news
PREVIEW
Kolektivitas Bikin Timnas Wanita AS Agresif
15 June 2019 15:42 WIB
berita
Julie Ertz (Timnas Wanita AS)/Istimewa
PARIS - Tidak ada yang menampik bila Amerika Serikat (AS) merupakan raksasa sepak bola wanita. Dalam tujuh Piala Dunia Wanita sebelumnya yang dimulai 28 tahun lalu, AS terbanyak mengoleksi gelar, tiga (1991, 1999, dan 2015). Mereka mengungguli Jerman (2003, 2007), Norwegia (1995), dan Jepang (2011).

Namun, skuat AS di Piala Dunia Wanita 2019 ini berbeda dengan empat tahun lalu. Kekuatan tim arahan pelatih Jillian Ellis itu di Prancis ini ada di lini tengah dan depan. Menariknya, empat gelandang starter, yakni Julie Ertz, Lindsey Horan, Rose Lavelle, dan Sam Mewis, baru tahun ini turun di Piala Dunia.




Baca Juga :
- Forbes Rilis Top 15 Atlet Wanita dengan Pendapatan Tertinggi: 10 Besar Berasal dari Tenis
- Berani Bersinar




“Saya menyebutnya ikatan batin. Ketika Anda memiliki sejarah dengan seseorang, ikatan bakal kian kuat,” kata Ertz soal kekuatan timnya.

Kendati minim pengalaman, para gelandang ini justru mampu berperan besar atas kedalaman timnas AS di turnamen ini. Kombinasi antara gelandang dengan para penyerang seperti Tobin Heath, Alex Morgan, dan Megan Rapinoe – sudah turun di 34 laga Piala Dunia – membuat AS sangat mematikan. Pengalaman kiper Alyssa Naeher juga mampu menutupi bek tengah Becky Sauerbrunn yang notabene “pendatang baru” di Piala Dunia.


Baca Juga :
- Sampai ke Final, Alex Morgan Sebut Amerika Hadapi Lawan-lawan yang Sulit
- Koneksi Arsenal Rahasia Kekuatan Belanda


Dengan komposisi tersebut, AS mengawali Piala Dunia 2019 dengan impresif. Dengan skema 4-3-3 yang agresif, mereka menggilas Thailand, 13-0, pada laga pertama Grup F di Rennes, Selasa (11/6) lalu. AS kini memimpin klasemen karena unggul selisih gol atas Swedia yang hanya menang 2-0 atas Cile. Minggu (16/6) nanti, jika mampu mengalahkan Cile, AS dipastikan bakal lolos ke 16 besar.

Cile dipastikan bakal memberikan perlawanan. Namun, Ertz sudah memiliki strategi paten. “Keseimbangan (antara bertahan dan menyerang) sangat penting. Kami harus tetap bermain dengan gaya agresif agar para pemain muda melepas operan ke sepertiga akhir area lawan,” tutur pelatih 52 tahun itu. “Dengan tiga penyerang berkualitas, kami memang butuh para gelandang yang mampu cepat mengalirkan bola ke depan.”  

Terkait kinerja gelandang, Ertz mengaku terinspirasi Liverpool FC. Juara Liga Champions itu memiliki barisan lini tengah pekerja keras, kuat secara fisik, dan mampu bermain kolektif.*CHOIRUL HUDA

Wasit: Riem Hussein
Stadion: Parc des Princes
Prediksi TopSkor: 60-40
Siaran Langsung: beIN Sports 2, Minggu (16/6) – 23.00 WIB

AS (4-3-3)

Pelatih: Jillian Ellis

1 Naeher

5 O’Hara
7 Dahlkemper
8 Ertz
19 Dunn

16 Lavelle
9 Horan
3 Mewis

17 Heath
13 Morgan
15 Rapinoe
Cadangan: 18 Harris, 4 Sauerbrunn, 14 Sonnet, 11 Krieger, 20 Long, 10 Lloyd,
 22 McDonald

CILE (4-3-3)

Pelatih: Jose Leteiler

1 Endler

15 Galaz
3 Guerrero
18 Saez
17 Toro

8 Araya
10 Aedo
4 Lara

20 Zamora
9 Urrutia
21 Balcmaceda
Cadangan: 23 Torrero, 22 Duran, 5 Diaz, 6 Soto, 16 Pinilla, 7 Rojas, 13 Grez

Pertemuan terakhir
04/09/18         Uji coba        AS        4 – 0    Cile     
31/08/18         Uji coba        AS        3 – 0    Cile

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news