TOP FEATURE FOOTBALL
Rivalitas Terpuji Duo Kapten
13 April 2019 12:30 WIB
berita
Hamka Hamzah - TopSkor/Ady Sesotya
ARTHUR Cunha da Rocha tersungkur. Bek Arema itu mendapat sikutan dari Amido Balde, striker Persebaya. Keduanya terlihat saling menghalangi dalam perebutan bola. Melihat rekannya tersungkur, pemain Arema lainnya langsung mengerubungi pria berpostur 193 centimeter tersebut. 

Wasit Nusur Fadillah sigap. Dalam upaya Nusur menengahi situasi, Hamka Hamzah muncul. Bek berusia 35 tahun itu pasang badan. Bukan untuk memprovokasi wasit atau Balde. Dengan suara lantang dan tangan menunjuk, ia meminta kawan-kawannya pergi. Menjauh dari Nusur dan Arthur yang tersungkur. 


Baca Juga :
- Indra Sjafri Mantu, Berikut Doa dari Menpora
- Ali Daei Berkibar dengan Daei Sport




Situasi yang hampir mendidih itu langsung dingin. Tak ada keributan. Tak ada saling dorong juga adu mulut. Tak sampai semenit, pertandingan dimulai kembali. Itu terjadi dalam laga final leg kedua Piala Presiden 2019, di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Jumat (12/4) malam. 

Tak sampai lima menit dari kejadian tersebut, giliran Ruben Sanadi bertindak. Saat Damian Lizio tersulit emosi dan mendorong pundak Jayus Hariono, setelah dilanggar, Ruben Muncul. Ia mencegah pemain Persebaya lainnya ikut terpancing dan mencegah pemain Singo Edan juga tersulut. 


Baca Juga :
- Sukses Mia lewat Winner Never Quit
- Johan Halls : Dari Arsenal hingga Catwalk


Begitulah gambaran peran dua kapten, dalam laga tersebut. Hamka yang dulunya dikenal temperamental, tampil lebih dewasa. Ia tak lagi meledak-ledak. Sedang Ruben tak salah ditetapkan menjadi pemimpin tim, menggantikan Rendi Irwan, yang secara psikologis lebih Surabaya, lebih Bonek. 

Karena tindakan terpuji dua pria tersebut, komentator dilayar televisi sampai berkali-kali memuji. Hamka dan Ruben memang selayaknya jadi anutan. “Beginilah seharusnya kapten tim. Semoga pemandangan seperti ini semakin sering kita lihat saat kompetisi,” ucap sang komentator. 

Secara usia, Hamka dan Ruben memang lebih senior dari pemain lainnya. Secara teknik, keduanya sama-sama jebolan timnas Indonesia. Karakter keduanya sebagai orang timur, Hamka asal Makassar dan Ruben dari Papua, membuat ketegasan terlihat dari olah tubuh dan mimiknya. 

Seusai laga, sebelum pemberian trofi juara, kejutan hadir. Nama Hamka dianggil ke panggung. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Presiden 2019. Ini mengejutkan, sebab nama Hamka tak masuk nominasi. Sebelum laga final, tim Technical Study Group PSSI telah menetapkan enam nominator pemain terbaik. 

Keenam pemai tersebut adalah Hansamu Yama, Manuchekhr Dzhalilov, Amido Balde, Ricky Kayame, Dedik Setiawan, dan Makan Konate. Rupanya, enam pemain ini tersingkir. Malahan Hamka yang terpilih. Namun, bila merujuk aksi-aksinya dari fase grup hingga final leg kedua, pilihan ini cukup tepat. 

Inilah rivalitas. Pemain menunjukkan rivalitas dalam teknik dalam permainan, suporter beradu kreatif di masing-masing tribune. Dalam laga final, dua kapten tim, Hamka dan Ruben memperlihatkan rivalitas lain. Hamka dan Ruben menjadi panutan, motivator, sekaligus penengah bagi rekan-rekannya.* Noval Luthfianto 
 

n
Penulis
nana sumarna
news