news
ONE CHAMPIONSHIP
Victorio Senduk Petik Pelajaran Berharga Dalam ONE: LEGENDARY QUEST
19 June 2019 23:01 WIB
berita
JAKARTA - Victorio "Indra" Senduk memang belum berhasil melanjutkan tren kemenangan dalam laga ONE Championship. Dia harus mengakui keunggulan Phoe "Bushido" Thaw.

Tampil membuka ajang bertajuk ONE: LEGENDARY QUEST tersebut, kedua atlet divisi featherweight ini tampil agresif sejak bel berbunyi di Baoshan Arena.




Baca Juga :
- Begini Rudy Agustian Meramu Berbagai Disiplin Bela Diri
- 3 Alasan Wajib Saksikan ONE: Mark of Greatness




Victorio nampak sangat dominan setelah melancarkan serangan pertama melalui hook kiri yang tepat sasaran ke arah Phoe. Namun, atlet asal Myanmar  berbalik membalas dengan pukulan-pukulan berbahaya.

Dalam pertandingan tersebut, Phoe sempat melancarkan serangan lutut yang membuat atlet Indonesia berusia 37 tahun ini terjatuh keatas kanvas.


Baca Juga :
- Menanti Duel Seru Antara Jihin Radzuan vs Denice Zamboanga
- Petarung Malaysia Ini Inginkan Kemenangan Cepat di Depan Pendukungnya


Phoe langsung bergerak mengincar punggung Victorio demi melancarkan kuncian rear-naked choke yang ia dalami di Amerika Serikat sebelum laga tersebut.

Atlet berusia 35 tahun ini, yang bernaung di bawah Tim PT dan Fight For Good, semakin berada diatas angin ketika kunciannya nyaris berhasil memberikan kemenangan kilat dalam laga pertama di luar tanah kelahirannya.

Namun, “Indra” dengan sigap mampu melepaskan diri meskipun lehernya sempat hampir terkunci.

Laga pun berlanjut kembali dengan kedua kontestan bersiap adu serangan stand-up. Victorio kembali tampil agresif dan menyarangkan beberapa tendangan, sementara “Bushido” lebih terlihat efektif menyimpan tenaga dan menyerang dengan taktis.

Perlu diakui bahwa atlet asal Yangon, Myanmar ini mampu memanfaatkan postur tubuhnya yang lebih tinggi dari lawannya. Ia beberapa kali sukses menyarangkan pukulan dan tendangan ke area lawan.

Akhirnya, dua pukulan beruntun dari tangan kanan dan kirinya menggoyahkan pertahanan Victorio. Ia kemudian menyambungnya dengan satu serangan pamungkas, sebuah uppercut, yang mengirim atlet Indonesia ini ke atas kanvas.

Wasit, yang melihat bahwa Victorio tidak mampu lagi melawan, segera menghentikan laga dan memberikan kemenangan bagi Phoe 43 detik sebelum bel penanda akhir ronde pertama berbunyi.

Victorio mengatakan ia mengambil pelajaran dari laga terberatnya bersama ONE, organisasi beladiri terbesar di dunia.

“Menurut evaluasi, saya harus lebih siap lagi. Ada kendala teknis dan memang belum rezeki saya untuk meraih kemenangan kali ini,” ujar perwakilan Tim Electra ini.

“Saya mengirimkan low-kick, tapi malah engkel saya yang kena [cedera] ligamen, jadi saya harus menahan rasa nyeri di sisa laga.”

Meski demikian, Victorio mengakui keunggulan sang lawan yang kini memiliki rekor sebagai atlet dengan penyelesaian terbanyak dalam divisi featherweight.

Kemenangan terbaru Phoe Thaw di Shanghai ini menambah rekor kemenangannya menjadi delapan dari sembilan laga, dimana enam kemenangannya diraih melalui penyelesaian dalam ronde pertama.

“Apapun itu, ia memang petarung yang bagus. Hal ini menjadi tantangan bagi saya, agar dapat lebih siap kedepannya,”

Victorio, yang memiliki rekor enam kemenangan dari sembilan laga MMA profesional yang ia jalani, akan kembali berlatih dan mempersiapkan diri untuk kesempatan bertanding lainnya bersama dengan ONE Championship.

“Semoga lebih baik di kesempatan berikutnya,” tutupnya.

loading...
news
Penulis
Suryansyah
news
news