ASIAN GAMES 2018
Rekrut Pelatih Dunia, Tim Pelatnas Bridge Ikut Kompetisi di AS 
06 Desember 2017 00:02 WIB
berita
Ketua Umum PB Gabsi, Eka Wahyu Kasih

DEPOK - Menghadapi Asian Games 2018, Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB Gabsi) membuat program mengejutkan. Tidak tanggung-tanggung, Tim Pelatnas Bridge Asian Games 2018 akan ditangani pelatih kelas dunia, Erick Kokish dan mengikuti kompetisi bridge di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. 

"PB Gabsi telah membuat program untuk menghadapi Asian Games 2018. Yakni, merekrut Erick Kokish dan mengirimkan tim pelatnas Bridge ke AS selama enam bulan," kata Ketua Umum PB Gabsi, Eka Wahyu Kasih dalam acara penutupan Turnamen Bridge Road to 18th Asian Games 2018 yang sekaligus sebagai Test event Bridge Asian Games 2018 di Depok, Jawa Barat, Selasa (5/12/2017). 

Keterlibatan Erick Kokish sebagai pelatih dan adanya program pengiriman Tim Pelatnas Bridge Indonesia menjalani latihan dan ikut kompetisi di AS dan Eropa selama 6 bulan, kata Eka Wahyu Kasih, dalam upaya memenuhi target 2 medali emas di Asian Games 2018.

"Di kompetisi bridge AS dan Eropa, atlet bridge Indonesia bisa lebih teruji dan banyak memetik pengalaman bertanding dengan atlet kelas dunia. Jadi, mereka bisa tampil lebih baik lagi dalam upaya memenuhi target minimal 2 medali emas di Asian Games 2018 nanti," kata Eka Wahyu Kasih. 

Ketika disinggung rencana keberangkatan Tim Pelatnas Bridge ke AS, Eka menjawab "Proposal pengajuan dana telah diajukan. Tapi, semua tergantung dari persetujuan Kemenpora. Kami berharap Januari 2018 atau paling lambat akhir Februari 2018 bisa berangkat ke AS."   

Nama Erick Kokish memang sudah tidak asing lagi di kalangan bridge Indonesia. Di era kepemimpinan Wiranto, pelatih asal Kanada ini pernah membawa Tim Bridge Indonesia menjadi runner-up Olimpiade Bridge di Yunani 1996. 

"Cukup tepat menunjuk Erick Kokish untuk menangani Tim Pelatnas Bridge Asian Games 2018. Kemampuannya dalam melatih tidak perlu diragukan. Tim Bridge Indonesia pernah menjadi runner-up Olimpiade Bridge Yunani 1996," kata pemain senior, Frangky Karwur. 

Keterlibatan Erick Kokish bukan hanya menambah keyakinan Frangky bahwa cabang olahraga bridge bisa menjadi andalan untuk menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2018. Adanya program mengikuti kompetisi bridge di AS dan Eropa selama enam bulan dipastikan akan lebih mematangkan atlit bridge Indonesia.

"Kompetisi di AS dan Eropa itu cukup berat karena akan berhadapan dengan pemain-pemain kelas dunia. Bukan hanya kemampuan saja teruji tetapi banyak pengalaman berharga bisa dipetik dari sana. Dan, saya yakin bridge bisa menyumbangkan 2 emas jika program tersebut terpenuhi," ujarnya.  

Masalah saingan, Franky mengatakan Cina dan Jepang yang menjadi terberat di Asian Games 2018. Kedua negara ini patut diwaspadai.*
 

news
Penulis
Suryansyah