INFOGRAFIS
PSM Tersingkir, Indonesia Belum Mampu Bersaing
27 June 2019 11:43 WIB
berita
Striker PSM Eero Markkanen ditekel kiper Becamex BD - TopSkor/Ady Sesotya
CIBINONG – Kualitas sepak bola Indonesia masih menengah untuk level Asia. Tampil dalam kompetisi kasta kedua Asia, Piala AFC 2019, wakil Indonesia belum bisa berbicara banyak. Setelah Persija tak lolos babak grup, giliran PSM menyudahi kiprahnya dalam ajang kontinental ini, Rabu (26/6) sore.

Sejak pertama Piala AFC digelar, yakni pada 2004, belum ada wakil Indonesia yang berhasil menembus babak final. Satu-satunya wakil Asia Tenggara yang pernah jadi kampiun adalah Johor Darul Ta’zim pada 2015 lalu. Adapun wakil Thailand lebih dominan tampil di Liga Champions Asia.


Baca Juga :
- Piala AFF U-18, Kalahkan Indonesia, Pelatih Malaysia: Pemain Saya Sudah Teruji
- Piala AFF U-18, Komentar Fakhri Husaini Usai Indonesia Kalah dari Malaysia




Pencapaian terbaik wakil Indonesia dalam ajang ini ditorehkan Persipura pada 2014 silam. Ketika itu, Mutiara Hitam, julukan Persipura, terhenti pada babak semifinal. Torehan ini sangat istimewa, mengingat Persija, Bali United, dan PSM, yang dalam dua tahun jadi wakil Indonesia, gagal impresif.

Memang Persija (pada 2018) dan PSM melaju ke babak semifinal, tetapi hanya untuk kawasan Asia Tenggara. Sedangkan Persipura, menembus semifinal antarkawasan. Pada 2014, format kompetisi belum dibagi perkawasan (Asia Tenggara, Timur, Tengah, Barat, dan Selatan). Format perkawasan baru digunakan sejak 2018.


Baca Juga :
- Semifinal Piala AFF U-18, Perpanjangan Waktu Indonesia Kalah dari Malaysia 3-4
- Semifinal Piala AFF U-18, Indonesia Vs Malaysia 3-3, Lanjut Perpanjangan Waktu


Dengan kiprah wakil Indonesia yang tak cemerlang, jatah untuk tampil langsung di Liga Champions Asia semakin menipis. Agar jatah Indonesia meningkat, pencapaian wakil Indonesia di Asia harus mentereng. Saat ini, posisi Indonesia dalam Ranking Kompetisi AFC adalah 27 dengan 8.200 poin.

Dengan ini, musim depan, jatah tampil Indonesia dalam kompetisi Asia masih sama seperti musim ini. Yakni, satu tim akan berjuang menembus Liga Champions Asia lewat babak eliminasi fase terbawah. Adapun jenjang menuju kompetisi adalah fase satu, fase dua, dan babak play-off

Telat Panas

Menjamu Becamex Binh Duong di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, tim asuhan Darije Kalezic itu unggul 2-1, namun tak bisa melaju ke babak final zona Asia Tenggara. Pasalnya, dalam laga pertama di markas Becamex, Juku Eja, julukan PSM, menyerah 0-1. Artinya, meski agregat gol 2-2, Becamex unggul gol tandang.

Dalam laga yang dihadiri 1.823 penonton itu, PSM tertinggal lebih dahulu pada injury time babak pertama, lewat sundulan Wander Luiz Dias, memanfaatkan situasi sepak pojok. PSM baru bisa membalas pada menit ke-75, itu pun lewat gol bunuh diri Ho Tan Tai. Satu gol lainnya dilesakkan Aaron Evan pada menit ke-87.

Kalezic mengakui dirinya kecewa dengan fakta PSM gagal melaju ke final zona ASEAN. Dalam kacamatanya, seluruh pemain sudah menunjukkan performa terbaik. Penampilan Willem Jan Pluim dan kawan-kawan pun sudah jauh meningkat dibanding dengan performa leg pertama di Vietnam.

“Saya bangga pada semua  pemain saya hari ini (kemarin). Itu adalah reaksi pertama, jujur dari hati saya. Saya kira para pemain saya sudah mewakili Indonesia dan mempersembahkan sesuatu yang bagus di mata pecinta sepak bola Indonesia. Dan, mereka  layak mendapat  pujian,” kata Kalezic seusai laga.

Sementara itu, pelatih Becamex Nguyen Thanh Son jujur mengatakan penampilan buruk Abdul Rahman, membuat timnya berhasil mencuri satu gol. “Tim kami bermain baik, khususnya pada babak pertama, tapi sayangnya pada babak kedua para pemain kurang konsentrasi, sehingga PSM mencetak dua gol,” katanya.*** Sumargo Pangestu

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news