LIGA 2
Langkah Persib Membentuk Tim Satelit Dinilai Keren dan Bakal Jadi Tren
12 Juni 2019 14:10 WIB
berita
Pemain Persib B melangkah keluar lapangan Arcamanik usai menjalani latihan/Foto: Dani Wihara
BANDUNG – Persib Bandung jadi klub Indonesia pertama yang memiliki tim satelit dalam pentas sepak bola nasional, usai mengakuisisi Blitar United. Mengusung nama anyar Persib B, tim yang ditangani pelatih Liestiadi tersebut siap meramaikan hajatan kompetisi Liga 2 2019.

Di mata pengamat sepak bola Supriono Prima, hadirnya tim satelit dalam orbit sepak bola Indonesia sangat keren. Itu membuktikan sepak bola sudah menjadi industri yang menggiurkan. Asalkan dikelola sangat profesional, profit klub akan datang.


Baca Juga :
- Indra Sjafri Jadi Konsultan PSIM Yogyakarta
- Jadwal Persib Vs Madura United Berpotensi Diundur




"Buktinya Persib bisa beli Blitar United. Kemudian menjadikannya klub satelit, pendampingnya di sepak bola profesional. Ini bagus, bisa jadi contoh dan pioner bagi klub lainnya," kata Supriono kepada TopSkor, Selasa (11/6).

"Bagus buat sepak bola Indonesia kalau banyak klub melakukan langkah yang sama. Yang penting aturan mainnya dari federasi jelas dan pengelolaannya tetap profesional," alumnus PSSI Primavera itu menambahkan.


Baca Juga :
- APPI: Tunggakan Gaji Pemain SFC Beres
- INFOGRAFIS: Hasil Latihan Keras dan Uji Coba Persib


Muhammad Zein Alhadad sepakat tim satelit bisa jadi tren baru di sepak bola Indonesia, meskipun di luar negeri eksistensi klub satelit merupakan hal biasa. Bukan fenomena yang istimewa. Klub-klub pesaing Persib yang sudah mapan bisa melakukan hal serupa. Pasalnya, pemilik klub satelit bisa menjadikan pabrik pemain untuk dijual ke tim lainnya.

"Itu imbasnya, karena produknya pasti berkualitas karena ditempa oleh kompetisi yang ketat. Klub lain yang butuh pemain siap pakai bisa berhubungan dengan klub satelit. Maka terjadi transfer pemain di sana," ujar mantan penyerang Niac Mitra dan Asyabaab Salim Grup Surabaya, klub profesional era Galatama, itu kepada TopSkor.

Angan Mamak, sapaan akrab Alhadad mengembara ke era kompetisi Galatama 1980-an. Saat itu pemain berkualitas bisa memilih klub yang diminatinya karena klub-klub Galatama rajin memburu pemain potensial yang servisnya bisa membantu meraih prestasi terbaik.

"Itu bisa kembali terjadi jika klub satelit benar-benar bisa menghasilkan pemain bagus sepanjang satu musim berkompetisi di Liga 1. Banyak pemain bagus lahir, bursa pemain untuk Liga 1 juga semakin kompetitif," Mamak mengungkapkan.

Sedangkan Supriyono menyebut tim satelit memiliki sisi positif. Membuka jalan para pemain muda terjun seutuhnya di sepak bola profesional. Para pelakunya mendapat tempaan dan pengalaman bertanding yang komprehensif pada kompetisi Liga 2 sebelum terjun di kompetisi kasta tertinggi.

"Di Persib B atau tim satelit, pemain diberikan pengalaman dan jam terbang berharga. Lewat kompetisi yang berjenjang kemampuan teknik dan mental pemain tertata bagus. Sehingga, mereka benar-benar mempresentasikan pemain profesional di kasta tertinggi," Supriyono menimpali.

Tim satelit menurut Mamak bahkan bisa menjadi tempat persinggahan sementara bagi pemain muda yang pada kompetisi Liga 1 kurang mendapat menit bermain. “Mereka akan jadi aset berharga ketika kembali beredar di Liga 1. Tim satelit memang sangat strategis," ujar Mamak.*Dani Wihara

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news