TINJU
Naik Kelas, Sadam Ali Jadi Juara Baru
04 Desember 2017 22:15 WIB
berita
sadam ali/istimewa

NEW YORK – Sadam Ali menjadi mimpi buruk bagi Miguel Cotto. Bertarung di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat (AS), akhir pekan lalu. Ali tampil mengejutkan dengan meraih kemenangan angka mutlak atas petinju veteran itu, 116-112, 115-113 dan 115-113.

Hasil ini sejatinya diluar dugaan. Sejak kedua belah pihak menyepakati duel, sebelumnya banyak yang memposisikan Ali sebagai underdog atau tak diunggulkan. Bahkan tak sedikit pengamat mengatakan petinju asal AS keturunan Yaman itu belum pantas berhadapan kontra Cotto yang notabene petinju penuh pengalaman.

Ungkapkan tersebut bukan tanpa dasar. Selain tak memiliki nama besar, ini adalah laga perdana Ali di kelas menengah junior setelah sebelumnya di kelas welter (66,6 kg). Namun, ia mematahkan asumsi tersebut dengan memenangi duel, sekaligus menyandang gelar juara dunia kelas menengah junior versi WBO.

“Saya bekerja keras untuk berada di posisi ini. Saya berhasil memanfaatkan pertarungan ini dengan baik. Saya telah menggeluti olahraga ini sejak berusia 8 tahun jadi apa pun yang terjadi selanjutnya saya telah siap. Saya ucapkan terima kasih untuk tim Cotto, bila mereka menginginkannya (duel ulang) saya bersedia,” ujar Ali.

Dengan menyandang gelar juara dunia, peluang Ali melebarkan sayap di dunia adu jotos ini pun semakin besar. Meski belum ada rencana kedepan, sejumlah nama besar diprediksi  menantang petinju yang memiliki postur 175 cm dan jangkauan 185 cm tersebut.

Adapun kemenangan ini menambah kemenangan Ali menjadi 26 dari 27 pertandingan yang telah dilakoni. Sejak debut 17 Januari 2009, pria yang bermukim di Brooklyn itu tercatat satu kali kalah. Ini terjadi ketika berhadapan kontra Jessie Vargas, Maret 2016 lalu.

“Saya membuat Cotto terluka di sini. Sebagai petinju saya tahu harus melakukan apa. Cotto bertarung dengan cepat. Saya pun demikian. Pertandingan yang luar biasa. Saya berharap dapat terus dalam performa terbaik setiap saat untuk mempertahankan gelar ini,” ujar Ali.

Sementara itu disisi lain, hasil laga kemarin bagi Cotto menjadi akhir karier yang pahit. Betapa tidak? Petinju asal Puerto Rico itu harus mengalami kekalahan di pertarungan terakhirnya. Meski sesuai regulasi ia mendapat kesempatan menggelar rematch, dihadapan sekitar 12.391 penonton, Cotto menyatakan tetap memilih gantung sarung tinju.

"Saya rasa tampil baik hari ini (kemarin). Tetapi di ronde ketujuh sesuatu terjadi pada otot bisep kiri saya. Ini bukan sebuah alasan. Sadam (Ali) berhasil menang di pertarungan terakhir saya. Saya merasa baik dan saya ingin bahagia berada di rumah bersama keluarga yang saya cintai," kata Cotto.

Sepanjang 16 tahun berkarier di olahraga tinju, Cotto menorehkan prestasi luar biasa dengan  mengantongi rekor 41 (33 KO)-6-0. Ia juga  tercatat sebagai petinju Puerto Rico satu-satunya yang pernah merasakan sabuk juara di empat divisi berbeda: menengah junior, welter junior (63,5 kg), welter, dan kelas menengah (72,5 kg).

Namun, Cotto juga tak selama mendapatkan pertandindingan yang baik. Selain Ali, tercatat petinju yang melakoni debut profesional 23 Februari 2001 itu juga pernah takluk dari Antonio Margarito, Manny Pacquiao, Floyd Mayweather Jr, Austin Trout, dan Saul Alvarez.

"Terima kasih untuk semua penggemar. Saya bangga berada di sini (Madison Square Garden),  rumah kedua saya. Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan sehingga saya dapat berkarier sejauh ini,” ujar Cotto yang mendapat sambutan meriah dari penonton usai pertandingan.*MUHAMMAD RAMDAN 

 

news
Penulis
Muhammad Ramdan
Sosok yang humanis / Ig: @akunramdan