TOP FOTO
Galeri Foto ASIOP Vs Bina Taruna: Final Kepagian yang Harus Diakhiri Adu Penalti
04 Desember 2017 14:24 WIB
berita
Striker Bina Taruna, M. Fikri, berduel dengan bek ASIOP, Ahmad Rusadi. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

LAPANGAN Wing 1 Paskhas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (3/12) jadi saksi persaingan sengit dua tim favorit di NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017. Tepatnya, saat ASIOP Apacinti menghadapi Bina Taruna pada 16 besar.

Banyak pihak yang menyebut duel ini sebagai final kepagian. Wajar saja mengingat kedua tim bersama ASAD 313 Jaya Perkasa dan Pondok Pesantren Modern Sahid tampil impresif di fase grup.

Namun, takdir berkata lain. Sebab, kedua tim justru harus saling bunuh di perdelapan final.

Itu terjadi akibat ASIOP terpeleset di fase grup saat menghadapi Cibinong Raya (Ciray) yang berujung kekalahan 0-1 pada 19 November lalu. Akibatnya, pasukan Suaib Ansori pun melaju ke 16 besar sebagai runner-up grup A di bawah Ciray.

Di sisi lain, Bina Taruna melaju ke perdelapan final dengan mulus usai menyapu bersih tiga pertandingan di Grup B. Alhasil, bentrok antarraksasa pun tak terelakkan.

Tensi tinggi mewarnai duel antara juara Grup B dengan runner-up Grup A ini. Jual-beli serangan tersaji sepanjang 60 menit.

Beberapa kali wasit mengingatkan kepada pemain untuk tidak tersulut emosi. Tiga kartu kuning pun keluar dari korps pengadil untuk kedua tim.

Bina Taruna yang tampil mendominasi harus keluar dengan tertunduk. Sejumlah peluang dari skuat asuhan Saut Tobing gagal menjadi gol yang membuat laga diakhiri adu penalti.

Dalam tos-tosan ini, tiga dari empat algojo ASIOP berhasil menceploskan bola. Sebaliknya, hanya satu dari empat eksekutor Bina Taruna yang berujung gol.

"Ketika sudah masuk penalti, kami nothing to lose. Bagi kami, kelolosan ke perempat final sebagai ajang latihan jelang Liga TopSkor 2018," kata Ansori yang mengingatkan timnya untuk tidak larut dalam euforia mengingat di perempat final sudah ditunggu Benteng Muda.

Di sisi lain, Saut mengingatkan para pemainnya untuk tidak larut dalam kekecewaan. Menurutnya, secara permainan, Bina Taruna lebih unggul.

“Kalah dan menang itu biasa. Terkait hasil, saya cukup puas dengan penampilan anak-anak di NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017 ini. Bagi kami, turnamen ini sebagai evaluasi untuk menghadapi Liga TopSkor mendatang,” Saut, menjelaskan.

Pernyataan tersebut beralasan. Menang atau kalah dalam sepak bola itu biasa.

Pun dengan tensi panas sepanjang pertandingan. Sebab, usai wasit meniup peluit panjang, para pemain dari kedua tim kembali berangkulan.

Penggawa ASIOP tidak jemawa dengan kemenangan tersebut. Begitu juga dengan pemain Bina Taruna yang menerima kekalahan dengan lapang dada.

Itulah inti dari sepak bola. Khususnya, kepada mereka yang mengikuti NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017 ini sebagai bagian dari pembinaan pemain usia muda.***

ASIOP Apacinti 0-0 (3-1) Bina Taruna
Pencetak Gol: -
Adu Penalti: M. Heru (X), Malik Akbar, Komang Teguh, Ahmad Rusadi; Unggul Perkasa, Dhika Maulana (X), Julia Nur (X),Fajar Firdaus (X)
Pemain Terbaik: Rafiq Ramadhan (Bina Taruna)

*         *         *

Gelandang ASIOP, Dennish Diaz, berebut bola dengan bek Bina Taruna, M. Febrian. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *

Striker ASIOP, Rendy Juliansyah mencoba keluar dari kepungan penggawa Bina Taruna. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *

Penggawa ASIOP memasang pagar betis untuk membendung tendangan bebas gelandang Bina Taruna, Vigo Sandi Wahyu. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *

Gelandang Bina Taruna, M. Febrian dan Dennish berusaha untuk mendapatkan bola. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *

Setelah pertandingan, persahabatan di antara kedua tim tetap terjaga. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *

 

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87