UMUM
SEA GAMES 2019 - Timnas Taekwondo Sudah Capai 70 Persen
19 June 2019 11:00 WIB
berita
Defia Rosmaniar
JAKARTA – Cabang olahraga (cabor) taekwondo merupakan salah satu andalan emas Indonesia dalam SEA Games XXX/2019 Filipina. Kini, Mariska Halinda dan kawan-kawan terus mengasah kemampuan sebelum terjun di Ninoy Aquino Stadium, Manila, Desember mendatang.

Pelatih taekwondo Indonesia, Taufik Krisna Nugraha, menyebut anak didiknya makin siap bertanding. Berdasarkan tes fisik yang dilakukan, belum lama ini, para taekwondoin terlihat prima. Setidaknya, mereka sudah mencapai 70 persen dari peak performance yang diharapkan.


Baca Juga :
- Sore Nanti, Timnas U-23 Mulai Gelar TC di Yogyakarta
- Tim Sambo Indonesia Butuh Mitra Tanding yang Lebih Kuat




Dengan waktu persiapan yang masih lima bulan, Taufik optimistis Merah Putih tampil maksimal dalam pesta olahraga dua tahunan itu. Hal tersebut jelas sangat diharapkan,  mengingat Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) memberi target yang cukup tinggi, yakni empat emas.

“Kalau untuk fisik dan teknik, saya merasa anak-anak sudah tidak ada masalah. Juga masih ada waktu beberapa bulan lagi untuk persiapan. Kami cukup yakin, mereka mampu berbicara banyak di SEA Games 2019 nanti,” ucap Taufik saat dihubungi TopSkor, Selasa (18/6) malam. 


Baca Juga :
- Erick Thohir: Dukung Atletmu di SEA Games 2019 Melalui Televisi Nasional
- Demi 2 Emas SEA Games, Indonesia Menyerap Teknik dan Strategi Korsel


Hanya, aspek kekuatan, kelincahan, dan kecepatan, masih perlu diasah. Tim pelatih pun sudah memiliki program khusus untuk meningkatkan skill tersebut. Setiap bulan, perkembangan para taekwondoin Indonesia bakal dipantau. Maklum, perjuangan nanti boleh dibilang cukup berat.

Filipina sebagai tuan rumah juga memiliki kekuatan hebat di taekwondo. Pada SEA Games XXIX/2017 Kuala Lumpur, mereka mendapat dua emas, tiga perak, dan empat perunggu, sama dengan Indonesia. Belum lagi nomor poomsae (seni) yang sangat mungkin mereka kuasai.

Untuk sektor ini, Indonesia memiliki Defia Rosmaniar yang sukses menyumbangkan emas dalam Asian Games XVIII/2018 Jakarta-Palembang. Taufik menambahkan, jika Merah Putih mampu berjaya di Asian Games, SEA Games yang levelnya lebih rendah idealnya harus bisa dikuasai.

Poomsae memang biasanya akan dimanfaatkan tuan rumah karena (nomor) ini tak terukur. Namun, kami tetap percaya diri. Defia dan taekwondoin poomsae lain punya peluang besar untuk meraup emas. Yang penting, tampil sebagus mungkin agar tak ada celah untuk kalah,” kata Taufik.

Sedangkan untuk kyorugi (tarung), ada dua peraih emas SEA Games 2017: Mariska Halinda dan Ibrahim Zarman. “Andalan kami di kyorugi masih banyak. Mariska punya peluang mencetak hattrick SEA Games. Taekwondoin lain juga punya level tinggi untuk tampil di SEA Games,” ucapnya.

Ajang Pemanasan

Bulan depan, delapan taekwondoin Indonesia akan mengikuti Universiade 2019 di Naples, Italia. Ini akan jadi pemanasan untuk skuat yang kini berlatih di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta. Namun, hanya ada delapan nama yang dikirim ke Italia dan sisanya akan mengikuti try-out.

Di sisi lain, PB TI tengah berupaya untuk menyertakan taekwondoin-taekwondoin lain dalam Korea Terbuka 2019. “Universiade dan Korea Terbuka, waktunya hampir berdekatan. Jadi, tak bisa semuanya berangkat. Ada yang ke Universiade dan ke Korea,” Taufik menambahkan.*KRISNA C. DHANESWARA

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news