news
UMUM
GM Susanto Kembali Remis Hadapi Yuniornya
16 June 2019 20:37 WIB
berita
GM Susanto Megaranto lagi-lagi harus puas meraih hasil remis
YOGYAKARTA - Pecatur putra nomor satu Indonesia GM Susanto Megaranto lagi-lagi harus puas meraih hasil remis saat memainkan babak kelima Turnamen Internasional GM–GMW JAPFA 2019 di Hotel Grand Ina Mailoboro Yogyakarta, Minggu (16/06/19).

Susanto dengan elo rating 2548 menempati unggulan tiga jumpa yuniornya MF. Azarya Jodi Setyaki dengan mengendalikan buah putih. Susanto yang sebelumnya merupakan juara zonal 3 point 3 Asia Timur, memainkan pembukaan Vienna dan harus mengakhiri lewat langkah cepat yakni 21.




Baca Juga :
- GM Susanto Dipaksa Remis di Game 2 Babak 1
- Tolak Tawaran Remis, GM Susanto Menyerah Setelah Lebih dari 4 Jam Bertarung




Hasil remis ini menjadi keempat bagi Susanto setelah sebelumnya dibabak pertama tampil mengesankan menundukkan unggulan dua asal Belanda GM.  Ivan Sokolov.  Namun dibabak dua Santo bermain draw dengan MI. Novendra Priasmoro, babak tiga ketika jumpa GMW Medina Warda Aulia, kemudian babak empat remis dengan MI Yoseph T . Taher.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem yang mengamati jalannya turnamen menyatakan, secara strategis dirinya tidak mengetahui apa yang diinginkan Susanto hanya meraih hasil remis apalagi lawan yang dihadapi adalah rekan senegaranya diempat babak akhir.  


Baca Juga :
- JAPFA kirim Susanto ke Piala Dunia
- JAPFA Antar GM Susanto Wakili Indonesia ke Kejuaraan Dunia


“Ini memang karakter lama Susanto kadang-kadang cepat puas hanya meraih hasil remis di turnamen invitasi. Pasti sangat mengecewakan karena harusnya dia mampu meraih poin banyak untuk persaingan gelar juara," tegas Kristianus Liem.

Diharapkan pada sisa 6 babak lagi penampilan Susanto semakin maksimal untuk bisa meraih kemenangan setiap babak dan menunjukkan pecatur Indonesia mampu meraih gelar juara lagi pada Turnamen Japfa Internasional.

Dengan hasil remis itu Susanto Megaranto sementara mengumpulkan 3 angka kemenangan, sedangkan Jodi Setyaki baru mengemas satu angka kemenangan.   Sedangkan pecatur Kazakhstan GM Rustam Khusnutdinov dipastikan masih berada diurutan atas klasemen nilai 3,5 kemenangan usai remis dengan unggulan utama GM Dmitry Kokarev dari Rusia yang juga meraih 3 angka kemenangan.

Pada pertandingan katagori Grand Master lainnya pecatur putri GMW Medina Warda Aulia gagal meraih poin usai ditundukkan MI Joseph Taher, kemudian pecatur India MI Das Argyadip bermain remis dengan rekan senegaranya MI.  Ravi Teja S.

Sedangkan andalan utama di kelompok Grand Master Wanita, WIM Chelsie Monica Sihite (2212), belum mampu menundukkan pimpinan klasemen sementara WGM Tsatsalashvili Keti (2356). Dia harus puas berbagi hasil imbang.

Chelsie yang bermain dengan buah hitam harus puas dengan tambahan setengah poin usai menerima tawaran remis pada langkah ke-30 dari pecatur asal Georgia itu karena memang posisi buah catur kedua belah pihak saling menjaga dan sulit untuk menemui celah menyerang.

"Sebenarnya sebelum langkah ke-30, posisi sudah tak mungkin untuk menyerang. Dia harus menjaga kotak g5 dari ancaman saya, sementara saya harus mengawasi kotak d4 agar dia tidak bisa menyerang," kata Chelsie.

Kalau melihat dari permainan, hasil remis adalah cukup baik baginya meskipun ia sebelumnya berharap menang guna mengumpulkan poin untuk mengejar syarat Norma WGM pada turnamen yang diselenggarakan atas kerjasama PT Japfa Comfeed Indonesia dengan PB Percasi ini.

"Di opening sebenarnya saya sempat sedikit bikin salah, sehingga pas masuk permainan tengah dia sedikit lebih unggul. Tapi saya bisa menetralisir agar gajah dia tidak aktif dengan resiko kedua gajah saya pun tidak aktif," kata dara kelahiran 1997 ini.

Chelsie kini mengumpulkan poin 3 dan harus memburu 5 poin lagi dari enam babak tersisa untuk bisa meraih Norma WGM agar memenuhi minimal 8 poin sebagaimana yang disyaratkan oleh aturan FIDE.

"Masih ada peluang, karena lawan terberat MI Sophie Milliet dan Keti sudah dihadapi. Mudah-mudahan saya bisa," kata Chelsie.

Sementara itu, Keti mengaku cukup puas dengan hasil remis tersebut meskipun seharusnya ia bisa menang. Hasil seri ini merupakan yang kedua bagi Keti setelah pada babak keempat ditahan remis pecatur muda Indonesia WFM Fisabilillah Ummi.

“Melihat penampilan para pecatur dalam dan luar negeri bertarung hingga babak lima sangat menarik karena terlihat persaingan di antaranya mereka sangatlah kental,“ ungkap R. Artsanti Alf selaku Head of Social Investment and Corporate Comunnication PT JAPFA Comfeed Indonesia.

Turnamentini dihadirkan PB percasi dengan dukungan dari JAPFA sebagai upaya untuk mencari grand master baru di Indonesia. Upaya untuk mencari Grand Master telah dilakukan oleh JAPFA salah satunya dengan membentuk JAPFA Chess Club di bawah departement Social investment JAPFA. 

Event tahunan ini merupakan rangkaian komitmen JAPFA untuk mencari bibit baru pecatur Indonesia sehingga menjadi sebuah perjalanan  panjang dan berliku untuk PB Percasi dan Catur Indonesia.*

loading...
news
Penulis
Suryansyah
news
news