TOP INTERVIEW
WAWANCARA EKSKLUSIF JILID 2: Nurhidayat Sempat Korbankan Sekolah demi Sepak Bola
22 June 2019 11:09 WIB
berita
Bek Bhayangkara FC Nurhidayat - Foto TopSkor/Sumargo Pangestu
JAKARTA - Bek timnas U-23 dan Bhayangkara FC Nurhidayat Haji Haris memulai langkahnya ke dunia sepak bola melalui Sekolah Sepak Bola Hasanuddin, Makassar. Pelatih pertamanya adalah H. Bahar Muharram yang notabene ayah kandung Asnawi Mangkualam Bahar. Lalu, seperti apa perjalanan karier Nurhidayat? Berikut wawancara eksklusifnya bersama TopSkor:

Siapa pelatih yang memiliki peran penting untuk kesuksesan Anda?


Baca Juga :
- Pemain Asing Anyar Persib Tanpa Seleksi
- 3 Orang Didepak, Persib Umumkan Pemain Asing Baru




Pelatih saya di SSB Hasanuddin, H. Bahar Muharram yang saat ini jadi asisten pelatih PSM Makassar, bapaknya Asnawi Mangkualam. Saya waktu masuk SSB nya alhamdulillah seperti berubah. Saya dengan Asnawi selalu bareng terus di SSB. Biasanya kalau habis latihan nginep di rumah Asnawi, terus diajarin sama bapaknya. Mungkin ya itulah pelatih yang membawa saya sukses sampai saat ini.

Berarti sangat dekat dengan Asnawi?


Baca Juga :
- Arema FC Perkenalkan Apparel Baru, Pasca tak Lagi Gandeng Munich X
- Wildansyah: Bobotoh Selalu Baik dan Tidak Mungkin Saya Lupakan


Iya sahabat banget, sudah seperti keluarga lah pokoknya. Mungkin sudah tujuh atau delapan tahun dengan Asnawi. Dari usia 10 tahun mungkin, soalnya saya Danone Cup bareng dia juga ke Spanyol.

Karakter Asnawi?

Sudah tahu pasti. Kalau TC timnas juga saya bareng sama dia.

Kabarnya sempat mengorbankan sekolah demi sepak bola, kenapa?

Itu kemarin karena bolak balik, saya sempat sekolah di Makassar tapi keluar, lolos di SMA Pertamina. Terus saya sudah mau lulus kelas 3 saya izin mau ikut Pra-PON tapi Pertamina enggak mengizinkan. Yaudah saya kabur, terus saya dikeluarin di Pertamina padahal sudah ujian. Saya balik ke Makassar ikut Pra-Pon, setelah itu saya ambil Paket C. Yaudah hanya Paket C saja.

Mimpi apa yang belum tercapai?

Mimpinya saya ingin masuk timnas senior dan menjuarai event yang diikuti timnas senior. Untuk klub musim ini target juara. Semoga Bhayangkara bisa peringkat satu lagi.

Apa saat ini Anda sudah mencapai kesuksesan?

Sejauh ini saya belum apa-apa lah kalau di usia saya sekarang. Dan mungkin ini cobaan jadi tidak boleh sombong . Ini hanya ujian, saya anggap saya belum sukses. Kalau saya sudah masuk timnas senior baru saya bisa dibilang sukses.

Tim Favorit?

Real Madrid, karena saya suka dengan Sergio Ramos.

Sudah seperti Sergio Ramos?

Enggak hanya ikuti gayanya saja, ikut karier sepak bolanya saja.

Olahraga lain selain sepak bola?

Basket. Biasanya kalau TC timnas kita main basket di lapangan di Sultan Hotel. Main sore hari.

Siapa pemain yang paling jahil di tim?

Hargianto. Kami suka bercanda saja sama dia. Dia komandan.

Kerap menjadi langganan timnas?

Alhamdulillah dipanggil terus timnas. Mungkin coach Indra tetap percaya sama saya, tapi tidak bisa senang-senang gitu kan. Semakin ke depan semakin banyak saingan, mungkin saya sekarang alhamdulillah masih dipercaya oleh coach Indra.

Soal SEA Games, optimistis bisa bawa timnas juara?

Ya target saya bisa masuk di timnas U-23 yaitu 20 orang. Nah kalau sudah masuk daftar 20 orang aku baru fokus untuk bersaing masuk tim inti dan membawa Indonesia berprestasi.

Pengalaman dari Merlion Cup?

Pengalaman saya pribadi ya saya sendiri memantapkan jam terbang saya. Untuk tim mungkin orang semua tahu banyak pemain yang baru. Coach Indra juga mau mencoba pemain yang baru, ya orang-orang bisa melihat. Insya Allah di SEA Games target yang kami inginkan tercapai.*(habis)SUMARGO PANGESTU

 

 

DATA DIRI

Nurhidayat Haji Haris

Usia: 20

Klub: Bhayangkara FC

Tinggi/Berat: 170 cm/56 kg

Posisi: Bek

 

Karier Klub

2017               PSM

2018 - ...          Bhayangkara FC

 

Karier Timnas

2017   Indonesia U-19

2018   Indonesia U-22

 

R
Penulis
Rizki Haerullah
news