news
TOP FEATURE FOOTBALL
Saktiawan Sinaga, Striker Legendaris yang Nyaris Jadi Penjaga Gawang
17 June 2019 13:48 WIB
berita
Saktiawan Sinaga saat seleksi di Blitar United Persib B/Foto: Dani Wihara
BUKAN orang Medan kalau tidak bisa main sepak bola. Apalagi, Medan adalah salah satu kiblat sepak bola Tanah Air. Sepak bola tidak pernah terpisahkan dalam denyut keseharian masyarakat Medan. Menjamur di berbagai sudut kota.

Boleh jadi itulah alasan Saktiawan Sinaga nyebur di olahraga paling populer se-jagad raya itu. Dari kecil ia sudah diarahkan ayahnya Sudin Sinaga, kiper di kampungnya, untuk jadi pesepak bola. Bahkan pria kelahiran Medan, 19 Februari 1982, itu ingin mencontoh bapaknya. Memilih posisi penjaga gawang.




Baca Juga :
- Kontestan Semifinalis Liga 1 Putri 2019 Terkuak
- Menjamu Barito, Lagi-lagi Persib Tanpa Ezechiel N'Douassel




"Tapi bapak melarang saya jadi kiper. Dia minta saya jadi striker. Alasannya agar saya cepat terkenal dan mulus karier sepak bolanya. Jika melihat karier yang saya jalani, harapan bapak tercapai," kata Saktiawan kepada TopSkor, mengenang.

Melihat jejak prestasinya, pemain yang mengawali karier di PSMS Medan junior itu, boleh berbangga diri. Banyak klub profesional kepincut servisnya. Klub-klub top Tanah Air mulai PSPS Pekanbaru, Persik Kediri, Mitra Kukar, hingga Semen Padang pernah mencicipi servisnya.


Baca Juga :
- Abdul Aziz Bisa Berkembang di Persib karena Kepercayaan dari Pelatih
- Alasan Pelatih Arema FC Soal Kekalahan Telak dari Persib


Bahkan kursi timnas pun pernah dijejakinya. Lima caps bersama timnas U-23 dan sembilan caps timnas senior. "Itu semua buah kerja keras dan doa yang tidak pernah putus. Saya mulai berjuang dari nol. Merintis dari PSMS. Melawan berbagai handicap dan akhirnya merasakan tampil di berbagai klub top Indonesia," kata pemain yang sempat berseragam Borneo FC pada 2014-2015 itu.

"Dapat istri pun dari sepak bola. Saya pacaran dengan Nadila Soraya Boru Lubis sejak di PSMS junior. Kini sudah dikarunia tiga putra. Semua mendukung karier sepak bola yang saya jalani," striker yang tengah menjalani proses seleksi di Blitar United Persib B itu menambahkan.

Demi meraih prestasi, Saktiawan tidak pernah berhenti melangkah. Tidak peduli usianya semakin senja. Tiga tahun lagi menginjak usia 40 tahun. Tapi mantan bintang Ayam Kinantan itu tidak ingin tenggelam.  Saktiawan masih ingin menorehkan prestasi dalam pentas sepak bola nasional.

"Saya ingin membuktikan diri belum habis. Saktiawan masih ada. Kesempatan yang diberikan Blitar United Persib B tidak akan saya sia-siakan. Saya akan menularkan pengalaman yang dipunyai untuk membantu pemain muda berkembang," ujar Sakti, begitu ia biasa disapa.

Bersama bek Fabiano Beltrame dan pemain sayap senior Tantan, Sakti diskenariokan jadi figur sentral tim. Membuat pemain muda nyaman, sekaligus sumber gol tim yang baru musim ini pindah ke Bandung itu.

Pengalaman dan jam terbangnya yang tinggi, diyakini bisa memberi pengaruh positif bagi "adik kandung" Maung Bandung yang mentas di kompetisi kasta kedua itu. "Memang saya sempat vakum dari dunia sepak bola profesional. Tiga tahun lamanya saya menepi dari olahraga yang sangat saya cintai ini akibat cedera,” ujar Sakti.

“Musim lalu baru merumput lagi bersama Persiwa Wamena untuk lima pertandingan. Lantas saya mundur dari sana. Tapi saat ini kondisi fisik saya bugar. Seratus persen saya siap tampil di kompetisi Liga 2,” Sakti menegaskan.

Kini menurutnya tidak ada lagi masalah serius meski dirinya pernah mengalami cedera. “Saya siap membantu tim dalam kompetisi kasta kedua musim ini karena tim ini sangat serius membina pemain muda,” kata pencetak satu-satunya gol ke gawang Maung Bandung saat timnya takluk 1-4 dalam uji coba Selasa (18/6) itu.*Dani Wihara

 

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news