TOP FOTO
Maria Goreti Biasa Menari di Tengah Badai
25 Desember 2017 17:03 WIB
berita
Maria Goreti Samiati ingin mempersembahkan yang terbaik bagi Indonesia di Asian Para Games 2018. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

ADA dua pilihan bagi orang yang sedang bepergian tapi di tengah jalan turun hujan lebat. Pertama, menunggu hingga reda yang waktunya tidak pasti. Kedua, menerobos derasnya air yang turun dari langit demi melanjutkan tujuannya.

Demikian analogi yang dialami Maria Goreti Samiati terkait kondisi fisiknya. Atlet balap kursi roda ini enggan menyerah pada keadaan.

Maria mengalami  kecelakaan pada 2003 silam. Saat itu, wanita kelahiran Cilacap ini terserempet kereta api.

“14 tahun silam, saya kehilangan kaki kanan saat melewati rel kereta api. Insiden itu sempat membuat saya terpuruk,” ujar Maria saat ditemui TopSkor.id di Cilandak Town Square, Jumat (22/12) dalam sosialisasi Asian Para Games 2018.

Kehilangan satu kaki pada usia remaja membuat wanita yang akrab disapa Ami ini syok. Butuh waktu lama baginya untuk memulihkan kondisi, terutama mental.

Namun, Maria enggan larut dalam keterpurukan. Sebaliknya, wanita kelahiran 1988 ini berusaha untuk bangkit.

Dia tidak ingin kehilangan satu kaki meredupkan mimpinya sebagai atlet yang dirintisnya sejak mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Sekolah tingkat kabupaten. Keberadaannya sebagai anggota Yayasan Sinar Pelangi di Jatibening, Bekasi memberinya jalan untuk masuk dalam National Paralympic Committee (NPC) pada 2014 lalu.

“Sejak saat itu, saya menangkap peluang di dunia olahraga. Yaitu, untuk mengikuti berbagai pertandingan yang melibatkan atlet difabel. Termasuk, balap kursi roda. Saya bersyukur, berkat dukungan Yayasan Sinar Pelangi, NPC Jakarta, keluarga, dan suami saya, Alvius Santo, saya bisa bangkit dari keterpurukan,” Maria menuturkan dengan lirih.

“Saya enggan dikasihani orang dengan kondisi seperti ini. Saya ingin menunjukkan kepada orang-orang, bahwa saya yang kehilangan satu kaki juga bisa berprestasi,” lanjut istri dari Alvius yang merupakan pelatih bulu tangkis kursi roda NPC.

Sejak gabung dengan NPC, Mariati kerap mengikuti berbagai kejuaraan. Termasuk, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2015 di Solo, Jawa Tengah.

“Saya menyabet medali emas di nomor 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Hasil itu jadi modal saya untuk mengikuti berbagai kejuaraan tingkat nasional,” Maria menjelaskan.

Setahun berselang, Maria sukses membawa pulang medali emas pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XV/2016. Saat itu, Maria jadi yang terbaik pada nomor 100 meter. Selain itu, dia juga meraih dua perunggu pada nomor 400 meter dan 200 meter.

“Suatu kebanggaan bagi saya bisa membanggakan keluarga. Sekaligus, membuktikan kepada masyarakat, terkait stigma atlet difabel. Bahwa, kami juga bisa berprestasi,” Maria, menambahkan.

“Meski, untuk meraihnya tidak semudah bicara. Sebab, harus berdarah-darah. Saat latihan, saya harus jungkir balik. Badan, tangan, dan kaki lecet, sudah biasa. Ini jadi santapan saya sehari-hari hingga kini. Namun, ya saya harus mampu melewatinya. Dibanding, saya berpangku tangan dengan kondisi seperti ini,” tutur Maria, optimistis.

Hanya, wanita kelahiran 1988 ini enggan berpuas diri. Setelah tingkat nasional, Maria ingin mengharumkan Merah Putih di tingkat yang lebih tinggi, yaitu Asian Para Games 2018.

Sebelumnya, Maria nyaris ikut Asean Para Games 2017 di Kuala Lumpur. Namun, dia tidak ikut seleksi karena ada keperluan di kampung halamannya, di Kalimantan.

Untuk itu, Maria antusias menatap Asian Para Games 2018 yang berlangsung 6-13 Oktober mendatang. Dia menargetkan bisa meraih emas dari tiga nomor yang diikuti pada 100, 200, atau 300 meter.

“Sebagai suami, saya bangga dengan perjuangan Maria selama ini. Apalagi, Januari ini, dia akan mengikuti pelatnas (pelatihan nasional) bersama atlet NPC lainnya. Saya harap, Maria bisa memberikan yang terbaik pada Asian Para Games 2018 mendatang,” kata Alvius saat mendampingi Maria dalam sosialisasi yang diselenggarakan Panitia Nasional Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC).***

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87