news
ONE CHAMPIONSHIP
Dua Petarung Indonesia Rontok di Shanghai, Begini Ulasan Anthony “The Archangel” Engelen
17 June 2019 22:36 WIB
berita
Petarung andalan Indonesia yang turut bertanding harus mengakui keunggulan lawannya.
SHANGHAI - Gelaran ONE: LEGENDARY QUEST di Baoshan Arena, Shanghai, Cina, mencatat berbagai pencapaian para atlet dalam disiplin mixed martial arts (MMA), Muay Thai dan kickboxing.

Salah satu sorotan malam itu adalah keberhasilan Stamp Fairtex, juara dunia ONE dalam dua disiplin beladiri, dalam mempertahankan gelar Atomweight Muay Thai miliknya dari tantangan Alma Juniku.




Baca Juga :
- Khabib Nurmagomedov Buka Gym untuk Melatih Petarung MMA Dagestani, Siapa Mau Ikutan?
- Ini Petarungan Fight Night Akhir Tahun One Pride Pro Never Quit




Sayangnya, dua petarung andalan Indonesia yang turut bertanding harus mengakui keunggulan lawannya. Anthony “The Archangel” Engelen bertahan selama tiga ronde di dalam ring, tetapi juri memberikan kemenangan untuk atlet tuan rumah, “Rock Man” Chen Lei.

Penampilan kedua atlet yang menutup babak pembuka dalam gelaran ini diulas oleh Anthony, sehari setelah ia bertanding. Pertama, “The Archangel” mengkaji ulang penerapan game plan yang telah dipersiapkan bersama timnya dari Bali MMA.


Baca Juga :
- Menanti Duel Seru Antara Jihin Radzuan vs Denice Zamboanga
- Petarung Malaysia Ini Inginkan Kemenangan Cepat di Depan Pendukungnya


“Saya kurang berhasil menerapkan game plan. Rencana saya adalah tampil lebih agresif, meraih poin, merobohkan lawan dan melakukan takedown. Karena beberapa hal, rencana itu tidak seluruhnya berhasil diterapkan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan lebih jauh tentang strategi apa saja yang berubah selama pertandingan. “Yang benar-benar menghentikan saya selama ronde pertama dan kedua adalah karena Chen sering memukul saya di bagian belakang kepala berulang-ulang,” katanya.

“Saya sempat menang poin saat wasit menghentikan pertandingan untuk injury time. Saya merasa sangat lelah.”

Walau ia menganggap bahwa pukulan-pukulan tersebut bukanlah penyebab utamanya, tetapi hal ini memiliki dampak tersendiri bagi petarung berusia 33 tahun ini.

“Saat kami kembali bertanding, saya merasa seperti tidak punya tenaga lagi. Kedua lengan saya rasanya seperti terbuat dari karet. Pelatih saya terus berteriak [memberikan instruksi], tetapi kedua lengan saya seperti tidak mau bergerak lagi,” lanjutnya.

“Saya masih tidak mengerti penyebabnya dan masih akan mengevaluasi hal itu. Tapi rasanya saya seperti tidak punya tenaga lagi. Hal itu jelas memainkan peran besar terhadap hasil akhir pertandingan.”

Anthony pun menyebutkan beberapa kemungkinan penyebab kekalahannya saat itu. “Mungkin saya butuh training camp lebih lama, atau mungkin [kekalahan] itu dampak dari overtraining, mungkin juga karena pemanasan yang kurang tepat. Saya masih tidak yakin akan penyebabnya,” papar atlet yang tergabung dalam Bali MMA ini.

Tetapi, ia juga mengakui bahwa lawannya kali ini cukup tangguh, terbukti dari rekor penyelesaiannya yang terputus saat ia berdiri selama tiga ronde dan akhirnya harus menunggu keputusan juri.

“Ia adalah petarung yang tangguh. Ini adalah pertama kalinya saya bertanding sampai tiga ronde di ONE Championship, dan baru kedua kali terjadi dalam hidup saya. Saya salut pada Chen Lei,” puji Anthony.

“Pertandingan kami berlangsung dengan cukup seimbang. Ia jelas menguasai ronde pertama, saya ronde kedua, dan ronde ketiga adalah perebutannya.”

“Saya memahami konsekuensi hal ini, para anggota tim saya pun telah menyampaikan hal ini, ‘Siapapun yang melakukan takedown dan mengendalikannya, akan memenangkan pertandingan’.”

Atlet blasteran Indonesia-Belanda ini telah mencoba menjatuhkan Chen, tetapi sayangnya petarung tuan rumah ini mampu mendahului Anthony dalam mengambil kesempatan.

“Saya sempat mencoba takedown, namun Chen mendahului saya. Ia menghindari jab saya dan lebih dulu melancarkan takedown. Ia sedikit lebih kuat dari perkiraan saya. Ia mampu mendominasi saya di atas kanvas, ini adalah sesuatu yang tidak saya duga,” sebutnya.

“Saat bertarung dalam posisi berdiri, sebenarnya kami cukup seimbang. [Saya pikir] ini adalah pertandingan yang baik,” katanya mengakhiri analisa pertandingan malam itu.

“The Archangel” pun berbagi pelajaran berharga yang akan ia terapkan dalam persiapan pertandingan berikutnya.

“Saya harus lebih agresif lagi. Saya harus lebih aktif meraih poin dan lebih tegas dalam serangan-serangan. Pelajaran untuk pertandingan berikut: jangan menunggu terlalu lama,” pungkasnya.*

loading...
news
Penulis
Suryansyah
news
news