TOP FEATURE FOOTBALL
Mengakselerasi Persija Lewat Legenda dan Sejarah Klub
21 May 2019 01:43 WIB
berita
Mehdi (ketiga dari kiri) usai bertemu direksi Persija - Foto/Istimewa
JAKARTA - Tahun ini Persija tidak hanya berkutat dalam keikutsertaan di kompetisi, tapi juga punya aktivitas di luar lapangan. Hal ini sebagai aktualisasi sebagai klub modern.

Salah satu yang sedang dirintis adalah kegiatan yang melibatkan para legenda Macan Kemayoran. Selain itu juga mengeksploitasi sejarah klub yang memang sangat panjang. Sekadar diketahui Persija ikut andil dalam didirikannya PSSI, saat masih bernama VIJ.


Baca Juga :
- Reaksi Pelatih Persija Atas Kekalahan dari Tira Kabo
- Saatnya Penonton Respek Kalau Ada Pemain Cedera




Penggiat sepak bola nasional, Ahmed Faisal atau biasa disebut Mehdi, menjadi salah satu sosok yang coba merintis kegiatan Persija yang melibatkan legenda dan sejarah klub. Pertemuan dengan Direktur Utama Persija Kokoh Afiat sudah dilakukan.

Pertemuan awal digelar pada Senin 20 Mei 2019. Dalam pertemuan ini dibicarakan mengenai akselerasi Persija sebagai tim ibukota, agar lebih memiliki citra yang kuat. Terutama yang berkaitan dengan legenda dan sejarah klub.


Baca Juga :
- Sensasi Pemain Persib Tandang Hadapi Persija di GBK
- Tonton Persija Vs Persib, Komjen Iriawan Janji Damaikan Suporter


"Akselerasi ini nanti berupa ajang di luar manajemen, seperti menjalin silaturahmi dengan para legenda klub dan lain-lain," kata Mehdi.

"Dari kegiatan seperti itu nanti diharapkan bisa menimbulkan efek domino, berupa kebanggaan terhadap tim di zaman milenial seperti sekarang."

"Sesuai prinsip meja, kakinya harus empat, kalau satu pasti roboh. Jadi saya dibantu beberapa elemen operator dan foundation, akan berupaya maksimal dalam mengakselerasi Persija ini," Mehdi, menambahkan.

Belum lama ini Mehdi beserta elemen lain, juga menggelar "Jakarta Glory 2001". Acara itu berlangsung pada 9-10 April 2019 di Stadion Cendrawasih Cengkareng, Jakarta.
 
Acara itu merupakan reuni hebat Persija juara di Liga Indonesia 2001. "Pada hari itu mereka merasakan atmosfer final dan diperlakukan layaknya pemain profesional. Mulai akomodasi, transportasi, hingga hospitality," kata Mehdi.*Ari DP

news
Penulis
Ari DP
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
news