TOP OPINI FOOTBALL
FP, Mengapa Julio?
14 June 2019 11:40 WIB
berita
Julio Banuelos saat memimpin latihan Persija Jakarta (foto: Media Persija)
PADA 30 Desember 2016 lalu, Persija membuat kejutan. Lewat media sosial Twitter, Persija mengumumkan, mengontrak Stefano Cugurra sebagai pelatih baru Persija menggantikan Muhammad Zein Alhaddad, dengan durasi kontrak satu musim.  Siapa Stefano Cugurra? Namanya sama sekali tidak beken. Sekitar 2004, ia membela Persebaya, namun sebagai pelatih fisik. Setelah tak cocok dengan Jacksen F Tiago, pelatih kepala Persebaya saat itu, Stefano melanglang buana ke Thailand.

 
Baca Juga :
- Update Klasemen Liga 1 2019, Selasa Malam
- Jadi Pelatih PSIM, Aji Santoso Janji Main Cantik




Di Negeri Gajah Putih itu, pria yang biasa disapa Teco itu pun tak terlalu diperhitungkan. Ia memulai kariernya sebagai pelatih klub kasta ketiga kemudian promosi menangani tim kasta kedua, tanpa pernah menjadi pelatih di tim kasta tertinggi. Persija terlalu berani. Begitu asumsi yang muncul pada akhir 2016 sekaligus awal tahun 2017 tersebut.

The Jakmania, sebuatan fan klub Persija, bahkan mencemooh Ferry Paulus, Presiden Klub Persija, tak niat membuat Persija garang dalam kompetisi. Liga 1 2017 pun bergulir pada pertengahan April. Teco menandai debutnya dalam kompetisi dengan kemenangan di markas Persiba Balikpapan. Namun, kemudian ditahan Barito Putera, takluk dari PSM, Madura United, dan Persela, lantas ditahan Mitra Kukar dan Bali United.


Baca Juga :
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Selasa 16 Juli
- JACKSEN F TIAGO: Gol Salto ke Gawang PSM Paling Berkesan bagi Saya


Tanda pagar Teco Out pun menggema di media sosial. Manajemen Persija lewat Gede Widiade, yang dipercaya menjadi CEO, memberi tantangan dan kesempatan. Bila dalam tujuh pekan berikutnya Persija tak kunjung menang, dengan terpaksa Teco ditendang. Singkat cerita, Persija tampil garang, khususnya dalam soal bertahan.

Pada akhir musim, Macan Kemayoran menempati peringkat keempat. Sedangkan pada 2018 Persija kampiun Piala Presiden dan Liga 1. Teco, yang bukan siapa-siapa, jadi punya nama. Sayangnya, pada 2019, Teco dipersilakan minggat. Sebagai gantinya, Ivan Kolev didatangkan. Yang mengumumkan hal ini adalah Gede Widiade. Tetapi, perjalanan Kolev tak panjang. Baru tiga laga Liga 1 2019 berlangsung, ia dipecat.

Dalam suasana lebaran Idul Fitri, Persija mengumumkan, mendatangkan Julio Banuelos. Bukan pelatih terkenal. Sama sekali tak menjanjikan. Daftar kariernya lebih panjang sebagai asisten pelatih. Salah satunya asisten Luis Milla dalam timnas Indonesia. Yang mengumumkan kebijakan pelatih baru tersebut adalah Ferry Paulus. Pada 2019, Ferry kembali mendapatkan panggung, setelah Gede Widiade cabut. Bisa dibilang, penunjukan Julio adalah naluri FP, sapaan Ferry Pulus. Ini seperti juga kisah Teco.

Akankah kisah pelatih asal Spanyol itu seperti Teco? Bisa ya, bisa tidak. Ya, jika Julio berhasil meramu kelemahan lini pertahanan menjadi fondasi serangan, kecerdikan lini tengah menjadi senjata, dan kecepatan sayap menjadi pembeda.

Tapi, tidak, bila Julio terlalu Eropasentris. Karakter Indonesia dan Spanyol sangat jauh berbeda. Ada pola dan kultur sepak bola yang tak mungkin menyatu. Julio harus membaur jadi Persija, jadi Jakarta, jadi Macan Kemayoran. Semoga sukses!* Abdul Susila

I
Penulis
Irfan Sudrajat
news