LIGA ITALIA
Fonseca Siap Bersaing dengan Conte dan Sarri
14 June 2019 12:41 WIB
berita
Pelatih AS Roma Paulo Fonseca ingin tim yang dinamis.-Topskor.id/istimewa
ROMA – Dalam beberapa tahun terakhir, Presiden AS Roma James Pallotta selalu menuntaskan proses perekrutan pelatih di luar negeri. Ikatan kerja dengan Rudi Garcia diresmikan di New York pada 2013, lalu Luciano Spalletti di Miami pada Januari 2016 dan Eusebio Di Francesco saat musim panas 2017.

Beberapa hari lalu, giliran Paulo Fonseca yang mendapat pengalaman serupa. Rabu (12/6), allenatore baru Roma tersebut diundang ke acara makan siang di kawasan Mayfair, dimana juga ada kantor Raptor. Penasehat pribadi Pallotta, Franco Baldini, serta orang kepercayaannya Alex Zecca dan Nuno Romano yang merupakan asisten Fonseca juga datang. Kedua belah pihak memberi kesan positif satu sama lain.




Baca Juga :
- Era Pioli pun Dimulai
- Strategi Conte untuk Temukan Irama Terbaik




Kemudian setelah makan siang, pria berkewarganegaraan Portugal itu menyapa semua dan meninggalkan London untuk liburan. Sebenarnya sejak menjadi pelatih Roma, profil Fonseca sangat mencuri perhatian tifosi. Pengikut akun Instagram-nya melonjak tajam dari 19 ribu menjadi 41 ribu dalam 4 hari.

Rasa penasaran publik sedikit terobati ketika wawancara perdana Fonseca dimuat situs resmi klub Roma. “Saya senang dan merasa emosional dengan tantangan baru ini. Sejak momen pertama saya tidak pernah ragu untuk datang ke Roma, dimana saya ingin membangun sesuatu yang penuh antusias. Sepak bola Italia membuat saya antusias, sangat mengandalkan taktik, setiap pertandingan mewakili tantangan penting. Antonio Conte telah kembali dan mungkin juga Maurizio Sarri. Tapi saya suka tantangan dan saya ingin mengejutkan semua lawan,” ujarnya.


Baca Juga :
- Misi Kembali ke Jalur Scudetto
- Atalanta Mencari Kado Ulang Tahun


Pelatih tersebut sudah mengetahui kelebihan I Giallorossi sejak lama. Skuat yang bermarkas di Trigoria itu memiliki kualitas di beberapa aspek. Dia ingin timnya selalu mendominasi permainan. Jadi pekerjaan pertama adalah mengeksplorasi kemampuan pemain dan memanfaatkannya untuk kemajuan Roma.

“Keberanian amat penting. Tim turun ke lapangan dengan pendekatan yang sama tidak peduli lawan merupakan skuat besar atau kecil. Target? Saya hanya bisa menjanjikan untuk membangun skuat kompetitif dan berani. Kami mesti menerapkan permainan bermutu, sepak bola yang membanggakan tifosi. Bagi saya, kualitas permainan sangat vital,” katanya. “Ya, saya menyukai skema 4-2-3-1, tapi bukan modul yang terpenting, perlu dinamika, prinsip fundamental untuk berbagai tipe permainan.”

Fonseca telah menyampaikan beberapa pemain baru yang diinginkannya. Dimulai dari bek kiri Brasil Ismaily, yang sempat dilatihnya di Shakhtar Donetsk. Tapi operasi ini tidak mudah karena harga pemain 29 tahun itu tidak murah, antara 18-20 juta euro (sekira Rp290-322 miliar). Facundo Ferreyra, striker Argentina yang dilepas ke Benfica, juga tampak menarik. Pelatih juga berharap dapat bereuni dengan Fred, yang kini berkostum Manchester United FC.* Dari Berbagai Sumber

 

X
Penulis
Xaveria Yunita