ONE CHAMPIONSHIP
Dwi Ani Retno Wulan Siap Guncang Filipina di ONE: ROOTS OF HONOR
09 April 2019 18:15 WIB
berita
Petarung wanita Indonesia, Dwi Ani Retno Wulan bermimpi untuk membawa bendera Merah Putih di kancah internasional.
JAKARTA - Petarung wanita Indonesia, Dwi Ani Retno Wulan, selalu bermimpi untuk membawa bendera Merah Putih di kancah internasional. Mimpi ini akan terwujud pada Jumat, 12 April nanti, saat ia berlaga membawa nama bangsa melawan Bi “Killer Bee” Nguyen, atlet asal Vietnam.

Dwi, yang awalnya berlaga dalam divisi strawweight, akan tampil dalam pertandingan pertamanya di luar negeri setelah turun ke divisi atomweight dalam ajang ONE: ROOTS OF HONOR di Mall Of Asia Arena, Manila, Filipina.


Baca Juga :
- Petarung Ini Dibilang Gila, Ditendang Kepalanya Tak Terasa Sakit
- Michelle Nicolini Berniat Taklukkan Angela Lee




Petarung yang berasal dari keluarga sederhana di Desa Ngulahan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, ini akan melakoni laga keduanya bersama ONE.

Dwi memenangkan pertandingan debutnya di ONE: WARRIOR’S DREAM pada November tahun lalu, melawan Putri “Ami” Padmi di Istora Senayan, Jakarta, berdasarkan keputusan mutlak para juri.


Baca Juga :
- Kemenangan di Malaysia, Petarung Indonesia Ini Ingin Angkat Ekonomi Keluarga
- Papua Badboy Janji All-Out di Malaysia


Di laga pertamanya, ia tampil agresif dan berhasil mendaratkan beberapa pukulan sambil menampilkan kebolehannya dalam pertarungan diatas matras.

Atlet berusia 19 tahun ini mengatakan walau lawannya “Killer Bee” memiliki pengalaman lebih banyak dengan empat kemenangan dari tujuh laga dalam dunia mixed martial arts (MMA), ia tetap akan berusaha sebaik-baiknya.

“Nguyen adalah seorang striker sama seperti saya. Jadi untuk mengantisipasi [serangannya], saya sudah memperdalam kemampuan grappling saya,” ujar Dwi, yang merupakan juara Muay Thai tingkat provinsi.

Dwi mengincar kemenangan kedua untuk membuktikan kapasitas dirinya sebagai salah satu atlet berbakat yang pernah lahir di bumi pertiwi.

“Persiapan saya sudah lebih matang dibandingkan saat debut di ONE Championship tahun lalu. Saya ingin menjadi fighter yang diperhitungkan,” ujar pengagum Angela Lee, Juara Dunia ONE Atomweight asal Singapura ini.

Laga nanti akan terasa spesial bagi produk Hans Fight Academy ini, karena ini adalah pertama kalinya ia akan bertanding di luar Indonesia semenjak terjun ke dunia MMA amatir dua tahun lalu.

“Saya sangat bangga dapat mewakili Indonesia, apalagi jika mengingat bahwa saya datang dari keluarga sederhana,” kata Dwi, yang sedari kecil sudah menyukai tinju.

“Saya sangat bersyukur dan bertekad untuk memperlihatkan permainan terbaik.”

Tetapi, Dwi akan menghadapi ujian berat karena Nguyen memiliki tekad yang sama untuk dapat menjadi juara di kancah global. Petarung berdarah campuran Amerika-Vietnam berusia 29 tahun ini adalah pendatang baru di ONE, namun ia dikenal sebagai petarung yang tak kenal rasa takut.

“Saya punya mimpi yang tinggi dan saya tak takut menghadapi tantangan yang ada,” ujar Nguyen.

“Saya ingin menghadapi atlet terbaik, termasuk Angela Lee. Saya ingin menjadi juara dunia di ONE Championship.”

Perjalanan Nguyen memang penuh petualangan. Pada usia 15 tahun, sembilan tahun setelah keluarganya hijrah dari Vietnam menuju California, Nguyen sudah merantau ke Texas demi menjadi wanita mandiri.

Dia tinggal bersama seorang teman untuk merasakan hidup yang baru. “Sejak kecil, saya tak kenal rasa takut dan ternyata itu bagai pisau bermata dua,” ungkap Nguyen, yang akhirnya kembali ke keluarganya lima tahun lalu.

“Saya termasuk anak yang berwawasan. Saya daftar ke sebuah sekolah dengan memalsukan tanda tangan orang tua. Saya bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran pada usia 15 tahun.”

Dapat dipastikan bahwa kedua petarung wanita ini akan menampilkan pertunjukkan yang eksplosif dan menegangkan dalam penampilan mereka di Manila akhir minggu ini.*
 

news
Penulis
Suryansyah
news