LIGA ITALIA
Fonseca Ambisius
12 June 2019 12:18 WIB
berita
Paulo Fonseca sah jadi pelatih baru AS Roma.-Topskor.id/istimewa-
ROMA – Pertemuan antara patron AS Roma James Pallotta dan Paulo Fonseca di London berjalan lancar. Keduanya menemukan visi yang sama dalam mengembalikan tim ke Liga Champions. Dengan demikian, pria asal Portugal tersebut sah menjadi arsitek AS Roma mulai kemarin hingga 30 Juni 2021.

Fonseca tak sabar lagi menuangkan gagasannya ke dalam permainan I Giallorossi. “Saya sangat gembira diangkat sebagai pelatih baru AS Roma. Terima kasih kepada direksi klub untuk kesempatan yang diberikan. Saya antusias dan merasa motivasi dari tantangan yang menunggu kami.  Saya ingin segera pindah ke Roma, bertemu tifosi dan mulai bekerja. Saya yakin bahwa bersama, kami dapat menciptakan sesuatu yang istimewa,” katanya seperti dikutip dari situs resmi Roma.


Baca Juga :
- Uji Coba Terakhir Jelang Serie A Italia, AS Roma dan Juventus Menang, AC Milan Seri
- Lazio Bidik Liga Champions




Pelatih yang akan menerima gaji 2,5 juta euro (sekira Rp40 miliar) per musim itu membuat Pallotta terkesan. Fonseca mampu berbahasa Inggris dengan fasih sehingga tidak akan ada kendala bahasa ke depannya. Selain itu, ide-idenya untuk memperbaiki kondisi Roma patut dicoba.

Meski tidak pernah menangani skuat raksasa, tapi suami kepala biro pers Shakhtar Donetsk, Katherine Ostroushko, tersebut selalu mencetak sukses dimanapun dia berada. Satu-satunya catatan buruk ditorehkan saat melatih FC Porto, musim 2013/14. Itu pun dia berhasil mempersembahkan gelar dari ajang Piala Super Portugal dan meloloskan Dragoes ke perdelapan final Liga Europa. 


Baca Juga :
- AC Milan, Solusi Piatek dalam Diri Bennacer
- Lukaku Bikin Lawan Terkesima


“Paulo seorang pelatih muda yang ambisius dengan pengalaman internasional, bermental juara dan dikenal dengan ide sepak bola yang berani dan menyerang yang dapat membangkitkan antusias tifosi,” Pallotta memuji. “Sejak pertama kali, saya kami berdialog, dia langsung mengekspresikan kemauannya datang ke Roma dan bersemangat menerima tantangan baru, mulai bekerja dengan pemain kami untuk membentuk sebuah skuat yang dapat dibanggakan para suporter.”

Mengingat Fonseca menyukai skema 4-2-3-1, dalam benak petinggi klub langsung terbayang sosok Donny van de Beek. Gelandang AFC Ajax itu mampu menjadi otak permainan dan menentukan setiap aksi.

Pemain yang dihargai 50 juta euro tersebut dapat berperan sebagai playmaker bawah, main di antara dua gelandang. Tidak sulit bagi Van de Beek bertransformasi menjadi pemain lapangan tengah yang fleksibel, bisa mengembang tanggung jawab sebagai winger hingga trequartista.

Nama lain yang beredar di orbit Roma adalah Lucas Verissimo. Bek Santos yang berusia 23 tahun itu hampir mendarat di Torino FC musim panas lalu. Nilainya kini menyentuh 10 juta euro. Matheus Guedes, 19 tahun, yang juga mengawal sektor belakang tim asal Brasil itu masih terlihat menarik.

Kepergian Monchi membuat operasi transfer Guedes terhenti. Kini direktur olahraga yang baru, yang mungkin diemban Gianluca Petrachi harus memulai dari awal.

Fonseca membutuhkan difensore  yang tidak canggung saat menyerang. Sebab ciri khas strategi rancangannya adalah posisi barisan pertahanan yang maju. Tim harus kompak dan saling berdekatan satu sama lain agar lebih mudah memblok manuver lawan. Area antara pertahanan dan gelandang sangat vital untuk merebut bola.*** Dari Berbagai Sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita
news