news
UMUM
Baru Hendardji Ambil Formulir, Bursa Caketum KONI Sepi Peminat?
17 June 2019 14:30 WIB
berita
Hendardji Soepandji
JAKARTA – Pendaftaran calon ketua umum (caketum) KONI Pusat untuk periode 2019-2023 sejatinya sudah dibuka sejak Rabu (12/6). Namun, hingga kemarin, belum banyak peminat. Setidaknya baru Hendardji Soepandji yang sudah mengambil formulir pendaftaran, Jumat (14/6) lalu.

Munculnya nama Hendardji sebagai orang pertama yang mengambil formulir cukup mengejutkan. Sosok yang bertarung dengan Tono Suratman dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) 2011, tak pernah memberi tahu secara lisan kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) bakal maju.




Baca Juga :
- Maskot PON 2020 Papua Resmi Diluncurkan
- KONI Pusat & PB PRSI Tingkatkan Kerja Sama Pembinaan AtletĀ 




Berbeda dengan calon lain seperti Marciano Norman dan Mudai Maddang yang sebelumnya telah menghubungi TPP. Secara pribadi, Ketua TPP, Amir Karyatin,  mengatakan jika Hendardji layak mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di KONI, utamanya jika merujuk pada pengalaman di olahraga.

“Beliau (Hendardji) pernah jadi Wakil Ketua KONI Pusat di era Ibu Rita Subowo. Keinginan untuk mencalonkan diri dalam Musornas 2019 ini sebenarnya terdengar sejak lama tapi secara lisan beliau belum bicara ke TPP. Jadi, ini cukup mengejutkan juga,” ujar Amir kepada TopSkor, Minggu (16/6).


Baca Juga :
- Pesan Asprov ke Caketum PSSI: Falsafah Sepak Bola Usia Muda dan Target
- Tiga Kepentingan dan Tiga Kelompok dalam Bursa Caketum PSSI


Pendaftaran caketum akan ditutup, Jumat (21/6). Amir cukup yakin, pekan ini, calon-calon yang sudah mendeklarasikan diri bakal mengambil formulir pendaftaran. Amir mengatakan, seorang calon memang harus memastikan dukungan sebelum mengambil dan mengembalikan formulir ke KONI Pusat.

Dengan kata lain, mereka butuh waktu karena tak bisa sembarangan ambil formulir karena syarat dukungan bertarung dalam Musornas adalah mutlak. Seorang calon wajib mengumpulkan dukungan dari 21 cabang olahraga (cabor) dan 10 KONI Provinsi. Jika tak memilikinya akan tersingkir pada proses verifikasi.

“Mungkin yang lain masih sibuk mengumpulkan dukungan. Jika nanti dukungan (dari cabor dan pengprov) sudah komplet, barulah mereka akan mendaftar. Jadi, ditunggu saja karena masih ada sekitar satu pekan,” ujar Amir yang juga menjabat Ketua Bidang Pembinaan Hukum KONI Pusat tersebut.

Meski belum mendaftarkan diri, kepada calon yang telah melakukan deklarasi, terus menyuarakan keinginan maupun optimismenya terpilih sebagai pucuk pimpinan KONI Pusat 2019-2023. Misalnya, Marciano Norman, yang mengklaim sudah memenuhi syarat untuk bertarung dalam Musornas.

Eks Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) itu mengaku telah mengantongi dukungan dari 35 cabor. Termasuk di dalamnya, mereka yang selama ini konsisten mempersembahkan medali untuk Indonesia di pentas multievent seperti angkat besi, bulu tangkis, dan panahan.

Marciano pun mengatakan sudah dapat dukungan dari KONI Provinsi. “Dengan dukungan yang sudah diberikan oleh teman-teman, saya optimistis mencalonkan diri sebagai calon Ketua Umum KONI Pusat. Saya akan membuat banyak terobosan jika nantinya terpilih,” Marciano mengungkapkan.

Ia pun berjanji melanjutkan program yang sudah berjalan baik dalam kepengurusan sebelumnya. “Kita semua harus bersatu dan bergandengan tangan sebab kemajuan olahraga Indonesia bukan hanya ada di tangan KONI Pusat dan cabor. Tapi, seluruh pemangku kepentingan olahraga,” katanya.

Terpisah, Muddai mengadakan pertemuan dengan jurnalis televisi di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), kemarin. Pada kesempatan ini, dirinya memaparkan terobosan-terobosan apa saja yang akan diberikan jika para pemilik suara memberi kepercayaan kepadanya untuk menggantikan Tono Suratman.

Salah satu pekerjaan rumah besar adalah membebaskan organisasi dari masalah finansial. Demi mewujudkan itu, KONI Pusat tak bisa terus mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). KONI Pusat harus meniru Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang menghimpun dana dari pihak ketiga.*KRISNA C. DHANESWARA

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news