INFOGRAFIS
INFOGRAFIS: Cara Fernando Santos Membangun Timnas Portugal
12 June 2019 15:01 WIB
berita
PORTO - Pragmatis dan sederhana. Mungkin itulah filosofi Fernando Santos selama menangani tim nasional Portugal sejak September 2014. Setelah kehilangan sejumlah pemain kunci usai menjuarai Piala Eropa 2016, pelatih 64 tahun itu justru mampu membangun Selecao das Quinas yang diyakini akan jauh lebih kuat dibanding skuat yang sukses di Prancis, tiga tahun lalu.

Dalam meracik tim, pria berlatar pendidikan insinyur elektro tersebut disebut-sebut tidak memiliki strategi jelas. Ia hanya memikirkan bagaimana cara membawa Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan memenangi setiap pertandingan. 


Baca Juga :
- Kualifikasi Piala Dunia 2022, Daftar Pemain Timnas Malaysia untuk Lawan Indonesia
- Komentar Teco Soal Pemanggilan 4 Pemain Bali United ke Timnas Indonesia




Menariknya, catatan menunjukkan, hasil akhir racikan pria kelahiran Lisabon, Portugal, tersebut kera sulit dibantah. Hanya dalam lima tahun menangani Portugal, Santos hanya kalah dua kali dalam pertandingan kompetitif. Ia berhasil menjadikan Portugal sebagai salah satu kekuatan sepak bola di Eropa dengan merebut dua gelar, Piala Eropa 2016 serta menjuarai edisi pertama Liga Negara-negara Eropa (LNE) dengan mengalahkan Belanda di final, 1-0, Minggu (9/6) lalu.

Santos sejatinya tidak selalu mulus dalam menangani Portugal. Tujuh laga kompetitif pertamanya, kualifikasi Piala Eropa 2016, semua dimenangi hanya dengan selisih satu gol. Dalam periode tersebut, Selecao das Quinas hanya sekali mencetak gol lebih dari dua, tepatnya saat menekuk Armenia, 3-2 (13 Juni 2015). 


Baca Juga :
- Lakukan Pemukulan, Rizky Pora Dicoret dari Timnas Indonesia
- Simon McMenemy Umumkan 24 Pemain untuk Lawan Malaysia dan Thailand


Kemenangan dengan hanya selisih satu gol itu pun terulang saat final LNE di Stadion Do Dragao, Porto, Portugal, Minggu lalu. “Anda bebas melakukan pendekatan (teknik) apa pun. Tetapi pikiran saya hanya satu, hanya tim yang bermain lebih baik akan mampu menang. Bukan masalah permainan indah atau buruk. Yang pasti, jika Anda bermain lebih baik, pasti ada yang bakal berbeda di lapangan,” tutur Santos usai menundukkan Belanda. “Saya tidak bisa menilai apakah Portugal bermain indah atau jelek. Yang pasti, mereka bermain lebih baik ketimbang lawan.”

Regenerasi
Selama ini, kehebatan Portugal hanya dikenal lewat para pemain yang bermain untuk klub-klub elite. Namun, Santos mampu mengubah cap tersebut dengan membentuk timnas Portugal yang tidak hanya solid tetapi juga efektif, dan mematikan, hanya dalam tiga tahun.

Saat melawan Belanda lalu, hanya lima starter Portugal yang juga diturunkan saat meredam Prancis (1-0) pada final Piala Eropa 2016. Selain kiper Rui Patricio, Jose Fonte dan Raphael Guarreiro (bek), William Carvalho (gelandang), serta Ronaldo (penyerang), masih dipercaya Santos turun saat menghadapi Belanda.

Santos memang sangat jeli dalam memilih pemain untuk regenerasi. Setelah Piala Eropa lalu, ia kehilangan pemain berpengalaman karena usia seperti Nani, Ricardo Quaresma, dan Ricardo Carvalho. Namun, di turnamen yang sama, Santos sejatinya sudah menemukan pemain seperti Adrien Silva, Joao Mario, dan Renato Sanches.

Setelah Piala Eropa, level tiga nama terakhir itu memang menurun drastis bersama klub masing-masing. Namun, Santos lagi-lagi mampu memaksimalkan performa pemain muda Portugal seperti Ruben Neves (22 tahun), Bruno Fernandes (24), Bernardo Silva (24), Goncalo Guedes (22), hingga Joao Felix (19).

Santos juga mampu beradaptasi dengan usia Ronaldo saat ini. Ia menempatkan sang kapten di posisi dan memintanya berperan sesuai dengan usia CR7 saat ini, 34 tahun. Strategi tersebut sejauh ini berjalan mulus.

“Proyek membangun tim untuk Piala Eropa 2020 terus berjalan. Hasil di LNE kian menegaskan posisi Portugal di Eropa dan dalam hal pengembangan pemain muda,” ucap Santos. “Sulit menahan mereka untuk tetap berkompetisi di dalam negeri. Tetapi, dengan bermain di mana pun, menurut saya, masa depan timnas Portugal cukup aman.”***TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER

T
Penulis
TSM
news