ASIAN GAMES 2018
Jusuf Kalla: Tanpa Asian Games, Tidak Ada GBK
07 Desember 2017 15:37 WIB
berita
Wapres Jusuf Kalla dalam sambutannya. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menilai Asian Games 2018 yang akan digelar di Indonesia memiliki nilai penting.

“Kenapa Asian Games 2018 penting? Pertama, kita menyelenggarakannya baru sekali. Thailand dan Cina sudah tiga kali. Nah, setiap penyelenggaraan olahraga besar, itu pasti akan mendorong sinergi bersama kebanggaan nasional. Sehingga bisa dicapai preatasi yang baik. Dan nilai penting lainnya, dewasa ini olaraga sudah menjadi bagian keseharian masyarakat,” tegasnya usai menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama sponsorship Asian Games 2018 dengan para sponsor swasta.di kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Rabu (6/12). Penyelenggaraan Asian Games 2018 dilakukan di Jakarta dan Palembang.

Menurutnya, lanjut Wapres, dengan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games tahun depan, maka media khususnya media olahraga bisa tampil dan menjadi bagian penting dalam sejarah keolahragaan nasional sekaligus melakukan promosi.

Soal biaya penyelenggaraan, diakui Wapres memang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.  Untuk memperbaiki semua venue  dibutuhkan dana kurang lebih 10 triliun rupiah baik untuk venue yang di Jakarta maupun di Palembang. “Untuk pembukaan dan penutupan acara saja itu dibutuhkan kurang lebih lima puluh juta dollar. Biaya terbesar  adalah untuk penyiaran. Taksiran komite Asian Games itu dilihat 4 miliar orang melihatnya nanti khususnya di Indonesia pasti kita live 12 jam. Di Cina juga live 12 jam. Jadi Itu akan menjadi bagian dari semua promosi. Karena disitulah kita saling sinergi, tanpa itu Asean Games tidak akan menjadi bagian dari masyarakat,” ucapnya.

Mengingat event ini melibatkan kurang lebih 12 ribu atlet dan tamu VIP, Wapres berharap pelaksanaannya harus betul serius. “Itu tugas INASGOC, untuk menyelenggarakaannnya dengan baik dalam waktu dua minggu penyelenggaraan tetapi persiapannya sudah tahunan,” tegasnya.

Namun demikian, Wapres kembali mengingatkan bahwa eksistensi Asian Games bagi Indonesia memiliki sejarah dan prestise sendiri sejak diadakan tahun 1962 di Jakarta. “Sekiranya tak ada Asian Games tahun 1962 kita tak punya Gelora Bung Karno (GBK), kita tak punya fasilitas hebat sampai sekarang jadi investasi masa datang sekiranya tak ada asian games kita tidak punya TV,  karena dulu TV itu pertama untuk Asian Games, begitu juga sekiranya tak ada Asean Games kita tak punya atlet yang dikenal sampai sekarang,” tuturnya.

Hal terpenting lain dari perhelatan olahraga regional ini adalah Indonesia harus sukses mendulang prestasi. “Kalau Asian Games yang lalu kita nomer 17, kita mengharapkan kali ini karena dilaksanakan di tanah air itu bisa masuk 10 besar, dibutuhkan setidak-tidaknya 16 sampai 20 medali,” harapnya.

Kepada para sponsorship pihak swasta, Wapres mengapresiasi dan lihatnya sebagai sebuah partisipasi nasional baik dalam prestasi maupun dalam penyelenggaraan. “Karena itulah saya sekali lagi ingin berterima kasih  kepada saudara-saudara sekalian yang pagi ini menandatangi dengan komitmen bersama dengan INASGOC sebesar lima puluh juta dolar atau kurang lebih 760 miliar rupiah, yang berpariasi dari 500 000 sampai 10 juta dolar. Saya berterima kasih, luar biasa prestasinya hari ini,” ucapnya.

Menurutnya ada kebanggaan dengan masuknya sponsorship dari kalangan pengusaha nasional lebih banyak. “Karena kita tak ingin nanti ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan, dibelakangnya bukan Pertamina misalnya, mobilnya ada Astra di situ, makanannya ada Indofood. Brandingnya  nanti  jadi promosi internasional karena Cina akan menyiarkannya 12 jam secara live. Ada konsorsium nasional TV membagi siaran ini sebaik baiknya,” kata Wapres.

Wapres berharap sinergi antara swasta dan pemerintah dalam hal ini BUMN di bidang olahraga dapat melaksanakan komitmen dengan baik.  “Kita kan ingin meluaskan pasar kita bukan dalam negeri juga tapi luar negeri. Karena itu sekali lagi kita harapkan kerjasama ini, di samping itu juga jangka panjang olahraga perlu pelatihan perencanaan  jangka panjang,” imbuhnya.

Bahkan ke depannya, bukan tidak mungkin akan ada “bapak asuh” untuk olahraga nasional. “Misal perusahaan Djarum memegang bulutangkis, TVOne pegang renang. Itu meningkatkan suatu harapan image perusahaan memberi sponsor, namanya sangat penting sekali. Banyak olahraga banyak medali mungkin tak seperti sepak bola, kalau sepakbola banyak penontonnya,” ujarnya lagi. Karenanya, Wapres melanjutkan, kelak olahraga jadi industri.

Tampak hadir pada acara tersebut Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi, Ketua INASGOC Erick Thohir. Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, Deputi Bidang Administrasi Guntur Iman Nefianto, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Ekonomi dan Keuangan Wijayanto, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Komunikasi dan Informasi Husain Abdulah, Tim Ahli Wakil Presiden Sofyan Wanandi   9 Para Sponsor Swasta.

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87