LIGA CHAMPIONS
Allegri Jelaskan Hasil Imbang Juventus di Kandang
14 Februari 2018 08:39 WIB
berita
Pelatih Juventus Massimiliano Allegri

TURIN - Pelatih Juventus Massimiliano Allegri tersinggung dituding bermain defensif setelah ditahan Tottenham Hotspur di babak 16 Besar Liga Champions. "Orang telah kehilangan objektivitas," tukas Allegri.

Juventus membuka mimpi dengan dua gol Gonzalo Higuain setelah 10 menit pertama. Tapi Spurs berjuang kembali dan Pipita kehilangan sebuah penalti pada laga di Turin, Rabu (14/2) dini hari. Gol Harry Kane menit 35 dan Christian Eriksen (71) melalui tendangan bebas membatalkan kemenangan Juventus. 

Yang paling disesalkan fans Bianconeri adalah statistik penguasaan bola di akhir: 33 persen untuk tuan rumah.

"Sepak bola itu aneh, Anda bisa pergi dari kemungkinan 3-0 menjadi 2-1, kemungkinan 3-1 hingga 2-2. Saya pikir kita semua tahu betapa rumitnya hal ini. Hasil ini membuat leg kedua di London seperti final," kata Allegri dalam sebuah konferensi pers.

Pertandingan kedua berada di Stadion Wembley pada 7 Maret dan Juve berharap bisa memiliki Paulo Dybala dan Blaise Matuidi lagi. Seiring pertanyaanya terfokus pada ke mana semua itu salah, Allegri menjadi semakin frustrasi.

"Selain penyelamatan Gigi Buffon terhadap usaha Harry Kane, Tottenham tidak memiliki peluang emas. Di babak kedua kami mengubah beberapa hal dan secara keseluruhan memainkan permainan yang bagus," paparnya.

"Kami kebobolan gol pertama yang bermain di luar pertahanan, yang kedua di tendangan bebas. Sepak bola memberi dan dibutuhkan, tapi saya rasa tidak perlu tertekan."

"Jika seseorang mengira Juve bisa menang 4-0 ini, mereka jauh dari jalur. Menembus dua final dalam tiga tahun itu merusak beberapa orang,” tuturnya. 

Namun, yang paling memicu kritik para fans adalah fakta bahwa Si Nyonya Tua hanya mampu menguasai bola 37 persen. Padahal mereka main di depan publik sendiri. Allegri dianggap terlalu menarik para pemainnya ke belakang pertahanan. 

“Saya tak perintahkan tim main bertahan lebih ke dalam, semua karena kami dipaksa mundur oleh Tottenham. Setelah 25 menit ketika mereka terus menekan kami, kami tak bisa keluar lagi,” kata Allegri.*

news
Penulis
Suryansyah