LIGA 2
Bandung Untung, PSGC Buntung
27 June 2019 11:23 WIB
berita
Suasana latihan Bandung United di Bandung - TopSkor/Sri Nugroho
CIAMIS – Derbi Pasundan antara PSGC Ciamis vs Bandung United resmi ditunda. Laga ini urung digelar pada Kamis (27/6) di Stadion Galuh, Ciamis. Penyebabnya, Polres Ciamis tidak memberikan rekomendasi izin keramainan karena bersamaan dengan agenda politik di Mahkamah Konstitusi.

“Hasil rapat dengan match com, Panpel dan kedua tim yang akan bertanding, sepakat laga ditunda. Selanjutnya dikembalikan pada PT LIB untuk menjadwal ulang. Awalnya match com meminta laga bergeser satu hari ke Jumat (28/6), tapi kami menolak karena izin keamanan belum jelas,” kata Ridwan Firdaus, Sekretaris Tim Bandung United.




Baca Juga :
- Jalani 15 Laga dalam 9 Pekan, Ini Untung dan Ruginya bagi Persija
- Derbi Jabar Milik Bandung United, Posisi Liestiadi Aman




Pelatih Bandung United Liestiade, menilai pengunduran sehari, tetap berisiko. “Siapa yang berani menjamin sehari setelah sidang MK, situasi politik bakal aman? Makanya kami memilih menyerahkan pada LIB menjadwal ulang. Bagusnya, laga digelar setelah semua laga wajib putaran pertama selesai,” ujar Liestiadi.

Sejatinya, penundaan jadwal ini sangat mendadak. Bahkan, Bandung United selaku tim tamu sudah menggelar persiapan di Ciamis. Mereka langsung menuju Ciamis, sehari setelah bentrok dengan PSCS. Mereka terpaksa angkat koper dan kembali ke Bandung, Rabu (26/6), setelah pertandingan dipastikan ditunda.


Baca Juga :
- Persita vs PSGC, Persita Bakal Main Merapat
- Bisa Jadi Batu Sandungan, PSMS Pantang Remehkan PSGC


“Siang ini (kemarin) kami langsung kembali ke Bandung. Besok (hari ini) kami sudah kembali latihan lagi. Kami akan mempersiapkan diri untuk laga kandang melawan PSPS Riau. Konsentrasi kami sudah mengarah ke sana. Karena laga harus selesaikan dengan meraih poin penuh,” Liestiadi menjelaskan.

Penundaan jadwal melawan PSGC, diakui Liestiadi, sangat menguntungkan timnya. Persiapan Tantan dan kawan-kawan menjelang bentrok dengan tim berjuluk Askar Bertuah itu semakin panjang. Kekurangan tim yang menonjol selama ini pun bisa ditutupi. Harapannya, performa Bandung United semakin kompetitif.

Sedangkan PSGC menilai, pegunduran jadwal laga ini sangat merugikan. Pasalnya, mereka gagal mendapatkan modal untuk terbang ke markas Sriwijaya FC, pekan depan. Apalagi situasi kompetisi sedang berpihak pada PSGC, di mana lawan sedang bermasalah dengan kebugaran.

“Bukan kami anggap remeh Bandung United. Target kami memang poin penuh saat menjamu mereka. Sebagai balasan atas kekalahan sebelumnya dari Persita. Sehingga, kami punya tabungan angka saat away ke Palembang. Dengan modal tiga angka, beban mental away agak ringan,” kata Herrie Setyawan, pelatih PSGC.

Dengan demikian, pekerjaan Jose, sapaan akrab Herrie, kian berat. Pelatih berkepala plontos itu harus memulihkan mentalitas anak asuhnya yang gagal bertarung dengan Bandung United. Padahal, persiapan yang digebernya sudah sangat matang. Ia khawatir psikologis pemain terganggu.

“Saya harus angkat mentalitas pemain. Jangan psikisnya terganggu dan nge-drop karena laga yang terpaksa ditunda. Bagaimanapun mereka sudah berhitung peluang saat menghadapi Bandung United. Saya harus mencari lawan tanding sepadan untuk merawat mental mereka,” Herrie membeberkan.* Dani Wihara 

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.