news
TINJU
Parker Ingin Kembali ke Papan Atas Tinju Kelas Berat
19 June 2019 14:00 WIB
berita
Joseph Parker
PROVIDENCE – Joseph Parker terus bekerja keras demi mengembalikan nama besar. Salah satunya melalui kerja sama dengan Matchroom Boxing dan DAZN. Sebagai pembuka kolaborasi, petinju asal Selandia Baru itu akan menghadapi Alex Leapai dari Australia di Dunkin Donuts Center, Providence, Amerika Serikat (AS), 29 Juni.

Namanya tenggelam seiring dua kekalahan beruntun, tahun lalu. Tepatnya, ketika petinju 27 tahun itu kehilangan gelar juara dunia kelas berat (+90,7 kg) usai ditaklukkan Anthony Joshua, Maret 2018. Empat bulan kemudian, Parker juga meraih hasil serupa kala berjumpa dengan Dillian White.




Baca Juga :
- Spektakuler...! Duel Ulang Deontay Wilder dan Tyson Fury 22 Februari
- Anthony Joshua Wajib Lawan 2 Petinju Ini, Jika Menolak Gelar Juara Dicopot




Tak hanya merusak rekor, hasil tersebut membuat Parker tersisih dari persaingan kelas berat papan atas. Padahal, sebelumnya, ia selalu disandingkan bersama nama besar lain seperti Joshua dan pemegang gelar WBC, Deontay Wilder. Di sisi lain, mencuatnya kembali nama Tyson Fury, turut berpengaruh.

Parker pun perlahan mulai berbenah. Keputusan bekerja sama dengan Matchroom Sport dan DAZN dapat dikatakan sebagai langkah tepat untuk masuk ke pasar tinju Negeri Paman Sam. Sekadar informasi, sebelumnya, Parker memang lebih sering menggelar duel di Inggris dan Selandia Baru.


Baca Juga :
- Lawan Anthony Joshua Berikutnya, Dilarang karena Mencium Wartawan
- Penakluk Legandaris Muhammad Ali Ini Berjuang untuk Hidupnya di Rumah Sakit


Dari total 27 pertandingan yang telah dilakoni, Parker hanya satu kali tanding di AS. Tepatnya ketika sukses menganvaskan Keith Thompson pada ronde ketiga di Sands Bethlehem Event Center, Bethlehem, Agustus 2014. “Tak ada tekanan tapi saya harus ke sana dalam keadaan bagus,” kata Parker.

Ambisinya untuk bangkit memang sangat besar. Usai menelan dua kekalahan beruntun, petinju yang lahir pada 9 Januari 1992 itu membuktikan ketangguhannya dengan menganvaskan Alexander Flores pada ronde ketiga di Horncastle Arena, Christchurch, Selandia Baru, Desember 2018.

“Menganvaskan lawan akan sangat menyenangkan dan itu tujuan dari setiap laga. Tapi, saya harus mengubah pola pikir menang dengan hasil knockout (KO). Selama enam tahun terakhir jadi seorang profesional, ini kali pertama saya ke kamp pelatihan dengan kondisi sangat baik,” Parker menuturkan.

Dirinya mengungkapkan, tujuan utama saat ini mendapatkan kembali gelar juara dunia. Lebih dari itu, Parker juga berambisi menebus kekalahan lalu. “Dillian (Whyte) berusaha memperjuangkan gelar WBC (milik Wilder). Saya menghormatinya. Tapi jika ada kesempatan, saya ingin berduel lagi,” katanya.

Pemilik Matchroom, Eddie Hearn, menyebut duel Parker versus Leapai layak ditunggu sebab merupakan petinju sarat pengalaman. Leapai sepanjang karier telah mengantongi 32 kemenangan, tujuh kalah, dan empat kali imbang. Petinju 39 tahun itu juga beberapa kali menghadapi petinju tangguh.

Termasuk di dalamnya, Wladimir Klitschko. “Ini akan menjadi pertandingan yang menarik antara dua petinju besar dengan banyak kebanggaan. Khusus untuk Parker, ini adalah langkah untuk merebut kembali gelar juara dunia kelas berat. Pun demikian dengan Alex (Leapai),” ujar Hearn.

Sayang, Leapai menegaskan tak akan membiarkan Parker meraih kemenangan. Petinju 39 tahun itu akan membuktikan, kariernya sebagai petinju profesional belum habis. Dengan segudang pengalaman, Leapai ingin jadi mimpi buruk Parker. “Saya akan membuatnya kecewa,” ia menuturkan.

Duel ini merupakan undercard dari Demetrius Andrade yang akan mempertahankan gelar kelas menengah (72,5 kg) WBO melawan Maciej Sulecki. Laga pendampingnya adalah Kal Yafai yang akan mempertahankan titel bantam junior (52,2 kg) versi WBA melawan Norbelto Jimenez.*MUHAMMAD RAMDAN

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news