KICK OFF
Ketika Brasil Tidak Merindukan Neymar
27 June 2019 04:03 WIB
TIDAK bertemu di Liverpool, Philippe Coutinho dan Roberto Firmino mampu menjadi bagian penting dari timnas Brasil dalam Piala Amerika 2019. Keduanya baru 27 tahun namun mereka menajdi pemain yang paling berpengalaman dalam pasukan asuhan Tite. Dengan kedua pemin ini pula, Brasil akan mencoba memastikan gelar Piala Amerika 2019 di negeri mereka sendiri. Kehadiran Coutinho dan Firmino seperti sebuah kebetulan.

Brasil membutuhkan figur lain setelah cederanya Neymar. Dan, Firmino serta Coutinho mampu memberikan perbedaan bagi Brasil. Firmino datang dengan membawa rapor sebagai bagian dari klub yang musim lalu meraih gelar Liga Champions. Sedangkan Coutinho, justru datang dengan kondisi berbeda. Perannya di Barcelona terbilang minim dengan hanya menorehkan lima gol dan memberikan dua assist. Karena rapor itu pula, Coutinho mendapatkan banyak kritik di klubnya.




Baca Juga :
- Jalan Terjal Liverpool
- Kekuatan Barca Bakal Lebih Dahsyat




Piala Amerika memberikan kesempatan bagi Coutinho untuk menjawab atau melupakan kritik yang dialaminya di klub Katalunya tersebut. Piala Amerika kali ini juga peluang bagi Coutinho untuk melepaskan diri dari bayang-bayang Neymar. Coutinho memang lebih dekat dengan Neymar ketimbang dengan Firmino. Keduanya sudah berada di timnas Brasil sejak usia 15 tahun. Dan, keduanya adalah bagian “generasi 1992” bersama Casemiro dan kiper Alisson Becker.

Coutinho langsung menggebrak dalam laga pertama Piala Amerika saat membawa Brasil menang 3-0 atas Bolivia. Dalam laga itu, dia menorehkan dua gol. Satu gol di antaranya terjadi karena peran atau assist Firmino. Kedua bintang ini pun mampu menutupi kelemahan para pemain muda Brasil saat inis eperti Richarlison dan David Neres. Ketika keduanya kesulitan, Coutinho dan Firmino justru mampu memberikan perbedaan.


Baca Juga :
- Conte Mampu Membuat Pemain Bangkit
- Kini Banyak yang Meragukan Solskjaer


Kini, peluang keduanya untuk melangkah lebih jauh sangat terbuka. Hari ini, Coutinho dan Firmino akan kembali lagi memperlihatkan kemampuan terbaik mereka lawan Paraguay. Selain tuntutan harus bekerja sama, pemain senior ini pun harus memberikan contoh kepada para juniornya dalam tim. Ketika Brasil hanya imbang lawan Venezuela dalam fase grup, Coutinho dan Firmino yang kemudian memberikan semangat kepada rekan setimnya.

Ya, untuk sementara, Brasil memang tampak lebih baik tanpa kehadiran Neymar. Situasi ini pun diakui pers tim Negeri Samba. Dengan dua kemenangan dan sekali imbang, publik Brasil saat ini justru tidak merindukan Neymar. Mereka berharap kepada pasukan Tite yang dipimpin sejumlah bintang seperti Firmino dan Coutinho.*Irfan Sudrajat
 

n
Penulis
nana sumarna