BULUTANGKIS
KeRiz Tinggal Kenangan, Ada Opsi Rizki CLBK dengan Della
15 April 2019 18:15 WIB
berita
Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta ada kemungkinan bakal dipisah terkait inkonsistensi dalam beberapa pertandingan tahun ini. (Foto: Dokumentasi PBSI)
JAKARTA – Teka-teki ganda putri kedua Indonesia jelang Olimpiade 2020 masih belum terjawab. Untuk Greysia Polii/Apriyani Rahayu hampir dipastikan jadi yang utama dengan peringkat dunia stabil pada top 5 dunia.

Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta sempat jadi kandidat terkuat untuk mengisi slot ganda putri kedua. Namun, melihat penampilannya masih naik-turun, Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian, memutuskan untuk memisahkan sementara.


Baca Juga :
- Terungkap, Alasan Della/Rizki Tidak Masuk Skuat Indonesia
- Della/Rizki Terhenti, Ganda Putri Jepang Kembali Jadi Momok




Rizki dipasangkan dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani  yang akrab disapa warganet sebagai KeRiz. Di sisi lain, Della bersama Tania Oktaviani Kusumah setelah sebelumnya Virni Putri.

Eng memberi target Ketut/Rizki untuk tampil baik pada sejumlah turnamen hingga dimulainya penghitungan poin jelang Olimpiade 2020 pada New Zealand Open 2019. Yaitu, akhir bulan ini.


Baca Juga :
- Della/Rizki Sabet Perunggu BAC 2019, tapi Harus Hilangkan Penyakit Lama
- Della/Rizki Terhenti, tapi Sukses Amankan Medali untuk Indonesia


“Untuk Olimpiade, saya terus terang hingga kini masih punya satu gambaran, yaitu Greysia/Apriyani. Lainnya,jujur masih belum ada kepastian,” kata Eng dalam rilis PBSI.

“Kemungkinan, Della/Rizki balik lagi itu ada. Akan ditentukan setelah Piala Sudirman 2019.”

Della/Rizki memang terdaftar pada Badminton Asia Championships (BAC) 2019 di Wuhan, Cina, pekan depan. Mereka juga kembali di New Zealand Open 2019 yang berlangsung 30 April hingga 5 Mei mendatang.

“Di BAC, dipasangkan lagi terkait ranking mereka dan New Zealand Open 2019 jadi lanjutan. Pada ranking poin Della/Rizki masih terhitung. Sekalian untuk ujian. Evaluasi terakhir sebelum mengambil keputusan,” Eng, menjelaskan.

Ketut/Rizki dan Della/Tania baru mengikuti empat turnamen beruntun pada Badminton Asia Mixed Team Championships 2019, India Open 2019, Malaysia Open 2019, dan Singapore Open 2019. Selanjutnya, Ketut/Rizki tampil di BAC 2019 dan New Zealand Open 2019.

“Memang capek. Semua juga capek. Apalagi, untuk Ketut/Rizki yang saya tuntut untuk menunjukkan performance pada turnamn yang agak banyak karena ada alasannya. Yaitu,untuk kejar ranking ke Olimpiade. Dari awal sudah komitmen dan ada konsekuensi,” lanjut, Eng.

“Jenuh sudah pasti, kalau mereka berpikir untuk mengejar prestasi, seharusnya tidak jenuh. Ini yang masih terus saya gali, terutama Rizki. Ketika bersama Della juga naik turun. Pun demikian dengan Ketut masih naik turun. Kalau lagi bagus, bagus sekali. Jika turun, turun sekali.”

Saat ini, Della/Rizki menempati peringkat 16 dunia yang jadi tertinggi bagi Indonesia setelah Greysia/Apriyani (lima). Sementara, Ketut/Rizki menghuni urutan 18 dunia.

Jika ingin mengamankan dua tiket ke Olimpiade 2020 pada sektor ganda, Indonesia harus bisa menempatkan dua wakil pada peringkat delapan besar dunia. Kecuali, pada sektor tunggal dengan maksimal pada 16 besar dunia.

Setiap negara hanya boleh mengirim paling banyak dua wakil per sektor. Perhitungan menuju Olimpiade 2020 akan dimulai pada New Zealand Open 2019 dan berakhir di Badminton Asia Championships 2020.***

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
news