LIGA INTERNASIONAL
Pemilik PSG Ini Mau Beli Klub Inggris tapi Bukan dari Liga Primer
15 April 2019 14:28 WIB
berita
Nasser Al Khelaifi, Presiden PSG dan pimpinan QSI yang ingin membeli klub Inggris. -TopSkor.Id/Istimewa-
PARIS – Paris Saint Germain (PSG) memang belum bisa berbicara banyak di arena Liga Champions. Namun, untuk urusan keuangan, mereka telah menjelma sebagai salah satu klub superkaya yang mampu membeli siapa saja yang diinginkan. PSG saat ini berada di bawah kepemilikan Qatar Sports Investments (QSI).

Pimpinan QSI dan Presiden PSG dijabat oleh orang yang sama yaitu Nasser Al Khelaifi. Sejak 2011, PSG diambil alih oleh QSI dan berubah menjadi tim bertabur bintang. Ligue 1 sudah dikuasai tapi Liga Champions belum. Hingga sekarang, QSI masih focus menggenjot PSG agar bisa berkiprah lebih jauh di Liga Champions.


Baca Juga :
- Tak Tersentuh! Milan Tak Ikut Kompetisi Eropa tapi Tiga Pemain Ini Tidak Akan Dijual
- Tangan Kiri Cedera di Ronde Kedua, Juara Dunia Kelas Menengah Ini Tetap Bisa Menang Mutlak




Namun, kabar yang dilansir media Inggris, The Telegraph cukup mengejutkan. QSI ingin melebarkan sayapnya dengan membeli satu klub Inggris. Uniknya, QSI tidak mencari klub yang saat ini berlaga di Liga Primer tapi dari Divisi Championship. Ada tiga klub yang diisukan sedang sangat dipertimbangkan QSI untuk dibeli.

Klub tersebut adalah Aston Villa, Nottingham Forest, dan Queens Park Rangers. Pertimbangan utama, ketiga klub itu memiliki basis fan yang banyak disbanding kontestan lain di Divisi Championship. Keputusan ini didasarkan pada regulasi kepemilikan klub yang telah ditetapkan UEFA.


Baca Juga :
- Menang 6-0 di Laga Pertama Kompany Jadi Pelatih Anderlecht, Bellamy pun Diajak
- Lawan Dijadikan Samsak di 12 Ronde, Juara Dunia Kelas Menengah WBO Ini Tantang Canelo


Aturannya, satu perusahaan tidak boleh memiliki dua klub yang berlaga di Eropa. Saat ini, QSI masih boleh membeli salah satu klub di Divisi Championship itu. Tapi, jika klub yang dibeli itu promosi lalu di musim berikutnya tembus ke Liga Champions atau Liga Europa, maka struktur kepemilikannya harus diganti lagi.*

D
Penulis
Dedhi Purnomo
news