LIGA ITALIA
Agnelli Ditolak 14 Klub Seri A
12 June 2019 12:41 WIB
berita
Presiden ECA Andrea Agnelli berusaha menggolkan ide Super Champions.-Topskor.id/istimewa-
ROMA – Ide Andrea Agnelli terkait Super Champions dimentahkan. Setelah FC Internazionale, AC Milan dan AS Roma meninggalkan presiden Asosiasi Klub Eropa (ECA) tersebut, Senin (10/6), dalam rapat Lega Seri A, giliran 14 klub menolak. Praktis hanya Juventus FC yang mendukung satu-satunya turnamen besar Eropa itu.

Pihak yang menyatakan kurang setuju (termasuk 3 klub yang promosi, hanya US Sassuolo absen), mengemukakan opini seragam. Mereka menilai Super Champions dapat mengancam masa depan sepak bola Eropa dan merusak tingkat persaingan kompetisi nasional. Jadwal kompetisi mengganggu pikiran para petinggi klub, ditambah potensi kerugian dalam neraca sampai 70 persen mulai 2024, tahun digulirkannya Super Champions.


Baca Juga :
- Daftar Pemain Juventus untuk Laga Menghadapi Parma
- Kostum Pendulang Uang




Penolakan dimulai dari Presiden Lega Seri A Gaetano Micchiche, yang lantas menuntut agar Presiden UEFA Aleksander Ceferin mundur. “Tolonglah, ini hanya provokasi. Ini merupakan cara untuk menekankan UEFA bahwa mereka harus mendengarkan keputusan dari lima operator liga besar Eropa yang menentang. Jika ada pertimbangan yang bertolak belakang mereka harus memikirkannya," ujarnya.

Patron SS Lazio Claudio Lotito membela kekompakan sepak bola Seri A. Sedangkan pemilik Genoa CFC Enrico Preziosi meminta agar kompetisi Seri A dihormati. Orang nomor satu Torino FC, Urbano Cairo, menjelaskan, “


Baca Juga :
- Tenggat Waktu Penentuan Nasib Icardi Kian Dekat
- Icardi Hanya Ingin ke Juventus, Napoli Alihkan Pandangan ke Llorente


Sedangkan presiden klub Torino, Urbano Cairo, mengutarakan, “Mereka harus sepenuhnya menghapus ide ini. ECA dan UEFA harus mempertimbangkan bagaimana semua Lega sepakat  menentang rencana yang tidak disukai siapapun, baik klub maupun tifosi. Tentu mereka harus membatalkan rencana ini. Kemudian kami semua bisa bekerjasama untuk usulan yang berbeda, bukan usulan yang hanya menguntungkan 14 klub Eropa yang saat ini mendapatkan 7 miliar euro dalam enam tahun dan mulai 2024 mungkin akan mendapatkan jumlah yang sama dalam tiga tahun.”

Cairo ingin ketidakadilan itu dihapus. UEFA dan ECA seharusnya fokus mencari solusi supaya bonus dibagi secara lebih seimbang, seperti yang diterapkan Liga Primer. Tak heran kalau pengelola turnamen Inggris itu menjadi yang pertama memprotes.

“Ini akan menghilangkan nilai kompetisi Seri A. Kita sedang berbicara mengenai persentase kerugian dari 35% sampai 70%. Seperti yang diutarakan Cairo, nilai Seri A akan menurun,” Micchiche menandaskan.*

X
Penulis
Xaveria Yunita
news