news
UMUM
Sejarah Kutukan Pelatih-pelatih Timnas Saat Debut di SUGBK
15 June 2019 14:11 WIB
berita
Mantan pelatih timnas Indonesia Luis Milla - Foto Dokumentasi Pribadi
JAKARTA - Uji coba timnas Indonesia melawan Vanuatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (15/6), menjadi laga kandang perdana bagi Simon McMenemy sebagai pelatih tim nasional senior. Simon ditunjuk sebagai pelatih timnas senior Indonesia sejak akhir 2018 lalu.

Sebelumnya Simon telah menjalani serangkaian pemusatan latihan (TC) di Australia pada Maret lalu sekaligus memenangkan dua laga uji coba melawan tim asal Negeri Kanguru yaitu Perth Glory (3-1) dan Australia All Star State League (5-1). Tidak hanya itu, pada 25 Maret lalu, pasukan timnas senior juga menang atas Myanmar 2-0 dalam laga uji coba di Stadion Mandala Thiri, Mandalay, Myanmar.   




Baca Juga :
- Kabar Baik dari Zahra Muzdalifah, Timnas Putri Siap hadapi Sri Lanka Buka-Tutup
- Jangan Sampai PSSI Tersandera Makelar Pelatih Timnas




Namun, dalam laga terakhir, Simon gagal membawa Indonesia meraih hasil positif usai tim Garuda takluk 1-4 dari Yordania, Selasa (11/6) lalu. Kali ini mantan pelatih Bhayangkara FC itu berkesempatan menjajal atmosfer SUGBK bersama pasukan timnas senior untuk kali pertama.

Menariknya, ada catatan yang kurang baik setiap pelatih yang baru menukangi timnas senior kala bertanding perdana di SUGBK. Sebut saja kala ditukangi pelatih asal Austria Alfred Riedl pada 2010, yang harus menjalani ujian berat pertamanya menjamu timnas Uruguay dalam laga persahabatan. Kala itu timnas Indonesia harus tertunduk malu dengan kekalahan 1-7.


Baca Juga :
- Preview Indonesia U-23 vs Iran U-23, PR dan Target yang Diinginkan Indra Sjafri
- Beto Bergabung, Timnas U-23 Jalani Latihan Perdana di I Wayan Dipta


Selain itu ada duet pelatih Rahmad Darmawan dan Jacksen F Thiago yang harus kalah di laga perdananya di SUGBK. Saat itu timnas harus menyerah 1-2 dari Arab Saudi pada lanjutan Grup C Pra-Piala Asia 2015.

Terakhir pada eranya Luis Milla, kembali rapor buruk didapat dalam debutnya di SUGBK. Tepatnya pada 14 Januari 2018 timnas menjalani laga uji coba melawan Islandia. Pada pertandingan itu pasukan Milla harus mengakui kehebatan kontestan Piala Dunia 2018 dengan kekalahan 1-4.

“Seperti yang diketahui kami baru kembali dari perjalanan sulit di Yordania. Banyak pengalaman dan pelajaran dari sana yang saya dapatkan. Tapi saya bisa pastikan menuju laga besok (hari ini) kami punya persiapan yang baik, terlebih besok (hari ini) adalah laga home pertama saya sebagai pelatih timnas di SUGBK, kami tentu akan bermain bagus untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar Simon.

Dalam laga kandang pertamanya ini juga Simon mengharapkan dukungan langsung masyarakat di Tanah Air. Selain untuk memberikan dukungan dan semangat bagi para pemainnya, dirinya juga ingin menunjukkan bahwa strategi dan permainan yang diberikan kepada timnas senior saat ini sudah berkembang dengan baik.

Terlepas dari keinginan Simon terhadap dukungan langsung masyarakat Indonesia. Terdapat kabar kurang baik mengenai pertandingan persahabatan melawan Vanuatu yang diisukan dimainkan tanpa penonton.

“Mengenai pertandingan tetap di GBK karena izin juga sudah keluar. tetapi kami memang masih menunggu hasil sidang Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) juga. Semoga tidak terjadi keributan di sana dan pertandingan tetap berjalan dengan seperti biasa. Sampai detik ini statusnya masih aman,” ujar Bandung Saputra salah satu staf timnas senior.

Mengenai jumlah tiket penonton Deputi Sekjen PSSI, Marshal Masita mengatakan ingin mengonfirmasi bahwa tiket penonton yang sebelumnya dikabarkan hanya tersedia 25.000 adalah kesalahan informasi. “Ya, itu salah informasi, kami membuka kesempatan semua penonton yang ingin menyaksikan laga timnas nanti. Jadi dari pihak federasi tidak betul bahwa hanya membuka tiket sebanyak 25.000. Kapasitas GBK kan semua sudah tahu,” kata Marshal.

Laga uji coba timnas Indonesia melawan Vanuatu tentu menjadi momen penting untuk Evan Dimas dan kawan-kawan dan juga Simon dalam mematangkan taktikal untuk persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2022 sekaligus Pra-Piala Asia 2023, pada September 2019 mendatang. Laga ini juga bisa mengobati kerinduan suporter yang sudah lama tidak menyaksikan pertandingan timnas Indonesia senior di SUGBK.*NIZAR GALANG GANDHIMAR

 

R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news