LIGA SPANYOL
Magnet Jovic
13 June 2019 14:14 WIB
berita
Luka Jovic - TopSkor/Istimewa
MADRID – Bahagia, sedih, marah, takut. Demikian komentar salah satu pendukung Real Madrid, Eirinn, dalam media sosial, dengan disertai mimik datar empat foto  Luka Jovic yang sama untuk masing-masing kata tersebut. Pendukung lainnya memberikan komentar: Luka Jovic, ice cold. “Dia datang bukan untuk ‘bercanda’”.

Kemarin, Jovic sudah melalui hari pertamanya sebagai pemain Los Merengues. Kehadirannya dalam perkenalan secara resmi yang didampingi Presiden Florentino Perez memang menarik perhatian. Pendukung Madrid yang hadir di Stadion Santiago Bernabeu pun penasaran melihat sosok penyerang baru mereka. Namun, yang perlu ditunggu tentu, apakah Jovic mampu menjadi mesin gol Madrid, menggantikan peran Cristiano Ronaldo?


Baca Juga :
- Griezmann Turun Status
- Tes Terakhir Barca




“Saya tidur mengenakan kaus Madrid saat saya kecil, hadiah dari teman ayah saya. Ya, benar, saya sudah menjadi fan Madrid sejak kecil,” kata Jovic, dalam perkenalan tersebut. “Bintang idola saya Ronaldo. Saya terinspirasi Ronaldo,” dia menambahkan. Dalam waktu dekat, ketika kompetisi dimulai pada pada pertengahan Agustus nanti, akan terlihat apakah Jovic mampu memenuhi ekspektasi fan, pelatih Zinedine Zidane, dan rekan setimnya di Madrid.

Namun, sebelum kompetisi tersebut, Jovic pun bakal memperlihatkan kemampuannya dalam serangkaian laga pramusim. Dimulai pada 20 Juli nanti, dalam ajang International Champions Cup (ICC) 2019 di Amerika Serikat menghadapi Bayern Muenchen. Nama Jovic tidaklah asing dalam sepak bola Eropa. Ini pula salah satu yang membuat Madrid memutuskan mendatangkan penyerang 21 tahun ini dengan nilai transfer 60 juta euro dari Eintracht Frankfurt.


Baca Juga :
- Goodbye Bernabeu, Momen Navas & Bale
- Rekrutan Kedua


Lalu, apa yang akan diberikan Jovic untuk pemain termahal kedua Madrid dalam transfer musim panas ini? Gol tentunya. Jovic adalah cannon dan itu dapat dilihat dari statistik bintang ini sepanjang 2018/19 lalu. Gol-golnya tidak kalah bahkan mengungguli penyerang bintang seperti Harry Kane, Luis Suarez, Krzysztof Piatek, Antoine Griezmann, bahkan penyerang yang akan menjadi rekan setimnya di Madrid, Karim Benzema.

Jovic total telah menorehkan 27 gol dan memberikan tujuh assist dalam 3.302 menit bersama Eintracht. Jumlah tersebut diciptakannya setelah tampil dalam 48 laga di semua ajang. Dengan demikian, rata-rata Jovic mampu mencetak satu gol atau berpeluang menorehkan satu gol setiap 97 menit. Jovic unggul dibandingkan deretan penyerang di liga besar Eropa tersebut. Dia hanya akalh dari mesin gol Muenchen, Robert Lewandowski, yang rata-rata mampu menorehkan satu gol setiap 78 menit.

Jovic unggul atas Icardi dan Piatek, dua bintang yang sebelumnya sempat disebut-sebut menjadi target Madrid. Icardi menorehkan 17 gol dan memberikan lima assist dalam 2.972 menit atau rata-rata butuh 135 menit untuk menorehkan satu gol. Sedangkan Piatek yang bergabung ke AC Milan dari Genoa pada Januari lalu, total butuh 106 menit untuk menorehkan satu gol setelah mencetak 30 gol dalam 3.410 menit sepanjang musim lalu.

Penyerang lainnya adalah Griezmann, Benzema, Suarez, dan Kane. Griezmann butuh 131 menit untuk menorehkan satu gol sedangkan Benzema satu gol untuk 105 menit. Jovic juga lebih baik dibandingkan dengan Suarez yang rata-rata membutuhkan 108 menit untuk menorehkan satu gol.

Tradisi Balkan
Dari karakteristik permainannya sebagai penyerang, Jovic penyerang yang mudah memanfaatkan kedua kakinya dalam memanfaatkan peluang. Dengan kaki kanan, dia mampu mencetak 15 gol sedangkan delapan gol diciptakan dengan kaki kiri. Lima gol lainnya tercipta dari tandukan.

Jovic penyerang yang menyukai berduel satu lawan satu dengan bek lawan. Rata-rata dalam 90 menit mampu melakukan tiga hingga empat kali menggiring bola. Dengan kemampuan tersebut, Jovic berpeluang menjadi penyerang asal Bosnia-Herzegovina pertama yang sukses di Madrid. Dia merupakan pemain kelima Bosnia dalam sejarah Madrid. Namun, empat pemain lainnya tidaklah dikenal yaitu Predrag Spasic (1990/91), Dejan Petkovic (1995/96), Milan Jankovic (1987/88), dan Peric Ogjenovic (1999/00).

Karena itu, Jovic berpeluang menjadi Bosnia pertama yang sukses di Madrid. Berpeluang menjadi pemain Bosnia pertama yang meraih gelar di Los Merengues. Pasalnya, dalam sejarah Madrid, pemain Balkan yang sukses justru lebih banyak dari Kroasia seperti Davor Suker (1996/97), Robert Jarni (1998/99), dan tentu Luka Modirc (sejak 2012/13).*Irfan Sudrajat
 

n
Penulis
nana sumarna
news