UMUM
Soenarko Siap Bawa Gulat Indonesia Bersaing di Level Dunia
07 Desember 2017 14:01 WIB
berita
Soenarko (tengah) bersama pendukungnya. (Foto: Istimewa)

JAKARTA  - Jelang Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PB.PGSI), suasana mulai ramai terutama bursa calon ketua umum. Hingga, Kamis (7/12), dua nama  telah mendeklarasikan dirinya sebagai calon yakni Trimedya Panjaitan dan Soenarko.

Sebanyak 19 Pengprov PGSI mendeklarasikan pencalonan Soenarko di salah satu hotel di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pekan lalu. Sedangkan Trimedya didukung Pengprov PGSI DKI Jakarta.

Soenarko yang pensiunan Jenderal bintang dua dengan memegang dua jabatan strategis Danjen Kopassus dan Pangdam Iskandar Muda (Aceh) itu telah menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon ketua umum PGSI periode 2018-2022. Sebagai mantan prajurit militer, Soenarko menganggap pinangan dari 19 Pengprov PGSI sebagai amanah yang harus diterima dengan penuh tanggungjawab.

”Saya kira keinginan 19 Pengprov PGSI untuk mencalonkan saya sebagai ketua umum PGSI empat tahun ke depan didasari oleh keinginan kuat untuk membangun gulat Indonesia ke depan. Intinya, para Pengprov PGSI ini menginginkan adanya perubahan di PGSI,” kata lulusan Akabri 1978 ini. seperti dilansir dalam siaran pers yang disebarkan kepada awak media, Kamis, (7/12).

Soenarko bertekad membawa gulat Indonesia ke pentas dunia. Dengan moto ”Dari Gulat untuk Gulat” menuju Indonesia hebat, Soenarko ingin prestasi gulat Indonesia mampu bersaing di level dunia.

Menurutnya, jumlah penduduk Indonesia yang sudah mencapai angka 250-an juta,  banyak potensi anak muda untuk dikembangkan menjadi atlet gulat berprestasi. ”Untuk mengarah ke prestasi dunia tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Harus melalui proses pembinaan berjenjang dan berkelanjutan. Tak ada prestasi lahir tiba-tiba. Oleh karennya saya akan memberdayakan daerah mengingat sumber utama pembinaan ada di daerah,” papar pria berdarah Jawa kelahiran Sumatera ini.

Di lingkungan olahraga nasional pun sosok Soenarko bukan orang baru. Soenarko pernah menjadi pengurus Pertina Pusat di era kepemimpinan Setya Novanto. Selain itu juga dengan latar belakangnya sebagai seorang milter, Soenarko diyakini punya kecintaan terhadap olahraga. Apalagi di lingkungan militer, olahraga sudah merupakan kewajiban.

Soenarko juga mengajak semua elemen gulat Indonesia untuk menyatukan langkah dan tekad dalam membangun prestasi ke depan. ”Makanya dalam Munas PGSI nanti saya tak ingin ada politik uang karena di olahraga mengedepankan azas fair play dan sportifitas,” tambahnya.

Apa yang disampaikan Soenarko benar adanya karena menjelang pelaksanaan Munas PGSI 11-13 Desember di Hotel Ambhara Jakarta, sudah mulai tercium aroma tak sedap. Ada iming-iming sesuatu kepada para Pengprov yang akan hadir.

Koordinator tim sukses pemenangan Soenarko, Bernhard Sanger mengatakan, hingga saat ini dukungan 19 Pengprov untuk Soenarko masih tetap solid. ”Insya Allah dukungan 19 Pengprov untuk Pak Soenarko masih solid hingga memasuki hari H pemilihan,” kata Bernhard.

Untuk makin memantapkan dukungan itu, pada Sabtu (9/12),  akan dilakukan ”Teken Kontrak” dengan 19 Pengprov. Dan dukungan ini masih akan terus bertambah.

Mengalirnya dukungan untuk Soenarko ini, menurut Bernhard, dilandasi oleh keinginan kuat adanya perubahan di PGSI. Prinsipnya, mayoritas Pengprov tak ingin status quo di mana pengurus lama yang hanya mengedepankan kepentingan pribadi masih bercokol.

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87