TOP FEATURE FOOTBALL
Korsel U-20 Keren! Sepak Bola Bukan Hanya Otot
12 Juni 2019 07:48 WIB
berita
Bek Korsel U-20 Lee Ji Sol (kiri) bersama rekan-rekannya merayakan gol ke gawang Senegal di perempat final Piala Dunia U-20.
SAAT berita ini diturunkan, tim muda Korea Selatan sedang bertarung melawan Ekuador di semifinal Piala Dunia U-20 di Lublin, Polandia. Kiprah timnas Korsel U-20 di Polandia ini memang menarik sorotan publik. Bukan hanya karena mereka menjadi satu-satunya wakil Asia sejak perempat final. Tetapi karena filosofi bermain yang diterapkan pelatih Chung Jungyong.

Korsel melaju ke fase knock-out setelah menjadi runner-up Grup F di bawah Argentina. Namun, dalam perjanalan hingga semifinal, Korsel tidak pernah menang atau kalah dengan selisih gol lebih dari satu.


Baca Juga :
- Korsel Tidak Mau Berhenti sampai Misi Again 1983
-




Di grup, mereka takluk 0-1 dari Portugal untuk kemudian menundukkan Afrika Selatan 1-0 dan secara mengejutkan menekuk Argentina, 2-1. Di 16 besar, rival abadi asal Asia, Jepang, mereka gasak 1-0. Puncaknya saat menang adu penalti atas Senegal, 3-2, setelah bermain imbang, 3-3, hingga perpanjangan waktu.

Melawan Senegal di Stadion Bielsko-Biala, Sabtu (8/6) pekan lalu, menjadi puncak ujian bagi The Taeguk Warriors. Cho Young Wook dan kawan-kawan dua kali menyamakan kedudukan dan sekali disamakan oleh Senegal.


Baca Juga :
-
-


Tes fisik dan mentalitas Korsel berlanjut di babak adu penalti. Dua penembak pertama, Kim Jung Min dan Young Wook tidak mampu menyelesaikan tugas dengan baik. Hanya dengan kekuatan mental dan kepercayaan atas kemampuan tim, tiga penembak Korsel berikutnya mampu mencetak gol. Korsel pun untuk kali pertama melangkah ke semifinal Piala Dunia U-20 (sebelumnya, pencapaian tertinggi hanya perempat final).

“Di turnamen seperti Piala Dunia U-20 ini, para pemain muda kami berkesempatan mendapat pengalaman bagus dan trik membangun kepercayaan diri. Dua hal itu berkontribusi besar sukses kami sejauh ini dalam menghadapi situasi buruk,” ucap Jungyong.       

Lee Ji Sol, pencetak gol kedua Korsel di waktu normal saat melawan Senegal, menjelaskan, semangat dan keteguhan Korsel U-20 sebagai sebuah tim juga menjadi keberhasilan mereka menembus empat besar di Piala Dunia U-20. Dengan modal itu pula, Korsel mampu menundukkan tim sekelas juara Piala Dunia U-20 enam kali, Argentina, serta musuh bebuyutan mereka, Jepang.

“Rapinya organisasi permainan tim ini tidak dicapai dalam satu malam. Butuh waktu tahunan. Itulah mengapa saya selalu memperhatikan teknik dan kekuatan mental para pemain,” ucap Jungyong.      

Dari situlah Jungyong yakin dengan kekuatan pemainnya menghadapi momen-momen krusial, termasuk saat tertinggal dalam adu penalti melawan Senegal. “Saya tidak pernah khawatir dengan tekanan yang dihadapi pemain. Saya percaya pemain kami siap dan mampu menghadapinya,” kata Jungyong. “Sepak bola adalah olahraga yang bukan hanya mengandalkan kekuatan fisik. Sikap dan pola pikir saat bertanding juga sangat memengaruhi hasil akhir.”*TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER

 

 

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news