TOP FOTO
Galeri Foto Drama di Lapangan Paskhas: Suka dan Duka Jadi Satu
04 Desember 2017 12:01 WIB
berita
Kiper Benteng Muda, Resky Ardiansyah, menggagalkan tendangan bek Ciray, Ikwan Tanamal. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

PAGI itu, langit ibu kota tampak cerah. Namun, awan kelabu justru menggelayuti segenap penggawa Cibinong Raya (Ciray).

Tepatnya setelah skuat asuhan Juman Pelupessy secara mengejutkan tersingkir di 16 besar NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017. Itu terjadi usai takluk 2-4 via adu penalti dari Benteng Muda di Lapangan Wing 1 Paskhas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (4/12).

Dalam 2x30 menit, kedua tim bermain sama kuat. Ciray kebobolan cepat akibat Esal Sahrul mengawali pesta Benteng Muda saat laga berjalan dua menit.

M. Hamzah menyamakan skor empat menit kemudian usai lolos jebakan offside. Setelah itu, Benteng Muda  kembali unggul lewat Yery Surya (21) yang dibalas Ciray melalui Riski (25).

Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-2 tidak berubah. Pertandingan pun berlanjut via adu penalti.

Nah, dalam drama tos-tosan ini, hanya dua dari empat algojo Ciray yang berhasil mencetak gol. Sementara, empat dari lima eksekutor Benteng Muda sukses menceploskan bola.

Kekalahan di 16 besar ini sangat antiklimaks mengingat di fas grup, Ciray sukses menyapu bersih kemenangan dalam tiga laga. Di sisi lain, Benteng Muda akan menghadapi ASIOP Apacinti pada perempat final.

“Ini di luar dugaan. Namun, inilah sepak bola. Ada menang, harus ada yang kalah,” kata Pelupessy seusai pertandingan sambil memberi selamat kepada penggawa Benteng Muda.

Kekalahan itu tidak membuatnya kecewa. Sebab, Pelupessy mengakui, dalam penalti sulit ditebak.

Bisa saja timnya yang menang. Namun, pada akhirnya, Benteng Muda yang melaju ke perempat final.

“Mengenai penalti, sudah bicara mental. Pada fase grup, kami tampil bagus. Hanya, memasuki babak 16 besar ini, kami gagal mempertahankan tren tersebut,” Pelupessy, menambahkan.

Pernyataan tersebut beralasan. Dika Agustin Fieri dan kawan-kawan melaju ke 16 besar dengan menyapu bersih petandingan di Grup A.

Dalam periode itu, Ciray mencetak tujuh gol dan hanya sekali kebobolan. Itu terjadi saat mengalahkan Sukmajaya 3-1 (18/11), ASIOP Apacinti 1-0 (19/11), dan Kabomania 3-0 (25/11).

“Saya malah berterima kasih dengan kekalahan ini. Sebab, dengan tersingkirnya kami bisa jadi evaluasi untuk menghadapi Liga TopSkor U-16 2018. Intinya, hasil bagus pada fase grup tidak jaminan pada babak knock-out. Ini yang kami ambil hikmahnya,” kata Pelupessy, diplomatis.

Ya, kekalahan bukan akhir dari segalanya. Melainkan, justru awal dari kesuksesan. Bisa jadi, duka penggawa Ciray di NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017 jadi titik tolak kebangkitan untuk berkiprah di Liga TopSkor 2018.

Di sisi lain, untuk Benteng Muda, kemenangan ini membuktikan dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi. Terutama, bahwa di lapangan hijau, mentalitas berperan penting dalam permainan.***

Cibinong Raya 2-2 (2-4) Benteng Muda
Pencetak Gol: M. Hamzah 6, Riski Ramadhan 25; Esal Sahrul 2, Yery Surya 21
Adu Penalti: Fieri (X), Ikwan (X), Reza, Adam; Sahrul, Rivaldo, Azizul, Surya
Pemain Terbaik: Esal Sahrul (Benteng Muda)

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87