INFOGRAFIS
INFOGRAFIS: Filosofi Juan Banuelos di Persija
12 June 2019 11:35 WIB
berita
JAKARTA - Seperti apa karakter permainan Persija di tangan Julio Banuelos Saez? Masih terlalu dini untuk menebak dan menerkanya. Terlebih, pelatih asal Spanyol tersebut baru memimpin latihan tim sebanyak empat kali, sejak diresmikan menjadi nahkoda anyar Macan Kemayoran pada Sabtu (8/6) lalu.

Latihan dalam arahan Julio pun belum diikuti semua pemain. Bahkan, empat pemain utama Persija belum bergabung, lantaran masih menjalankan tugas negara bersama timnas Indonesia. Mereka adalah Andritany Ardhiyasa, Riko Simanjuntak, Novri Setiawan, dan Ramdani Lestaluhu.


Baca Juga :
- Demi Akhiri Paceklik, Persija Kembali Memakai Jasa Bruno Matos
- Ada di Zona Degradasi Jelang Lawan Kalteng Putra, Begini Komentar Pelatih Persija




Namun begitu, kehadiran Julio, diyakini bakal mengubah wajah Persija dari segi taktik maupun cara bermain. Dalam pantauan TopSkor selama latihan, Julio ingin semua pemain terlibat dalam permainan, termasuk penjaga gawang. Permainan dari kaki ke kaki jadi penekanannya sejak dari awal memimpin.

Mantan asisten Luis Milla Aspas saat menangani timnas Indonesia itu pun belum memberi materi latihan dengan menggunakan lebar lapangan; sisi flank. Julio lebih banyak meminta pemain mengasah intelegensi mereka dalam mengambil keputusan di ruang sempit, saat mendapat tekanan lawan.


Baca Juga :
- Percuma jika Persija Tak Menang
- Preview Persija vs Madura United


Untuk mengenal lebih dalam kualitas dan karakter para pemainnya, Julio ingin ada laga uji tanding sebelum laga debutnya melawan Persela pada 22 Juni mendatang. “Sekarang kami latihan normal. Saya pikir kami butuh pertandingan seperti laga internal. Nanti kami akan agendakan latih tanding, mungkin melawan tim U-20,” kata Julio.

Terpisah, pelatih kiper Persija Eduardo Perez Moran, yang juga mantan asisten Luis Milla, mingin menjadikan penjaga gawang sebagai sweeper keeper. Tugasnya, seorang penjaga gawang tidak hanya bagus saat mementahkan peluang dengan tangan tapi juga piawai dalam melakukan umpan-umpan pendek.

Stiker utama Persija, Marko Simic mengatakan, meski baru dua kali mengikuti sesi latihan bersama Julio, ia sudah cukup memahami konsep yang dikembangkan. Dengan sistem yang dibangun Julio, penyerang tersubur Persija pada 2018 itu percaya ketajamannya musim ini akan melibihi torehan musim lalu.

“Jika dilihat, kultur sepak bola Spanyol tidak berbeda jauh dengan Kroasia. Gaya berlatih dan permainan, saya rasa sangat banyak kemiripan. Latihan berlangsung sangat cepat dan ringkas. Lebih mengandalkan umpan-umpan pendek. Mungkin memang seperti itu seharusnya kami bermain,” ucap Simic, kemarin.

Kedatangan Julio dan Eduardo, juga menjadi kabar baik bagi pemain muda Persija yang jarang mendapat kesempatan tampil dalam era Ivan Kolev, pelatih sebelumnya. Sebab, keduanya bukan tipikal pelatih yang “alergi" dengan pemain muda. Justru, Julio ingin pemain muda mendapat banyak jam bertanding.

Itu dibuktikan Julio dengan membaurkan pemain muda bersama pemain utama dalam setiap sesi latihan tim. Julio bahkan intensif memantau winger muda Feby Eka Putra, yang kini sedang memperkuat timnas Indonesia U-23. Bukan tak mungkin, Feby akan banyak mendapat kesempatan tampil.

Tetapi, Julio tak boleh mengambil langkah gegabah. Pasalnya, pelatih-pelatih yang tak bisa memperlihatkan performa memuaskan, selalu berujung dengan pemecatan. Minimal, tiga kekalahan beruntun tak boleh dipetik, agar masa depannya bersama tim ibu kota berlanjung lancar dan lama.*** Furqon Al Fauzi 

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news