota 60 persen pemain senior dan 40 persen junior dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), PBVSI akan melihat situasi. Jika tak memungkinkan, mereka tetap menjalankan rencana awal, 100 persen pemain elite.

SEA Games 2019 akan jadi kesempatan voli indoor, khususnya putra, kembali meraih emas. “Kami tentu harus berusaha memenuhi apa yang diminta Kemenpora. Tapi, kalau tidak bisa, ya apa boleh buat,” kata Octavian.*KRISNA C. DHANESWARA

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news